Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "



22 Maret 2026 

Tanggal perkiraan kamu lahir. Harusnya kalau kamu masih ada maka hari ini menjadi menjadi hari yang paling membahagiakan, karena Kakekmu, Nenekmu, Ayahmu, Kakakmu dan Tantemu sedang berkumpul bersama kami disini. At least Mamamu tidak kesepian karena rumah jadi ramai dan mamamu bisa makan masakan nenekmu yang sudah lama mama tidak pernah makan. Kamu tau dek kadang mamamu juga lelah jadi orang dewasa dan kadang-kadang ingin menjadi anak kecil lagi yang hanya perlu mikirin makan, tidur dan sekolah setiap hari. But mamamu sudah dewasa kan? Mamamu punya banyak tanggung jawab. 

Mama pernah mendengar 1 tausiyah katanya kalau ada kita memiliki janin yang keguguran kita harus menamainya seperti cucu nabi. Karena menurut perasaan mama kamu adalah laki-laki maka mama menamaimu " Hasan ". Semoga kamu setuju ya dengan nama ini. Mama mungkin akan cerita sedikit tentangmu. Tentang kamu yang pertama hadir di hidup mama. 

Dear Hasan... 
Mama minta maaf. 1 bulan sebelum kamu dinyatakan ada oleh dokter mama memiliki banyak sekali kesibukan di kantor. Mama memiliki jadwal tidur yang berantakan karena kakakmu selalu tidur larut malam. Sore itu mama periksakan kamu ke dokter karena seperti kejadian kakakmu tempo lalu mama nge-flek, dokter bilang usiamu sudah 4-5 minggu. Dan dokter menyatakan kamu ada, jantungmu berdetak. Kamu tau seperti apa perasaan mama? Senang sekali. Kamu datang lebih cepat dari perkiraan mama. But dokter bilang detak jantungmu lemah. Dalam hati mama merasa sangat sedih dan khawatir. Mama berpikir kamu kenapa didalam perut mama? Mama berpikir apa kamu sedang kesakitan? Mama hanya bisa minum semua obat yang diberikan dokter untuk menyembuhkanmu dan mencoba istirahat. Mama berharap kamu akan baik-baik saja didalam sampai waktu kita bertemu.  

1 Bulan kemudian jadwal kunjungan ke dokter tiba, sore itu mama, ayah dan kakakmu ikut memeriksakanmu dan berita buruk itu tiba. Dokter menyatakan detak jantungmu sudah tidak ada. Kamu tau bagaimana perasaan mama saat itu dek? Frezze. Beku. berusaha mencerna kata-kata dokter. Kamu meninggalkan mama di usia 5-6 minggu. Dan setelah itu untuk pertama kali dalam hidup mama, mama merasakan meja operasi untuk mengeluarkanmu dari perut mama. Rasanya pedih dek. Harusnya di hari ini Bulan Maret 2026 kita bisa berkumpul bersama. Kenapa kamu memilih pergi? 1 pertanyaan itu berulang terus di benak mama tapi tidak pernah terjawab. Berbulan-bulan sejak kamu pergi mama hanya bisa menyalahkan diri mama yang tidak bisa menjagamu. Mama tidak tau apakah kita akan bertemu lagi nanti. 

Dear Hasan, My Second Baby...

I'm sorry my love was not enough to make you see the light, 
I may not have held you in my arms but I held you in my heart from the very beginning. 
Though I didn't get to see you grow, 
Though you never walked beside me under the sun or the moon, 
though I didn't make you to saw sunrise and beautifull sunset, 
though I didn't make you to taste the sweetness and bitterness of life.
But baby you will forever be apart of who I am. 
I will carry you with me always - in my thought, in my dreams and in every step that I take. 
And even if the world never knew your name, you will always be someone I will never forget. 
In God's perfect timing, please find your way back to me soon. 

Nak hadirlah lagi dalam versi yang lebih sehat dan kuat untuk bertemu mama ya, Janji dek...

Hasan... the ones forever remembered 💝


N.B. 25 Maret 2026, tulisan ini ditulis untuk mengenangmu Hasan. dan untuk memperingati International Day of the Unborn Child. Hope God always gave happiness for every mom in the world who lost their unborn child. 



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Aku membuka pintu kamarku lebar-lebar pagi ini, hanya untuk membiarkan hawa sejuk pagi memenuhi mengisi kamar.
Jarum jam masih di angka 6. 
Aku duduk di teras kamar.
Desau angin pagi masih cukup dingin menggigit kulit, tapi aku menikmatinya. 
Aku jarang menikmati momen ini.
Meskipun aku begitu menyukainya.
Keadaan membuatku tak bisa sering melakukannya. 
Sekarang keadaan sudah berubah aku akan selalu bisa melakukannya. 

Beberapa malam yang lalu bulan bersinar begitu indahnya.
Akan lebih indah jika aku bisa melihatnya bersamamu.
Memandangi bulan sampai bosan.
Memandangi Sunrise dan Sunset yang indah. 

Aku mengingat semua kejadian yang telah terjadi setahun belakangan ini.
Betapa aku sudah berusaha. Tapi hasil yang ku dapat jauh dari kata baik.
Betapa kenyataan itu memukulku kuat hingga untuk berdiri tegak saja perlu banyak usaha.
Perlu beberapa waktu untuk menyadari bahwa apa yang telah ku genggam telah terlepas.
Bahwa aku telah gagal. 

Iya, aku telah berjanji akan menjalani dan menikmati kehidupan sebaik-baiknya disini. 
Awalnya mudah, tapi waktu berlalu dan kekosongan itu hadir. 
Aku menyadari bahwa aku berpura-pura tegar.
Berpura-pura bahwa ini akan baik-baik saja.
Berpura-pura bahwa aku kuat.
Dan ternyata tidak.
Aku tidak sedang baik-baik saja. 

Karena betapa mengingatmu saja terasa salah.
Betapa terlalu hancurnya aku hingga berkeping-keping.
Betapa terlalu banyak waktu yang ku habiskan hanya untuk menyalahkan diriku sendiri atas kehilanganmu. 

Dan beberapa waktu lalu kamu yang lain tiba-tiba hadir. 
Memberikan secercah harapan lagi .
Dan aku terlalu lugu dan berpura-pura positif, aku berpegang pada harapan tipis itu. 
Tetapi lagi-lagi harapan tipis itu putus. 
Dan aku harus kembali patah. 

Aku berpikir entah harus berapa kali lagi terluka. 

Aku membayangkan aku sekarang aku ingin berada di pantai.
Mencari ketenangan dengan mendengarkan deburan ombak.
Merasakan butiran pasir menyentuh lembut kakiku.
Atau sekedar melihat bulan, membiarkan semua kenangan terputar dalam benak.
Memilih antara melupakan atau mengenang? 

Memoar Pagi, 06.00 WITA


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Maafkan ke-kurang-ajaran saya

Merasa sudah memilikimu, 
Padahal tidak

Merasa juga disayangimu,
Padahal hatimu juga saya tak pernah tau

Kau adalah pertanyaan yang selalu berakhir sebagai pertanyaan lainnya

Tak ada jawaban, semuanya misteri

Namun, 
Saya bertahan karena untuk pergipun terlalu enggan dilakukan

Se-keras kepala itu lah saya menyayangimu...



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Untukmu; seseorang yang meninggalkanku
Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bisa membuatku sadar bahwa kau memang bukanlah yang terbaik.

Apa kau ingat doa yang kau ucapkan sebelum pergi meninggalkaku?
" Iya, kau pernah berujar, semoga aku bisa mendapatkan seseorang yang benar-benar ikhlas mencintaiku, seseorang yang tak akan pernah meninggalkanku, seseorang yang selalu setia berdiri untuk menghadapi segalanya bersama-sama"

Sekali lagi, terima kasih kuucapkan. Karena meski aku dibuat patah olehmu, Tuhan tetap mendengar doa-doa baikmu itu.

Air mata yang tadinya senantiasa turun tak terbendung karenamu, kini telah berganti senyum bahagia bersama seseorang yang baru.

Aku sudah sembuh sebagai seseorang yang berhasil meniadakan namamu.

Sebagai seseorang yang telah ditemukan oleh seseorang yang padanya aku yakin tak akan pernah ditinggalkan.

Dan segala kesalahanmu telah aku maafkan.

Sekarang, aku sudah dengannya.
Sekarang, aku sudah bahagia.

Keputusanmu untuk pergi adalah skenario terbaik dari Tuhan agar aku dipertemukan dengan seseorang yang tulus aku cintai dan juga mencintaiku.

Terima Kasih.




Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu,
tapi itu kemarin

Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai terlelap,
tapi itu kemarin

Saya pernah melamun tentang bagaimana jika kelak kita hidup bersama,
tapi itu kemarin

Saya pernah menjadi seseorang yang selalu mendoakanmu,
tapi itu kemarin

Saya pernah menjadi bingung dan linglung ketika kamu tak ada, dan saya terus membisiki diri sendiri kalo kamu akan kembali, se-keras kepala itu saya menyayangimu,
tapi itu kemarin

Dan untuk pernah-pernah yang lainnya, Iya, saya pernah
tapi itu kemarin

Sekarang, saya menangis untuk menangisi kebodohan saya yang pernah menangisimu

Sekarang, saya bukan lagi seseorang yang peduli untuk setiap pesanmu

Terima kasih, karenamu saya berhasil menjadi sekuat-kuatnya manusia


Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Aku mengingatmu dalam benak, 

Saat ku lihat titik air hujan menghujam bumi

Lembut, cepat dan berkesan

Aku mengingatmu dalam benak,

Saat ku lihat pelangi terbias di kaca jendela

Berwarna, manis dan misterius

Aku mengingatmu dalam benak,

Saat ombak menghantam pantai yang berkarang

Kuat, terpecah dan merusak

Aku mengingatmu dalam benak,

Saat ku lihat lilin di ruang gelap

Bercahaya, terang dann meneduhkan

Dan kau adalah samudera

Aku adalah langit

Memeluk dunia kita berdua.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Langkah Jam berderak cepat tak mau menungguku yang tak ingin waktu beranjak
120 menit terasa bergulir terlalu cepat
Aku masih ingin disini, di sampingmu
Aku benci harus tertawa dalam sedih

Orang-orang itu berjalan cepat-cepat mendorong troli dengan banyak beban
Sepertinya sibuk sekali mengejar waktu
Berisik !
Apa aku harus berteriak agar mereka berhenti?
Aku masih ingin disini, di sampingmu
Masih ingin membekukan wajahmu dalam benak

Sudah 10 menit tulisan Waiting room itu berganti Boarding
Argh… Berisik !
Tidak bisakah mereka menunggu sebentar lagi?
Aku masih ingin disini, di sampingmu
Masih ingin menikmati tawamu dalam-dalam

Suara panggilan Final Call bersahut-sahutan
Ia, ia… Aku dengar, aku tidak tuli
Aku akan naik sebentar lagi, tidak bisakah menunggu?
Karna Aku masih ingin disini, di sampingmu
Masih ingin merekam suaramu dan menyimpannya dalam memori

Benda ini hanya membutuhkan 2 jam untuk membuatku terpisah ribuan mil lagi darimu
Tak bisakah kau menghentikan mereka agar tak membawaku pergi?
Aku masih ingin disini, di sampingmu
Dan aku benci melihatmu melambaikan tangan

Aku sudah di angkasa sekarang
Tak bisa lagi menatapt wajahmu
Tak bisa lagi melihatmu tertawa
Tak bisa lagi mendengar suaramu

Cuma bisa menatap keluar lewat jendela kaca yang sempit ini
Cuma bisa melukis wajahmu di gumpalan awan biru
Cuma bisa merasakan senyummu lewat cahaya mentari
Cuma bisa memutar kembali memori tentangmu dalam benak

I Hate Departure !
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Kita tahu

Kita percaya bahwa rasa itu tumbuh sekian lama

dan bernaung dalam hati

menunggu detik agar mewujudkannya menjadi kata, kalimat hingga suara

Aku tak peduli bila ruang harus menyekat cinta

Dan aku mencoba menyeru pada detik agar temukan kita di esok hari

Aku tiada peduli meski malam tak berbulan sekalipun 

Ruang masih saja menyekat cinta

Dan aku masih saja mencoba menyeru pada detik agar mempertemukan kita di altar 

kebahagiaan

Aku tak peduli bila langit menggulung mendungnya 

dan menghujam bumi dengan ribuan rintik

Lalu laut mengamuk menyapu karang 

Tanah terkuak tenggelamkan harapan - harapan besar

Selelah apapun mataku mencarimu

Selelah apapun telinga meraba udara mencari suaramu 

Selelah apapun kaki berjalan,

mengukir jejak mengejar bayangmu

Apapun yang terjadi

Cinta akan tetap berada dihatiku

Untukmu
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  Maret (3)
      • Senandika Senja
      • Mozaik Cinta
      • Pare, I'm In Love
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Pare's Journal
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Sebuah Frasa
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...
  • Terima Kasih
    Untukmu; seseorang yang meninggalkanku Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bis...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose