Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "



22 Maret 2026 

Tanggal perkiraan kamu lahir. Harusnya kalau kamu masih ada maka hari ini menjadi menjadi hari yang paling membahagiakan, karena Kakekmu, Nenekmu, Ayahmu, Kakakmu dan Tantemu sedang berkumpul bersama kami disini. At least Mamamu tidak kesepian karena rumah jadi ramai dan mamamu bisa makan masakan nenekmu yang sudah lama mama tidak pernah makan. Kamu tau dek kadang mamamu juga lelah jadi orang dewasa dan kadang-kadang ingin menjadi anak kecil lagi yang hanya perlu mikirin makan, tidur dan sekolah setiap hari. But mamamu sudah dewasa kan? Mamamu punya banyak tanggung jawab. 

Mama pernah mendengar 1 tausiyah katanya kalau ada kita memiliki janin yang keguguran kita harus menamainya seperti cucu nabi. Karena menurut perasaan mama kamu adalah laki-laki maka mama menamaimu " Hasan ". Semoga kamu setuju ya dengan nama ini. Mama mungkin akan cerita sedikit tentangmu. Tentang kamu yang pertama hadir di hidup mama. 

Dear Hasan... 
Mama minta maaf. 1 bulan sebelum kamu dinyatakan ada oleh dokter mama memiliki banyak sekali kesibukan di kantor. Mama memiliki jadwal tidur yang berantakan karena kakakmu selalu tidur larut malam. Sore itu mama periksakan kamu ke dokter karena seperti kejadian kakakmu tempo lalu mama nge-flek, dokter bilang usiamu sudah 4-5 minggu. Dan dokter menyatakan kamu ada, jantungmu berdetak. Kamu tau seperti apa perasaan mama? Senang sekali. Kamu datang lebih cepat dari perkiraan mama. But dokter bilang detak jantungmu lemah. Dalam hati mama merasa sangat sedih dan khawatir. Mama berpikir kamu kenapa didalam perut mama? Mama berpikir apa kamu sedang kesakitan? Mama hanya bisa minum semua obat yang diberikan dokter untuk menyembuhkanmu dan mencoba istirahat. Mama berharap kamu akan baik-baik saja didalam sampai waktu kita bertemu.  

1 Bulan kemudian jadwal kunjungan ke dokter tiba, sore itu mama, ayah dan kakakmu ikut memeriksakanmu dan berita buruk itu tiba. Dokter menyatakan detak jantungmu sudah tidak ada. Kamu tau bagaimana perasaan mama saat itu dek? Frezze. Beku. berusaha mencerna kata-kata dokter. Kamu meninggalkan mama di usia 5-6 minggu. Dan setelah itu untuk pertama kali dalam hidup mama, mama merasakan meja operasi untuk mengeluarkanmu dari perut mama. Rasanya pedih dek. Harusnya di hari ini Bulan Maret 2026 kita bisa berkumpul bersama. Kenapa kamu memilih pergi? 1 pertanyaan itu berulang terus di benak mama tapi tidak pernah terjawab. Berbulan-bulan sejak kamu pergi mama hanya bisa menyalahkan diri mama yang tidak bisa menjagamu. Mama tidak tau apakah kita akan bertemu lagi nanti. 

Dear Hasan, My Second Baby...

I'm sorry my love was not enough to make you see the light, 
I may not have held you in my arms but I held you in my heart from the very beginning. 
Though I didn't get to see you grow, 
Though you never walked beside me under the sun or the moon, 
though I didn't make you to saw sunrise and beautifull sunset, 
though I didn't make you to taste the sweetness and bitterness of life.
But baby you will forever be apart of who I am. 
I will carry you with me always - in my thought, in my dreams and in every step that I take. 
And even if the world never knew your name, you will always be someone I will never forget. 
In God's perfect timing, please find your way back to me soon. 

Nak hadirlah lagi dalam versi yang lebih sehat dan kuat untuk bertemu mama ya, Janji dek...

Hasan... the ones forever remembered 💝


N.B. 25 Maret 2026, tulisan ini ditulis untuk mengenangmu Hasan. dan untuk memperingati International Day of the Unborn Child. Hope God always gave happiness for every mom in the world who lost their unborn child. 



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
00.15 WIT

Pada awalnya tidak ada apa-apa,
hanya keheningan kosmik
yang bernafas tanpa nama.

Aku hanyalah pengembara galaksi,
membawa sepi sepanjang orbit,
hingga gravitasimu diam-diam
menarik seluruh hidupku mendekat.

Aku tidak tahu apakah itu takdir
atau sekadar kebetulan, 
tetapi sejak semesta menaruhmu di langitku,
malam tidak lagi sekadar gelap.

Aku belajar dari langit malam:
bahwa jarak tidak selalu berarti kehilangan,
sebab cahaya yang datang kepadaku
mungkin berangkat dari hatimu
jauh sebelum aku menyadarinya

Aku tidak memilikimu.
Seperti galaksi tidak memiliki cahayanya.
Namun kita tetap ada
dalam satu misteri yang sama:

Mungkin saat itulah kita mengerti
bahwa sebagian pertemuan
tidak pernah dimaksudkan
untuk dijelaskan.

Jika suatu hari langit runtuh
dan konstelasi kehilangan bentuknya,
aku akan selalu mencarimu dalam setiap kedalaman nebula -

00.00 WIT. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
11.06 AM. 

Denting sendok beradu cepat dengan gelas, mengaduk teh panas yang tadi ku pesan. Sambil menunggu teh selesai di buat ku layangkan padangan ke arah jalan yang selalu berdebu karena lalu lalang sepeda yang di kayuh cepat-cepat.
Ga terasa ini hari terakhirku di tempat ini. 

Aku ada di warung An Nur tempat favorit anak-anak se-Pare Raya untuk mengisi kekosongan perut setelah kelas bahasa insggris selesai, dan akupun begitu *Tsaah* But true kalo warung ini ku kunjungi sehari 3x selain warung "Tansu" a.k.a Ketan susu yang terkenal banget di Pare. Kenapa Favorit karna makanannya murah meriah yang cocok bagi kantong kaum pelajar sepertiku ^______^

Mungkin banyak yang ga tau tapi aku lagi liburan semester di kampus dan sedang ambil beberapa kelas bahasa inggris di Pare, Kediri. Salah satu whislistku yang terkabul. Hanya sebulan sih but aku cukup ambisius dengan ambil hampir 5 kelas sehari dibandingkan rata-rata temen-temen hanya ambil 2-3 kelas per hari. 

Aku ga menyia-nyiakan kesempatan ini, aku banyak ambil speaking class karna ini adalah keinginanku sejak dulu. Setelah akhirnya aku berkecimpung di dunia akuntansi yang bahkan aku ga suka sama sekali, bahasa inggris menjadi satu-satunya pelampiasan, satu-satunya hal yang aku sangat suka. 

Dan yah aku sampai di Pare Kampung Inggris, keinginan tertinggiku belajar disini disamping ingin ke luar negeri tentunya. Life in Pare, almost everytime was hectic. Bangun pagi then motret bentar, Pagi di Pare selalu sangat syahdu. Kabut turun hingga jarak pandang hanya sekitar 50 meter, embun pagi menghiasi setiap daun padi yang menghijau. Udara pagi yang segar tetapi dingin sedikit menggigit kulit. Dan the bestnya adalah ketika malam membayang di area persawahan terlihat sekumpulang kunang-kunang. Aku baru pertama kali melihatnya setelah pulang kelas malam. That's greatest moment I've ever had. Mungkin aku tidak akan pernah lagi melihatnya, cahaya mungil berpendar cantik di kegelapan. 

So back to the classes, I made a lot friends. And I got Best English Teacher ever, Mr. Abdul but he wanted to be called by Sir Abdul. Whatever but he is so very funny after all. Beliau satu-satunya guru yang berhasil membangun kepercayaan diri didalam diriku like C'mon Dee You gotta be a great english teacher someday. You can make inspirational spirit to all of your students. And you know what sir? Just 4 months after your class I made my self an english teacher, I made it sir. I have my own students, just like you always said to me that I can do it. Just trust your self. 

But since I wrote this story, you we're gone after your battle with covid in 2020. I was like very sad. You're my number 1 favorite english teacher in this world, but you never heard about my students, you never heard about I become inspirational teacher just like you. My heart broke into pieces. But sir you're too inspiring me. You're so very kind. Can I be teacher like you do?. If you see us from above, In very deep of my heart I just want to say Thank you very much sir for trusting me. 

Seperti yang dikatakan semua orang yang pernah singgah di Pare Kampung Inggris mau lama ataupun sebentar pasti akan pulang membawa kenangan manis. Mulai dari kisah cinta semusim, senang, sedih, eneg pun ada. So do I. 

N.B. ini draft tulisan di tahun 2014 hampir 12 tahun yang lalu. Sekedar mengisi kerinduan saat rasa sesak yang datang entah darimana menyusup, malam ini
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Selamat Tahun Baru ! 

Sekarang susah sekali ya meluangkan waktu untuk konsisten menulis? 
Padahal ya bahan tulisan selalu ada walaupun dalam bentuk jurnal dan celoteh - celoteh random 😂

Di tahun 2026 ini manusia kemungkinan sudah tidak ngeblog lagi. Ada Platform Online bernama Twitter dan Thread yang lagi di gandrungi manusia-manusia sejagat indonesia kalau ingin menulis cerita atau utas. Dan aku masih setia dengan blog. Entah sampai kapan blog ini tetap ada? Mengikuti perkembangan dunia yang cepat sekali berubah. Tapi aku tetap berdoa semoga platform Blogger ini tetap ada karena disini menyimpan banyak sekali tulisan dan kenangan hidupku. Meskipun setahun hanya beberapa kali diisi tulisan 😅

Mengawali tahun 2026 dengan ucapan Alhamdulillah kerjaan akhir tahun yang paling menguras tenaga akhirnya selesai dapat nilai 110 lagi. Tidak sia-sia melembur sampai seminggu. 
Apakah bangga dengan pencapaian tahun 2025 ini? 
Iya. Bangga. 
Setelah 5 tahun beranggapan bahwa jabatan ini " the next level " Atau " Hard Job " Atau " Kerjaan Susah Setengah Mampus " Atau " Jabatan Dengan Tanggung Jawab Berat " Akhirnya perlahan terpatahkan. Alhamdulillah pekerjaan dengan jabatan baru ini selama 1 tahun ini bisa terlewati dengan baik. Mudah-mudahan tahun 2026 ini juga bisa dilewati dengan baik. 

Flashback tahun 2025 mungkin selain pekerjaan ada cerita tentang "Hasan" Yang paling membekas dalam hati. Sepertinya akan aku tulis terpisah dari post ini, karena untuk mengenangnya perlu satu halaman tersendiri dan khusus. 

Okeh back to the page Tahun Kayu. 
5 Tahun mungkin bagi sebagian orang masih terlalu dini untuk dirayakan. Yah maksud hati tidak berniat merayakan, tapi hanya ingin menulis kenangan di prasasti kehidupan bahwa masa ini pernah lewat dan berharga. Lebih tepatnya semacam refleksi bahwa 5 tahun ini akhirnya kita sampai. Bahwa segala hal yang terjadi selama 5 tahun ini di kehidupan kita hanya kita berdua yang tau. 
Susahnya senangnya. 
Masih segar dalam ingatan 5 tahun lalu kita berdua duduk kikuk dengan mata yang lelah tapi hati bahagia. 
Tidak banyak yang ingin ku sampaikan, hanya mari kita ulang 5 tahun ini lagi dan lagi sampai tua bersama-sama. 
Cinta ini pasti akan berubah seiring waktu, tapi semoga aku akan selalu kembali mencintaimu di berbagai versi kehidupan begitupun sebaliknya. 

Yang terakhir "Barra" Kenapa Tuhan bisa menciptakan anak kecil ini sepaket dengan lucunya, menggemaskannya, mengesalkannya, pintarnya ? Setiap hari perasaan ini berganti - ganti kalau sudah berhadapan dengannya. Semoga sehat selalu sayang. Di prasasti ini akan menjadi pengingat mama untuk selalu membesarkanmu dengan sebaik-baiknya. 
Semoga tahun ini bisa berempat. 

Selesai 05.30 WIT dalam hujan pagi yang sedikit menggigit kulit. 



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Mungkin ada yang pernah baca tulisan ini : 
Aku Masih Suka
Tapi di postingan yang random ini aku mau menambahkan dan mengurangi beberapa hal yang aku masih suka dan sekarang tidak suka lagi hehe... 

Aku masih suka lagu barat. 
Masih sama seperti dulu
Lagu dengan musik yang berdentam-dentam membuatku selalu semangat. 
Lagu barat lawas juga masih aku suka. Perlu di uji apa aku masih hafal keseluruhan lagu itu?? 
Mudah2an masih hafal 😂

Aku masih suka warna biru. Semua warna biru. Belum berubah. Mungkin ada lebih dari 5 baju warna biru di lemari pakaianku. Entah aku selalu merasa warna biru membuatku nyaman dan percaya diri

Sebenarnya aku masih suka baca novel.
Tapi sekarang agak pilih-pilih. Karna waktu membacaku yang terbatas. Mungkin aku hanya membaca habis novel-novel dari penulis kesukaanku seperti Andrea Hirata atau Dee Dewi Lestari. Tapi aku punya hobi baru. Hobi beli novel tapi tidak dibaca. Ada yang bilang itu adalah inner child. 
Dulu aku jarang membeli buku karna uang jajan yang terbatas. Sekarang ketika sudah kerja dan punya uang sendiri aku selalu suka kegiatan beli buku. Beli banyak buku tapi males bacanya 😅 
Btw hadiah pertama yang aku kasih untuk anakku juga sebuah buku. Sekarang aku lebih suka membelikan buku untuk dia. Setiap bulan 1 buku. Kadang kalo ada diskon bisa beli sampai 5 buku. Rak bukunya sampai tidak muat lagi. Dia harus punya minat baca Yang tinggi seperti mamanya. Mamanya yang dari dulu selalu gila baca. 

Aku masih suka es krim. Tapi sekarang tidak terlalu suka manis. Sekarang lebih suka es krim vanila atau strawberry, dingin dan sedikit asam. Toh terkadang hidup tidak selalu harus manis. 

Aku sudah tidak terlalu suka jalan-jalan sendiri lagi. Sekarang ada anak kecil yang selalu pengen ikut kalo mamanya mulai menyalakan motor di teras. Alhasil kami tidak jadi jalan2 tapi cuma ke indomaret sebelah. 

Aku masih sangat suka laut. Masih suka lihatin senja lama-lama. 
Di ternate ini ada anjungan pantai di tengah kota. Kalo sore banyak banget orang-orang duduk-duduk menikmati pemandangan laut dan angin sepoi-sepoi. 

Aku masih tidak suka hujan. Masih tetap bikin tidak semangat. 


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Gerimis. 00.25 WIT. 

So, ini mungkin tulisan pertama setelah hibernasi panjang dari menulis blog ini. 

Tepat hari ini 8 bulan yang lalu masih di Bumi Flores. 
Sebenarnya masih ingin menjelajah keindahan flores sampai ke barat. 
Terhenti di Pagi yang dingin bersama Kabut Pekat "Wolobobo" Kami tinggalkan semua kenangan disana. 
Semburat merah cahaya mentari menguar dari kaki Gunung Inerie. Sungguh pemandangan magis. Akankah mau kesana lagi? 
Ya, tentu saja. Bajawa punya segudang tempat yang kami belum explore. 
Dan akhirnya cerita berakhir di Maumere. 
Tepat 5 tahun sudah. 
Ketika sendiri, menikah dan sekarang anak kecil ini ku ajak menjelajahi Maumere dari Barat hingga Timur. 
Usia 7 Bulan anak ini sampai di Puncak Kelimutu. Apakah bisa dinobatkan menjadi pendaki termuda? Entahlah. Yang pasti anak itu tidak akan bisa maksa ketika mamanya mengajak mendaki gunung di usia sekecil itu. 

Setiap sudut kota kecil itu akan selalu memiliki tempat dihatiku. 
Setiap lampu merah, setiap belokan, setiap pantai, setiap padang rumput, setiap jalan menuju tanjung kajuwulu yang di hias dengan pepohonan, setiap rumput yang selalu berubah warna mengikuti musim. 
Pelabuhannya tempat lari dari segala masalah. Pelabuhannya tempat melepaskan semua rindu bersama kapal yang berlayar menjauhi dermaga

Dan sekarang berpindah lagi ke tempat yang baru.
Sebuah Kota Kecil di kaki Gunung Gamalama. 
Aku siap mengukir lagi kenangan. 





Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hai.... Sudah lama tidak bersua... Tampaknya Blog Ini sudah rapuh dimakan rayap hehe... 
Ijinkan saya Post Draft ini. Ini tulisan yang saya simpan di draft Tahun 2018.

....Berbicara mengenai future family. Saya sedang duduk di salah satu gerai waralaba ayam goreng crispi dan memesan 1 cup es krim. Sekarang hari minggu sore, hari keluarga. 

Saya duduk sendirian menghadap sekumpulan keluarga baru yang sedang memanjakan anak2 mereka dengan berbagai macam wahana permainan elektronik. Sangat ramai. 
Menurut saya di kota tempat saya tinggal ini kekurangan tempat main bagi anak2 kecil. Saya masih ingat dengan jelas pada masa kecil, saya tinggal di suatu perumahan yang memiliki taman. 

Saban sore ketika bapak pulang kerja saya bersama adik-adik di ajak ke taman itu untuk bermain, berguling-guling dan berlari-lari di rumput sampai capek dan baru pulang ketika magrib menjelang. Dan tidak lupa seplastik kecil pentol bakso selalu dibelikan untuk kami makan sehabis kelelahan berlari. Sederhana sekali bukan? 

Sekarang anak-anak di kotaku tidak memiliki tempat bermain. Mereka bermain di mall. Kedepannya saya ingin membuat masa kecil anak-anak saya kelak tidak seperti ini bermain di mall makan dan makanan fast food. 
Saya tidak ingin mengajarkan mereka untuk menjadi pribadi yang konsumtif. Saya tetap akan membawa mereka main di taman. Jika tidak bisa tiap sore yah minimal seminggu sekali saya akan membawa mereka ke lapangan. Bermain lari-lari sampai puas. 
Ketika pulang akan saya ajak makan bakso. Supaya di masa depan ketika mereka sudah sebesar saya, mereka akan punya kenangan tentang saya yang selalu mengusahakan masa kecil yang baik untuk mereka. 

Semoga saya selalu memiliki waktu untuk itu. Semoga mereka pun dapat mengerti bahwa tidak bermain permainan elektronik itu bukan orang yang ketinggalan jaman.


--------------------------------------------------------------------------
As you know guys today is 23 June 2023
Cerita ini baru saya posting sekarang, 
Dan yah I have a Son Now. And yah Sore ini sepulang dari kantor, saya melarikan motor saya bagai kilat, hanya untuk membawa anak kecilku bermain-main di lapangan, berlari-lari, berguling di rerumputan. 

And you know what, Saya menepati Janji Saya, sesuai Cerita yang saya tulisan di Tahun 2018.

 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Tenun Ikat Maumere di Tanjung Kajuwulu

Hai kembali lagi dengan saya disini...

Weekend minggu lalu saya isi dengan mengikuti sebuah kelas mewarnai Tenun Ikat Maumere. Kelas ini diisi dengan perkenalan singkat Tenun Ikat Maumere oleh Kak An. Kak An adalah seorang penenun asal Maumere yang sudah banyak memamerkan hasil karyanya di Pameran Tenun Ikat Level Nasional. Suatu kehormatan bagi saya untuk mendapatkan langsung pelajaran mengenal Tenun Ikat Maumere dari beliau.

Disini saya akan menerangkan secara singkat tahap demi tahap dalam membuat selembar  Kain Tenun Ikat Maumere. Mohon para penenun dan ahli bisa mengkoreksi jika ada tahap yang salah saya terangkan, maklum saya masih awam CMIIW. 

Okeh, pertama-tama berdoa dulu... hehe... 😆 Oke pertama-tama adalah tahap pemilihan benang yang akan ditenun yaitu dipilih dari jenis Benang Katun. Benang Katun direntangkan kemudian di cuci di air yang mengalir untuk menghilangkan zat lilin yang masih terkandung dalam benang tersebut. Tahap selanjutnya adalah Tahap Pewarnaan. Pewarnaan disini masih memakai pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan. Seperti yang kami praktekkan disini adalah membuat warna coklat dari Kulit Pohon Mahoni dan warna hijau berasal dari Daun Pohon Ketapang. Berikut footagenya :


Kulit Pohon Mahoni di Rebus dalam Air untuk menghasilkan warna coklat
Penulis bersama Kak An sedang Membuka Ikatan Benang Katun sebelum Proses Pewarnaan 

Proses Pencelupan Benang Katun kedalam Air Rebusan Kulit Pohon Mahoni


Proses Pengadukan Daun Pohon Ketapang untuk Menghasilkan Warna Kuning
Daun Pohon Ketapang di cacah kasar direbus bersama air hingga mendidih dan di campur dengan air rebusan tawas untuk menghasilkan warna kuning yang lebih pekat 

Warna Kuning yang pekat berasal dari rebusan Daun Pohon Ketapang dan Tawas

Ini adalah benang warna coklat kemerahan dan kuning setelah proses pewarnaan

Setelah proses pewarnaan benang yang sudah diwarnai kemudian di jemur dan seperti inilah jadinya benang yang sudah kering. Benang biasanya di celup di dalan air warna berkali-kali atau di rendam semalaman untuk mendapatkan warna yang lebih pekat.


Mama-mama penenun sedang menggulung benang yang sudah diwarnai

Setelah kering benang kemudian digulung menjadi bulatan-bulatan seperti ini

Benang Tenun tadi kemudian di tenun oleh penenun selama kurang lebih sebulan. Dan ini adalah beberapa Tenun Ikat Maumere karya Kak An.

Harga Tenun Ikat Maumere ini berkisar antara 700 Ribu hingga 1 Juta Rupiah tergantung tingkat kesulitan pembuatan dan warna coraknya

Indah Sekali bukan???

Contoh Corak Tenun Ikat Maumere

Oke seperti itu saja proses pembuatan Tenun Ikat Maumere. Semoga bermanfaat yah bagi yang sedang ingin mengetahui bagaimana proses pembuatannya... Jangan lupa kunjungi Kota Maumere of Flores ini ya jika kamu ingin mengenal lebih dekat Tenun Ikat Maumere.

See You On The Next Post... 😊
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Haloo... Jumpa lagi setelah berbulan-bulan lamanya ga pernah posting. 

Sebenernya jadwal kerja lagi ga padat sih cuma belum ada moment yang pas aja untuk dijadikan bahan tulisan. Ntar jadinya postingan menye-menye lagi 😂

Jadi setelah berbulan-bulan yang lalu saya daftar jadi Volunteer Trash Hero Maumere akhirnya minggu kemarin kami ada kegiatan juga yaitu "Pembagian Masker kepada Para Pedagang di Pasar". Kegiatan ini adalah langkah Trash Hero dalam mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penularan Virus Covid 19. Postingan ini juga sebagai reminder bahwa tahun 2020 ini Negara kita lagi dilanda sebuah Pandemi yang bernama Virus Corona. Dan virus ini sudah memakan ratusan ribu korban jiwa di seluruh dunia. Saya berharap semoga pandemi ini segera berakhir. Amin...

Kembali ke kegiatan Trash Hero Maumere, jadi minggu kemarin kami telah membagikan masker di 3 Pasar Utama di Kota Maumere yaitu Pasar Alok, Pasar Geliting dan Pasar Wairkoja. Sambutan pedagang sangat antusias dalam menerima masker tersebut. berikut adalah beberapa foto kegiatannya, check it out :









 

 



Itulah beberapa foto kegiatan Pembagian Masker minggu kemarin, lebih banyak selfie-selfienya sih hehe... Semoga Bermanfaat ya untuk para pedagang semuanya... See You on The Next Post.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Aku membuka pintu kamarku lebar-lebar pagi ini, hanya untuk membiarkan hawa sejuk pagi memenuhi mengisi kamar.
Jarum jam masih di angka 6. 
Aku duduk di teras kamar.
Desau angin pagi masih cukup dingin menggigit kulit, tapi aku menikmatinya. 
Aku jarang menikmati momen ini.
Meskipun aku begitu menyukainya.
Keadaan membuatku tak bisa sering melakukannya. 
Sekarang keadaan sudah berubah aku akan selalu bisa melakukannya. 

Beberapa malam yang lalu bulan bersinar begitu indahnya.
Akan lebih indah jika aku bisa melihatnya bersamamu.
Memandangi bulan sampai bosan.
Memandangi Sunrise dan Sunset yang indah. 

Aku mengingat semua kejadian yang telah terjadi setahun belakangan ini.
Betapa aku sudah berusaha. Tapi hasil yang ku dapat jauh dari kata baik.
Betapa kenyataan itu memukulku kuat hingga untuk berdiri tegak saja perlu banyak usaha.
Perlu beberapa waktu untuk menyadari bahwa apa yang telah ku genggam telah terlepas.
Bahwa aku telah gagal. 

Iya, aku telah berjanji akan menjalani dan menikmati kehidupan sebaik-baiknya disini. 
Awalnya mudah, tapi waktu berlalu dan kekosongan itu hadir. 
Aku menyadari bahwa aku berpura-pura tegar.
Berpura-pura bahwa ini akan baik-baik saja.
Berpura-pura bahwa aku kuat.
Dan ternyata tidak.
Aku tidak sedang baik-baik saja. 

Karena betapa mengingatmu saja terasa salah.
Betapa terlalu hancurnya aku hingga berkeping-keping.
Betapa terlalu banyak waktu yang ku habiskan hanya untuk menyalahkan diriku sendiri atas kehilanganmu. 

Dan beberapa waktu lalu kamu yang lain tiba-tiba hadir. 
Memberikan secercah harapan lagi .
Dan aku terlalu lugu dan berpura-pura positif, aku berpegang pada harapan tipis itu. 
Tetapi lagi-lagi harapan tipis itu putus. 
Dan aku harus kembali patah. 

Aku berpikir entah harus berapa kali lagi terluka. 

Aku membayangkan aku sekarang aku ingin berada di pantai.
Mencari ketenangan dengan mendengarkan deburan ombak.
Merasakan butiran pasir menyentuh lembut kakiku.
Atau sekedar melihat bulan, membiarkan semua kenangan terputar dalam benak.
Memilih antara melupakan atau mengenang? 

Memoar Pagi, 06.00 WITA


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
07 Oktober 2019 07.20 WITA. Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Kota Maumere

Tebak saya dimana sekarang?
Yep... Di Kota Maumere. Dalam hidup saya tidak pernah ada pikiran terlintas akan menghabiskan sebagian episode hidup saya disini. Takdir membawa saya kesini dan saya akan berusaha mencintainya. Pertama kali tiba, saya excited akhirnya setelah sekian lama saya bisa keluar sejenak dari Kota Kelahiran saya. Dan disinilah saya untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Setelah pengumuman penempatan di Jakarta kemarin kami hanya diberikan waktu 2 hari untuk pulang ke rumah dan pada tanggal 07 Oktober 2019 sudah harus berada di tempat tugas baru.

Bulan pertama aku disini "Bludee (Motor Matic Biru Kesayangan) " belum dikirim dr rumah. Jadi terpaksa kemana-mana ngojek gaes. Tapi tenang aja disini tarifnya jauh-dekat harganya Goceng. Tapi emang sih disini kemana-mana dekat. Kota Maumere kecil gaes ga kayak Kota Ambon. Awal disini terserang Home Sick. Ini kali pertama aku harus merantau lagi setelah hampir 10 tahun pulang ke Kota Ambon. Dan aku ditempatkan di kota kecil. Maklum lah sudah biasa di kota besar apa-apa ada akses gampang, hiburan banyak, kegiatan seabrek. Begitu tiba disini jadi mati gaya, ga tau mau ngapain kalo weekend. Untungnya masih ada pantai-pantai cantik disini. Biasa kalo udah suntuk aku senang ke pelabuhan ngeliatin penumpang-penumpang, ngeliatin kapal-kapal, ngeliatin penjual-penjual makanan, atau sekedar moto-moto objek yang ga jelas.  Yah sedikit mengobati kebosanan sih.

Mungkin karena masih baru saya sering euforia liatin penumpang yang bejibun itu. Saya sering mikir mereka pasti melakukan perjalanan ini dnegan seabrek tujuan misalnya mau balik ke kampung halaman, atau mau bertemu orang tua, bertemu suami/istri, atau anak, atau mau kerja, atau memang sekedar ingin traveling aja. Saya suka ngelihatin ketika Kapal datang begitu banyak kesibukan di pelabuhan. Ada kami petugas embarkasi yang sibuk, ada para buruh-buruh bagasi yang berlomba-lomba untuk naik ke kapal, ada penjual-penjual makanan yang juga berlomba mendapatkan pelanggan, ada para petugas pengamanan dengan muka sangar mengatur antiran penumpang turun.

Dan ketika suling kapal ketiga terdengar, semua kegiatan di pelabuhan makin dipercepat agar segera selesai. Saya selalu suka melihat semua proses ketika kapal angkat jangkar dari pelabuhan. Dan ketika selalu ada pemandangan orang-orang yang mengantar tiba-tiba menangis melepas kepergian mungkin orang yang disayang.

Dan semua itu adalah pemandangan yang harus saya lihat mulai sekarang.

Hujan sudah berhenti waktunya saya pulang. See you on the next post.

Di Suatu Sore Sepulang Kantor


 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Hei... Bertemu lagi di Bulan Maret 2020, sudah ganti tahun rupanya... Time Flies So fast...

Saya ingin melanjutkan cerita Long Journey Start On August 2019 Part I 
Saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya sore ini di pukul 17.30 WITA dan diluar lagi hujan. Dan sambil menunggu hujan berhenti mari kita selesaikan cerita berlarut-larut ini.

...Saya excited karena ini bakal jadi kali pertama saya akan ke Ibukota Negara ini. Keinginan saya di masa lalu akhirnya tercapai. Tiba disana ternyata tak seindah bayangan saya gaes. Ibukota lagi dilanda polusi jadi semua sudut kota ditutupi langit abu-abu. Kami segera menuju Kantor Pusat PT. Pelni (Persero) untuk menandatangan kontrak kerja. Oh dan serunya lagi besoknya kami Inagurasi bersama Seluruh teman-teman dari BUMN yang lolos rekrutmen. Terharu beud bisa menyanyikan lagu Mars BUMN bareng Menteri Rini Sumarno. Inagurasi itu sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Bela Negara yang akan kami ikuti di Markas Marinir TNI AL di Cilandak selama 5 Hari. 

Kegiatan Bela Negara yang diikuti hampir 600 orang lebih punya kenangan tersendiri. Saya tetap gosong meskipun sudah memakai Sun Block SPF 50 wkwk. Gimana ga gosong kalo tiap hari dijemur di matahari. Udah kek cucian aja. Pakaian seragam yang cuma 1 stel harus dipakai 5 Hari. Kegiatan jurit malam yang menantang ketakutanku selama ini. Jujur aja aku sebenarnya penakut. Kalau diingat-ingat semua perjalanan saya membuat saya bersyukur diberikan kesempatan seperti itu. 

Setelah berakhirnya Kegiatan Bela Negara kami harus mengikuti Diklat Lanjutan di Kantor Pusat Pelni selama kurang lebih 2 Minggu. Ga ada yang menarik untuk diceritakan sih selain tiap hari terima materi dan di akhir hari harus Post Test. Oh man... 

Selama di Ibukota aku ngekos bareng temen-temen. Dan 2 minggu terakhir ngekos sendiri di daerah kemayoran. Dan saya bertemu seorang teman. Dia banyak mengajak saya jalan-jalan menunjukkan wajah Ibukota. Dengan hobi yang sama saya langsung cocok dengan dia. He helped me to choose the shoes that I wear now. Someday I wish that we will meet again. 

Kemana aja selama di Ibukota? Ke Ancol naik Bebek-bebek makan es krim, ke Kota Tua nonton konser disana, Ke Mangrove Pantai Indah Kapuk, Banyaknya nonton Bioskop. Lainnya ke kantor tiap hari ketemu macet, Naik Trans Jakarta, ke Tanah Abang hehe.

Aku ingat hari itu tanggal 02 Oktober 2019 adalah pengumuman SK Penempatan kami semua. Aku udah berhari-hari ga bisa tidur gara-gara mikirin akan ditempatkan dimana. Dan hari itu pun datang. Setelah nunggu sampai siang akhirnya kami diberikan SK Penempatan. Dan Taraaaa.... Aku ditempatkan Di...... (bersambung ke post selanjutnya) *biar kek Sinetron gitu wkwk 




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Holaa... Long time no see...
Maaf bukan saya tidak mau bercerita tapi rutinitas baru ini bikin saya sering pulang malam. Jadi akan saya ceritakan mengapa akhirnya saya baru post cerita lagi setelah hampir 3 bulan lamanya menghilang siapa tau ada yang kepo hehe... Btw ini bakal jadi kisah yang panjang jadi selamat membaca...

So hari ini tepat 5 bulan saya hijrah dari Kota kelahiran saya tercinta... 
Cerita ini bermula dari Bulan Maret tahun 2019. Dimana ada Perekrutan besar-besaran perusahaan-perusahaan BUMN di Indonesia diselenggarakan oleh FHCI bekerja sama dengan Kementerian BUMN. Iseng-iseng saya pun melamar. Memang tidak berekspektasi akan diterima sih, saya sadar bahwa masuk BUMN adalah salah satu kejadian yang mustahil dalam hidup saya. Karna yah kita sendiri tau sendiri bahwa BUMN itu masuknya susah. 

Tahap I dari perekrutan itu adalah Seleksi Adminitrasi. Standar dan saya masih lolos. Tahap ke 2 adalah Tes Asesmen Tata Nilai BUMN. Dimana saya dijadwalkan mengikuti Tes Online pada hari Jumat tanggal 29 Maret 2019. Saya ingat hari itu saya mengerjakan tes online di Musholla kantor lama saya. Karena disitu ada karpet dan suasananya tenang. Tes tersebut hanya 15 menit. Saya selalu menjadwalkan diri saya untuk memulai persiapan semua tes minimal 1 Jam sebelum tes dimulai. Mungkin periksa koneksi internet atau sekedar menenangkan hati dan mental agar tidak grogi *Ceileh... 

Pengumuman Tes Asesmen Tata Nilai BUMN di umumkan tanggal 2 Mei 2019. Jeda 2 bulan sampai saya lupa pernah ikut tes. Dan alhamdulillah saya lolos. Melaju ke Tahap 3 yaitu Tes Kemampuan Dasar. Saya lupa kapan tepatnya saya mengikuti tes tersebut. Yang jelas tesnya masih online dan saya tetap mendapat waktu tes pada hari kerja. Saya memilih Ruang Administrasi lama kantor saya untuk mengerjakan tes tersebut. Suasananya tenang, lebih ke arah nyeremin sih karna ruangan kosong di lantai 2. Tapi saya ga punya pilihan lain daripada di kamar mandi ya kan?? Pada akhirnya Ruangan itu jadi saksi bisu saya mengerjakan seluruh rangkaian tes-tes tersebut. Yang jelas pada tanggal 27 Mei 2019 saya diumumkan lolos Tahap 3. 

Tes selanjutnya Tahap 4 yaitu Tes Kemampuan Bidang dan kami boleh memilih 3 Perusahaan BUMN yang sesuai dengan minat kami. Saya memilih Perum Bulog sebagai pilihan I, PT. PELNI (Persero) sebagai pilihan ke II dan PT. Jasa Raharja untuk pilihan ke III. Kami di wajibkan untuk mengisi data diri untuk di seleksi lagi perusahaan mana yang cocok untuk kami. Dan eng ing eng... tanggal 13 Juni 2019 saya di umumkan lolos dan diberi kesempatan untuk Tes Kemampuan Bidang di PT. PELNI (Persero). Pada tahap ini tes dilakukan oleh PT. PELNI (Persero). Setelah registrasi ulang pada tanggal 19 Juni 2019 saya mengikuti Tes Kemampuan Bidang pada tanggal 28 Juni 2019. Dan lagi-lagi masih di hari kerja dan ruangan yang sama. 

Tanggal 01 Juli saya di umumkan lolos tahap 4. Saya sampai lupa ini sudah tahap ke berapa. Tahap 5 adalah Interview User Online dan Psikotest. Saya dijadwalkan mengikuti Interview Online via Aplikasi Zoom pada tanggal 4 Juli. Dan alhamdulillah saya masih lolos, dan dijadwalkan mengikuti Psikotest Online pada tanggal 08 Juli 2019. As you know bahwa saya tidak belajar Buku Psikotest sama sekali karena sibuk sekali dengan pekerjaan kantor. Saya pasrah saja dengan soal-soalnya hehe..

Saya lolos Psikotest dan masuk ke Tahap 6 alias tahap terakhir yaitu Medical Check Up pada tanggal 09 Juni 2019. Pada pagi itu saya jam 8 pagi masih dirumah Bapak saya bertanya mengapa belum ke kantor saya beralasan sedang ada kegiatan kantor di hotel. Saya akan ikut pada jam 9 pagi. The fact is saya minta ijin tidak masuk kantor hari itu karena pergi ke RS. Bhayangkari untuk melaksanakan Medical Check Up. Kami yang lolos sampai tahap itu dari Kota Ambon hanya tersisa 5 Orang. Ketika bertemu teman-teman bercerita tentang betapa mereka semua berangkat dengan doa restu orang tua untuk tes tahap akhir ini. Saya sedikit sedih karena saya tidak bilang orang tua saya sama sekali ketika mengikuti rekrutmen ini. Yah saya takut mengecewakan mereka kalo saya gagal lagi kali ini. Makanya saya tidak bilang-bilang. Medical Check Up berjalan kurang lancar karena hanya saya yang matanya minus dan kalo kalian mengikuti blog ini pasti tau kalo saya baru sembuh dari sakit. Yah pokoknya stelah tes itu saya pulang dengan perasaan sangat sedih dan kecewa karena saya tau bahwa saya pasti gagal. Saya melajukan motor ke Bioskop dan memanfaatkan sisa hari itu dengan nonton film menghibur diri. Setidaknya hanya saya sendiri yang sedih bukan orang tua saya. 

Saya mulai move on dan berusaha melupakan tes itu dengan menjalani hari-hari seperti biasa lagi. Saya tidak berharap banyak. Akhirnya pada tanggal 31 Juli 2019 pukul 3 dini hari setelah gelisah, hopeless, tidak bisa tidur akhirnya pengumuman itu keluar. Nama saya ada sebagai salah satu yang lolos dan menunggu untuk Pelaksanaan Inagurasi. Saya lolos sebagai Calon Pegawai di PT. PELNI (Persero). Saya tersenyum dan tidur kembali. Esoknya saya ke kantor seperti biasa dengan perasaan campur aduk. Saya senang karena setelah sekian lam tes itu akhirnya saya menang. Saya excited menunggu waktu kapan tepatnya harus memberitahu orang tua saya yang tidak tau sama sekali bahwa anaknya selama ini ikut tes dan telah lolos. Saya sedih juga akan resign meninggalkan pekerjaan yang hampir 2,5 Tahun saya geluti. Pokoknya campur-campur. 

Pulang kantor jam 6 sore tanggal 01 Agustus 2019 saya memanggil bapak dan mama saya. Saya memberitahu bahwa saya akan resign dari kantor dan berangkat ke Jakarta. Reaksi pertama mereka heran kenapa saya resign? Kedua mereka bilang jangan-jangan saya tertipu pekerjaan palsu. Haha... harusnya waktu itu saya videokan reaksi kaget mereka. Setelah menerangkan cukup alot akhirnya mereka percaya bahwa saya lolos dan merasa senang. Mereka bertanya mengapa saya tidak pernah bilang kalo sedang ikut tes. Dan saya sudah menjawab pertanyaan itu pada cerita di atas. 

Setelah pengumuman itu saya masih pergi ke kantor dan belum memberitahu kabar itu ke teman-teman kantor. Tanggal 17 Agustus 2019 adalah hari terakhir saya bekerja di Karantina Pertanian Ambon. Setelah mengikuti Upacara gabungan di kantor BPTP saya kembali ke kantor sendirian dan kehujanan untuk membereskan berkas-berkas saya. Setelah semua beres, Saya naik ke lantai 2 dan masuk ke Ruangan Administrasi lama tempat saya melewati tes demi tes. Saya turun kembali mengelilingi bangunan kantor dan menyapukan pandangan di seluruh ruangan yang saya tempati selama bekerja disana. Saya berusaha merekam semua kenangan tempat itu. Saya tau saya tidak akan kembali lagi kesana. Sedih sih biar bagaimanapun tempat itu telah menempa saya menjadi sosok yang lebih kuat dan tabah. Saya mengambil cuti 2 minggu dan terhitung resign pada tanggal 01 September 2019. 

Saya diberitahu untuk mengikuti Inagurasi ke Jakarta pada tanggal 23 Agustus 2019 daaan.... 
Cerita Part I ini sampai disini karna Perjalanan Jauh ini baru saja di mulai bersambung ke Long Journey Start On August 2019 Part II... 

Kantor Pusat PT. Pelni (Persero)








Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Maafkan ke-kurang-ajaran saya

Merasa sudah memilikimu, 
Padahal tidak

Merasa juga disayangimu,
Padahal hatimu juga saya tak pernah tau

Kau adalah pertanyaan yang selalu berakhir sebagai pertanyaan lainnya

Tak ada jawaban, semuanya misteri

Namun, 
Saya bertahan karena untuk pergipun terlalu enggan dilakukan

Se-keras kepala itu lah saya menyayangimu...



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Saya tidak suka harus berhubungan dengan orang yang saya benci atau dengan orang yang selalu menorehkan luka untuk saya. Saya akan selalu memblokir mereka dari hidup saya dengan tidak memberikan akses komunikasi apapun. Itulah saya kalau benci selamanya akan tetap benci. Mungkin baru bertahun-tahun kedepan luka saya sembuh tapi hubungan yang pernah kami punya dulu tidak akan pernah sama lagi. Saya akan selalu menganggap dia seperti orang asing. Dan saya akan selalu menolak dihubungi dengan cara apapun. Saya orang yang selalu memberikan kesempatan ketika kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik. Saya tau bahwa ketika kita berharap satu kesempatan pada orang lain dan dia tidak memberikannya rasanya sangat kecewa sekali. Saya pernah merasakannya, maka tanpa dia harus bilang, biasanya saya akan menelan ego saya dan memberikan dia satu kesempatan. Saya belajar memaafkan tapi saya tidak akan pernah melupakan. Satu hal yang mereka selalu luput tentang saya adalah ketika saya membuat keputusan saya tidak akan pernah menyesal atas keputusan yang sudah saya buat. Maka itu ketika saya membuat keputusan saya akan betul-betul memikirkannya matang-matang. Saya keras hati, saya kepala batu. Tapi saya tidak akan pernah menyesal dengan keputusan yang saya buat dalam hal apapun. Ketika saya memutuskan untuk melangkah maka saya tidak akan pernah lagi menoleh ke belakang apapun alasannya. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Eh ini bukan persoalan mendambakan manusia loh ini cuma perasaan mendamba dan merana harus lewat tempat itu setiap hari tapi tidak bisa memiliki tempat itu. Maaf belum bisa menyertakan foto dari tempat yang saya dambakan itu, tapi kalo ada kesempatan pasti aku kesana untuk fotokan. 

Jadi gini, yang pernah baca postku sebelumnya saya pernah menceritakan betapa saya senang sekali bisa punya rumah yang membelakangi pantai. Supaya bisa lihat sunset atau sunrise setiap hari. And I found that place. Lokasinya ada disebelah Rumah Makan Ikan bakar di Poka. I thought it was the best place for build my future home. Menghadap langsung ke arah laut. Dan benar-benar tersiram cahaya matahari. Jadi karena kantor dan lokasi tempat itu searah jadi saya setiap hari melewatinya. Dan benar-benar mendambakan tempat itu as mine. But I know it will never happen. Saya senang sekali bisa melihatnya setiap hari. Ketika melewati tempat itu sebuah rumah lengkap dengan suami dan anak-anak tiba-tiba tergambar jelas di benak saya. Anak-anak yang bermain di pekarangan belakang. that was so sweet. Semoga suatu hari nanti jika saya tidak bisa memiliki tempat itu maka saya akn digantikan dengan tempat yang lebih baik. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Halo... Pembaca maaf banget ini late post. Ini adalah salah satu kegiatan Komunitas Molucas Coastal Care pada 27 April lalu, saya baru sempat untuk mendokumentasikannya hehe...

Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami para pemuda-pemudi Kota Ambon terhadap kondisi lingkungan di sekitar pesisir pantai di Maluku. Dan kegiatan kali ini berlokasi di Pantai Pesisir Batu Merah. Dalam kegiatan ini kami mendapatkan bantuan dari Kodim 1504/Ambon, Bapa Raja Negeri Batu Batu Merah beserta Pemuda-pemuda sekitar kawasan Desa Batu Merah, kami juga dibantu oleh Komunitas-komunitas peduli lingkungan se-Kota Ambon. Seperti PADIS Unpatti, American Corner Unpatti, Warung Prancis Unpatti, Komunitas Coral Triangle Center, Komunitas Instanusantara Amboina, Komunitas Indoruners Ambon dan masih banyak lagi Komunitas-komunitas yang turut hadir bersama kami pada pagi itu. Kurang lebih 300 orang. Kami menyediakan 300 Karung ukuran 50Kg, sarung tangan dan masker sebanyak kurang lebih 500buah. Disitu saya baru menyadari bahwa betapa sangat banyak orang yang sebenarnya masih mau untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya. 

Buktinya dengan kehadiran mereka disana membantu kami, kami bahkan tidak menyiapkan konsumsi secara khusus. Sangat terharu sekali. Dalam kegiatan ini kami juga mengajak anak-anak dilingkungan sekitar pesisir untuk bersama-sama mempelajari tentang sampah plastik sambil mewarnai dengan tema " Jangan Membuang Sampah di Laut". Sembari kami membersihkan sampah, teman-teman dari Mahasiswa Kedokteran Universitas Pattimura memeriksa kesehatan masyarakat kawasan pesisir tersebut. Sekian Cuap-cuap kali ini dibawah ini saya dokumentasikan beberapa foto kegiatan ini. 


Teman-teman Mahasiwa Kedokteran Universitas Pattimura Ambon
 sedang Memeriksa Kesehatan Masyarakat Kawasan Pesisir Batu Merah 
Anak-anak Kawasan Pesisir Batu Merah Memamerkan Hasil Karya Mewarnai 


Kegiatan Mengumpulkan Sampah





Bersama teman-teman dari Komunitas Indorunners Ambon

Bersama Duta Maritin Indonesia Maluku 2018







Bersama Semua Volunteer Moluccas Coastal Care 

Terima Kasih Semua Lapisan Masyarakat Provinsi Maluku. Kalian semua Luar Biasa. 
#Save Environmental
#Save Marine Life
#Save Next Generation
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hai... Gimana kabarnya guys?? ini sudah pertengahan bulan april 2019. Bertepatan dengan sehari setelah Pemilu 2019. Saya berpikir bahwa jika kami masih berteman maka dia akan membahas Pemilu ini habis-habisan. Kadang saya merindukan pemikirannya yang kritis dan tidak membosankan ketika membahas tentang politik. Setelah dia tidak bersama saya lagi saya jadi tidak menyukai apapun tentang politik. okeh life must go on... Next...

Pada hari kejepit nan entah kenapa bikin males kerja ini (besok libur lagi guys hari paskah assek...) saya ingin bercerita dikit sih tentang hari-hari kemarin. Tahun ini saya memutuskan untuk ikut 2 komunitas baru yaitu Komunitas Buka Lapak Ambon dan Komunitas Molucas Coastal Care. Hal ini semata-mata karena saya ingin membuka pergaulan baru dan menambah teman baru. Saya ingin punya kegiatan lain dan berguna di tahun ini. Dan motif terselubungnya adalah saya ingin membuka market share baru untuk dedaunan hehe... Dedaunan pertama kali ikut pameran minggu lalu di Kegiatan Molucas Coastal Care. Sambutannya baik, saya berhasil menjual sekitar 7 Paket tanaman, 4 paket berkebun saya putuskan untuk dibagikan secara gratis untuk anak-anak PAUD yang juara 1 lomba mewarnai. Yah itung-itung untuk promosi. Saya berharap Dedaunan akan lebih dikenal masyarakat.

Saya akhir-akhir ini sering bertanya-tanya sendiri, apa impian yang saya miliki mustahil diwujudkan? dan mengapa begitu banyak orang yang menertawakannya? Seolah-olah mengatakan bahwa saya gila. Saya hanya ingin bersyukur. Memang mungkin kami tidak ditakdirkan bersama. Betapa saya terlalu baik untuk dia. Dan saya agak sedikit kecewa karena selalu diberikan "bekas". Tuhan membuka mata saya, bahwa dia tidak pantas untuk saya. Betapa terlalu banyak yang sudah saya korbankan. Tuhan perlahan menunjukkan siapa dia sebenarnya. Dan saya menyadari bahwa dia bukanlah orang yang ingin saya temani sampai nanti.  Saya salah.

Seorang teman mengatakan hal yang baik kepada saya, ketika saya selesai menceritakan kisah saya, dia berkata " Jika kamu diremehkan orang lain berdoalah semoga kamu akan mendapatkan orang yang tidak akan pernah meremehkan kamu lagi, jangan berdoa semoga dia tertimpa hal buruk karena tanpa kamu berdoa Tuhan akan selalu lihat. Tuhan akan selalu tau.

Ada begitu banyak kekurangan saya yang mereka sebutkan seolah-olah mereka tidak memikirkan kekurangan mereka sendiri. Saya hanya tersenyum tanpa melakukan pembelaan atas diri saya yang mereka hina. Yah yang mereka sebutkan betul kok. Saya tidak mengingkari hal itu. Tuhan tau semuanya. Tuhan tidak tidur. Saya percaya akan digantikan yang terbaik. Saya percaya apa yang sudah saya lakukan kepada orang lain akan selalu dibalas dengan cara yang sama. Saya hanya harus melupakan dia.

Sekarang saya hanya ingin menjalani hidup saya dengan baik dan menunggu "Dia" yang tepat bagi saya.

Maaf ngelantur banget iniii.... ini ada beberapa foto-foto keseruan dari acara Molucas Coastal Care yang saya ikuti. Sekilas komunitas ini adalah komunitas yang bergerak untuk menyelamatkan pesisir dari bahaya sampah dan limbah kegiatan manusia. Saya sebagai relawan. Dan ini adalah pekerjaan sosial petama saya. Saya senang untuk itu. Saya sekarang memiliki banyak teman baru. Saya banyak bertukar pikiran untuk penyelamatan pantai. So... check this photos.


Stand Dedaunan di Kegiatan Komunitas MCC

Lomba Mewarnai dengan tema Laut


Paket Tanaman Bambu Hoki


Paket Berkebun untuk anak-anak 

Saya dan teman-teman baru 

Saya berjanji suatu hari nanti saya akan berdiri dipuncak dan semua orang yang pernah meremehkan saya dan menyebutkan semua kekurangan saya akan menyesal dan membayar mahal atas semua perkataan jahat yang mereka katakan. Innallaha Ma'ana Dian...☺
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  Maret (3)
      • Senandika Senja
      • Mozaik Cinta
      • Pare, I'm In Love
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Pare's Journal
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Sebuah Frasa
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...
  • Terima Kasih
    Untukmu; seseorang yang meninggalkanku Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bis...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose