Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "

Tenun Ikat Maumere di Tanjung Kajuwulu

Hai kembali lagi dengan saya disini...

Weekend minggu lalu saya isi dengan mengikuti sebuah kelas mewarnai Tenun Ikat Maumere. Kelas ini diisi dengan perkenalan singkat Tenun Ikat Maumere oleh Kak An. Kak An adalah seorang penenun asal Maumere yang sudah banyak memamerkan hasil karyanya di Pameran Tenun Ikat Level Nasional. Suatu kehormatan bagi saya untuk mendapatkan langsung pelajaran mengenal Tenun Ikat Maumere dari beliau.

Disini saya akan menerangkan secara singkat tahap demi tahap dalam membuat selembar  Kain Tenun Ikat Maumere. Mohon para penenun dan ahli bisa mengkoreksi jika ada tahap yang salah saya terangkan, maklum saya masih awam CMIIW. 

Okeh, pertama-tama berdoa dulu... hehe... 😆 Oke pertama-tama adalah tahap pemilihan benang yang akan ditenun yaitu dipilih dari jenis Benang Katun. Benang Katun direntangkan kemudian di cuci di air yang mengalir untuk menghilangkan zat lilin yang masih terkandung dalam benang tersebut. Tahap selanjutnya adalah Tahap Pewarnaan. Pewarnaan disini masih memakai pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan. Seperti yang kami praktekkan disini adalah membuat warna coklat dari Kulit Pohon Mahoni dan warna hijau berasal dari Daun Pohon Ketapang. Berikut footagenya :


Kulit Pohon Mahoni di Rebus dalam Air untuk menghasilkan warna coklat
Penulis bersama Kak An sedang Membuka Ikatan Benang Katun sebelum Proses Pewarnaan 

Proses Pencelupan Benang Katun kedalam Air Rebusan Kulit Pohon Mahoni


Proses Pengadukan Daun Pohon Ketapang untuk Menghasilkan Warna Kuning
Daun Pohon Ketapang di cacah kasar direbus bersama air hingga mendidih dan di campur dengan air rebusan tawas untuk menghasilkan warna kuning yang lebih pekat 

Warna Kuning yang pekat berasal dari rebusan Daun Pohon Ketapang dan Tawas

Ini adalah benang warna coklat kemerahan dan kuning setelah proses pewarnaan

Setelah proses pewarnaan benang yang sudah diwarnai kemudian di jemur dan seperti inilah jadinya benang yang sudah kering. Benang biasanya di celup di dalan air warna berkali-kali atau di rendam semalaman untuk mendapatkan warna yang lebih pekat.


Mama-mama penenun sedang menggulung benang yang sudah diwarnai

Setelah kering benang kemudian digulung menjadi bulatan-bulatan seperti ini

Benang Tenun tadi kemudian di tenun oleh penenun selama kurang lebih sebulan. Dan ini adalah beberapa Tenun Ikat Maumere karya Kak An.

Harga Tenun Ikat Maumere ini berkisar antara 700 Ribu hingga 1 Juta Rupiah tergantung tingkat kesulitan pembuatan dan warna coraknya

Indah Sekali bukan???

Contoh Corak Tenun Ikat Maumere

Oke seperti itu saja proses pembuatan Tenun Ikat Maumere. Semoga bermanfaat yah bagi yang sedang ingin mengetahui bagaimana proses pembuatannya... Jangan lupa kunjungi Kota Maumere of Flores ini ya jika kamu ingin mengenal lebih dekat Tenun Ikat Maumere.

See You On The Next Post... 😊
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Haloo... Jumpa lagi setelah berbulan-bulan lamanya ga pernah posting. 

Sebenernya jadwal kerja lagi ga padat sih cuma belum ada moment yang pas aja untuk dijadikan bahan tulisan. Ntar jadinya postingan menye-menye lagi 😂

Jadi setelah berbulan-bulan yang lalu saya daftar jadi Volunteer Trash Hero Maumere akhirnya minggu kemarin kami ada kegiatan juga yaitu "Pembagian Masker kepada Para Pedagang di Pasar". Kegiatan ini adalah langkah Trash Hero dalam mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penularan Virus Covid 19. Postingan ini juga sebagai reminder bahwa tahun 2020 ini Negara kita lagi dilanda sebuah Pandemi yang bernama Virus Corona. Dan virus ini sudah memakan ratusan ribu korban jiwa di seluruh dunia. Saya berharap semoga pandemi ini segera berakhir. Amin...

Kembali ke kegiatan Trash Hero Maumere, jadi minggu kemarin kami telah membagikan masker di 3 Pasar Utama di Kota Maumere yaitu Pasar Alok, Pasar Geliting dan Pasar Wairkoja. Sambutan pedagang sangat antusias dalam menerima masker tersebut. berikut adalah beberapa foto kegiatannya, check it out :









 

 



Itulah beberapa foto kegiatan Pembagian Masker minggu kemarin, lebih banyak selfie-selfienya sih hehe... Semoga Bermanfaat ya untuk para pedagang semuanya... See You on The Next Post.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
07 Oktober 2019 07.20 WITA. Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Kota Maumere

Tebak saya dimana sekarang?
Yep... Di Kota Maumere. Dalam hidup saya tidak pernah ada pikiran terlintas akan menghabiskan sebagian episode hidup saya disini. Takdir membawa saya kesini dan saya akan berusaha mencintainya. Pertama kali tiba, saya excited akhirnya setelah sekian lama saya bisa keluar sejenak dari Kota Kelahiran saya. Dan disinilah saya untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Setelah pengumuman penempatan di Jakarta kemarin kami hanya diberikan waktu 2 hari untuk pulang ke rumah dan pada tanggal 07 Oktober 2019 sudah harus berada di tempat tugas baru.

Bulan pertama aku disini "Bludee (Motor Matic Biru Kesayangan) " belum dikirim dr rumah. Jadi terpaksa kemana-mana ngojek gaes. Tapi tenang aja disini tarifnya jauh-dekat harganya Goceng. Tapi emang sih disini kemana-mana dekat. Kota Maumere kecil gaes ga kayak Kota Ambon. Awal disini terserang Home Sick. Ini kali pertama aku harus merantau lagi setelah hampir 10 tahun pulang ke Kota Ambon. Dan aku ditempatkan di kota kecil. Maklum lah sudah biasa di kota besar apa-apa ada akses gampang, hiburan banyak, kegiatan seabrek. Begitu tiba disini jadi mati gaya, ga tau mau ngapain kalo weekend. Untungnya masih ada pantai-pantai cantik disini. Biasa kalo udah suntuk aku senang ke pelabuhan ngeliatin penumpang-penumpang, ngeliatin kapal-kapal, ngeliatin penjual-penjual makanan, atau sekedar moto-moto objek yang ga jelas.  Yah sedikit mengobati kebosanan sih.

Mungkin karena masih baru saya sering euforia liatin penumpang yang bejibun itu. Saya sering mikir mereka pasti melakukan perjalanan ini dnegan seabrek tujuan misalnya mau balik ke kampung halaman, atau mau bertemu orang tua, bertemu suami/istri, atau anak, atau mau kerja, atau memang sekedar ingin traveling aja. Saya suka ngelihatin ketika Kapal datang begitu banyak kesibukan di pelabuhan. Ada kami petugas embarkasi yang sibuk, ada para buruh-buruh bagasi yang berlomba-lomba untuk naik ke kapal, ada penjual-penjual makanan yang juga berlomba mendapatkan pelanggan, ada para petugas pengamanan dengan muka sangar mengatur antiran penumpang turun.

Dan ketika suling kapal ketiga terdengar, semua kegiatan di pelabuhan makin dipercepat agar segera selesai. Saya selalu suka melihat semua proses ketika kapal angkat jangkar dari pelabuhan. Dan ketika selalu ada pemandangan orang-orang yang mengantar tiba-tiba menangis melepas kepergian mungkin orang yang disayang.

Dan semua itu adalah pemandangan yang harus saya lihat mulai sekarang.

Hujan sudah berhenti waktunya saya pulang. See you on the next post.

Di Suatu Sore Sepulang Kantor


 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Hei... Bertemu lagi di Bulan Maret 2020, sudah ganti tahun rupanya... Time Flies So fast...

Saya ingin melanjutkan cerita Long Journey Start On August 2019 Part I 
Saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya sore ini di pukul 17.30 WITA dan diluar lagi hujan. Dan sambil menunggu hujan berhenti mari kita selesaikan cerita berlarut-larut ini.

...Saya excited karena ini bakal jadi kali pertama saya akan ke Ibukota Negara ini. Keinginan saya di masa lalu akhirnya tercapai. Tiba disana ternyata tak seindah bayangan saya gaes. Ibukota lagi dilanda polusi jadi semua sudut kota ditutupi langit abu-abu. Kami segera menuju Kantor Pusat PT. Pelni (Persero) untuk menandatangan kontrak kerja. Oh dan serunya lagi besoknya kami Inagurasi bersama Seluruh teman-teman dari BUMN yang lolos rekrutmen. Terharu beud bisa menyanyikan lagu Mars BUMN bareng Menteri Rini Sumarno. Inagurasi itu sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Bela Negara yang akan kami ikuti di Markas Marinir TNI AL di Cilandak selama 5 Hari. 

Kegiatan Bela Negara yang diikuti hampir 600 orang lebih punya kenangan tersendiri. Saya tetap gosong meskipun sudah memakai Sun Block SPF 50 wkwk. Gimana ga gosong kalo tiap hari dijemur di matahari. Udah kek cucian aja. Pakaian seragam yang cuma 1 stel harus dipakai 5 Hari. Kegiatan jurit malam yang menantang ketakutanku selama ini. Jujur aja aku sebenarnya penakut. Kalau diingat-ingat semua perjalanan saya membuat saya bersyukur diberikan kesempatan seperti itu. 

Setelah berakhirnya Kegiatan Bela Negara kami harus mengikuti Diklat Lanjutan di Kantor Pusat Pelni selama kurang lebih 2 Minggu. Ga ada yang menarik untuk diceritakan sih selain tiap hari terima materi dan di akhir hari harus Post Test. Oh man... 

Selama di Ibukota aku ngekos bareng temen-temen. Dan 2 minggu terakhir ngekos sendiri di daerah kemayoran. Dan saya bertemu seorang teman. Dia banyak mengajak saya jalan-jalan menunjukkan wajah Ibukota. Dengan hobi yang sama saya langsung cocok dengan dia. He helped me to choose the shoes that I wear now. Someday I wish that we will meet again. 

Kemana aja selama di Ibukota? Ke Ancol naik Bebek-bebek makan es krim, ke Kota Tua nonton konser disana, Ke Mangrove Pantai Indah Kapuk, Banyaknya nonton Bioskop. Lainnya ke kantor tiap hari ketemu macet, Naik Trans Jakarta, ke Tanah Abang hehe.

Aku ingat hari itu tanggal 02 Oktober 2019 adalah pengumuman SK Penempatan kami semua. Aku udah berhari-hari ga bisa tidur gara-gara mikirin akan ditempatkan dimana. Dan hari itu pun datang. Setelah nunggu sampai siang akhirnya kami diberikan SK Penempatan. Dan Taraaaa.... Aku ditempatkan Di...... (bersambung ke post selanjutnya) *biar kek Sinetron gitu wkwk 




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Holaa... Long time no see...
Maaf bukan saya tidak mau bercerita tapi rutinitas baru ini bikin saya sering pulang malam. Jadi akan saya ceritakan mengapa akhirnya saya baru post cerita lagi setelah hampir 3 bulan lamanya menghilang siapa tau ada yang kepo hehe... Btw ini bakal jadi kisah yang panjang jadi selamat membaca...

So hari ini tepat 5 bulan saya hijrah dari Kota kelahiran saya tercinta... 
Cerita ini bermula dari Bulan Maret tahun 2019. Dimana ada Perekrutan besar-besaran perusahaan-perusahaan BUMN di Indonesia diselenggarakan oleh FHCI bekerja sama dengan Kementerian BUMN. Iseng-iseng saya pun melamar. Memang tidak berekspektasi akan diterima sih, saya sadar bahwa masuk BUMN adalah salah satu kejadian yang mustahil dalam hidup saya. Karna yah kita sendiri tau sendiri bahwa BUMN itu masuknya susah. 

Tahap I dari perekrutan itu adalah Seleksi Adminitrasi. Standar dan saya masih lolos. Tahap ke 2 adalah Tes Asesmen Tata Nilai BUMN. Dimana saya dijadwalkan mengikuti Tes Online pada hari Jumat tanggal 29 Maret 2019. Saya ingat hari itu saya mengerjakan tes online di Musholla kantor lama saya. Karena disitu ada karpet dan suasananya tenang. Tes tersebut hanya 15 menit. Saya selalu menjadwalkan diri saya untuk memulai persiapan semua tes minimal 1 Jam sebelum tes dimulai. Mungkin periksa koneksi internet atau sekedar menenangkan hati dan mental agar tidak grogi *Ceileh... 

Pengumuman Tes Asesmen Tata Nilai BUMN di umumkan tanggal 2 Mei 2019. Jeda 2 bulan sampai saya lupa pernah ikut tes. Dan alhamdulillah saya lolos. Melaju ke Tahap 3 yaitu Tes Kemampuan Dasar. Saya lupa kapan tepatnya saya mengikuti tes tersebut. Yang jelas tesnya masih online dan saya tetap mendapat waktu tes pada hari kerja. Saya memilih Ruang Administrasi lama kantor saya untuk mengerjakan tes tersebut. Suasananya tenang, lebih ke arah nyeremin sih karna ruangan kosong di lantai 2. Tapi saya ga punya pilihan lain daripada di kamar mandi ya kan?? Pada akhirnya Ruangan itu jadi saksi bisu saya mengerjakan seluruh rangkaian tes-tes tersebut. Yang jelas pada tanggal 27 Mei 2019 saya diumumkan lolos Tahap 3. 

Tes selanjutnya Tahap 4 yaitu Tes Kemampuan Bidang dan kami boleh memilih 3 Perusahaan BUMN yang sesuai dengan minat kami. Saya memilih Perum Bulog sebagai pilihan I, PT. PELNI (Persero) sebagai pilihan ke II dan PT. Jasa Raharja untuk pilihan ke III. Kami di wajibkan untuk mengisi data diri untuk di seleksi lagi perusahaan mana yang cocok untuk kami. Dan eng ing eng... tanggal 13 Juni 2019 saya di umumkan lolos dan diberi kesempatan untuk Tes Kemampuan Bidang di PT. PELNI (Persero). Pada tahap ini tes dilakukan oleh PT. PELNI (Persero). Setelah registrasi ulang pada tanggal 19 Juni 2019 saya mengikuti Tes Kemampuan Bidang pada tanggal 28 Juni 2019. Dan lagi-lagi masih di hari kerja dan ruangan yang sama. 

Tanggal 01 Juli saya di umumkan lolos tahap 4. Saya sampai lupa ini sudah tahap ke berapa. Tahap 5 adalah Interview User Online dan Psikotest. Saya dijadwalkan mengikuti Interview Online via Aplikasi Zoom pada tanggal 4 Juli. Dan alhamdulillah saya masih lolos, dan dijadwalkan mengikuti Psikotest Online pada tanggal 08 Juli 2019. As you know bahwa saya tidak belajar Buku Psikotest sama sekali karena sibuk sekali dengan pekerjaan kantor. Saya pasrah saja dengan soal-soalnya hehe..

Saya lolos Psikotest dan masuk ke Tahap 6 alias tahap terakhir yaitu Medical Check Up pada tanggal 09 Juni 2019. Pada pagi itu saya jam 8 pagi masih dirumah Bapak saya bertanya mengapa belum ke kantor saya beralasan sedang ada kegiatan kantor di hotel. Saya akan ikut pada jam 9 pagi. The fact is saya minta ijin tidak masuk kantor hari itu karena pergi ke RS. Bhayangkari untuk melaksanakan Medical Check Up. Kami yang lolos sampai tahap itu dari Kota Ambon hanya tersisa 5 Orang. Ketika bertemu teman-teman bercerita tentang betapa mereka semua berangkat dengan doa restu orang tua untuk tes tahap akhir ini. Saya sedikit sedih karena saya tidak bilang orang tua saya sama sekali ketika mengikuti rekrutmen ini. Yah saya takut mengecewakan mereka kalo saya gagal lagi kali ini. Makanya saya tidak bilang-bilang. Medical Check Up berjalan kurang lancar karena hanya saya yang matanya minus dan kalo kalian mengikuti blog ini pasti tau kalo saya baru sembuh dari sakit. Yah pokoknya stelah tes itu saya pulang dengan perasaan sangat sedih dan kecewa karena saya tau bahwa saya pasti gagal. Saya melajukan motor ke Bioskop dan memanfaatkan sisa hari itu dengan nonton film menghibur diri. Setidaknya hanya saya sendiri yang sedih bukan orang tua saya. 

Saya mulai move on dan berusaha melupakan tes itu dengan menjalani hari-hari seperti biasa lagi. Saya tidak berharap banyak. Akhirnya pada tanggal 31 Juli 2019 pukul 3 dini hari setelah gelisah, hopeless, tidak bisa tidur akhirnya pengumuman itu keluar. Nama saya ada sebagai salah satu yang lolos dan menunggu untuk Pelaksanaan Inagurasi. Saya lolos sebagai Calon Pegawai di PT. PELNI (Persero). Saya tersenyum dan tidur kembali. Esoknya saya ke kantor seperti biasa dengan perasaan campur aduk. Saya senang karena setelah sekian lam tes itu akhirnya saya menang. Saya excited menunggu waktu kapan tepatnya harus memberitahu orang tua saya yang tidak tau sama sekali bahwa anaknya selama ini ikut tes dan telah lolos. Saya sedih juga akan resign meninggalkan pekerjaan yang hampir 2,5 Tahun saya geluti. Pokoknya campur-campur. 

Pulang kantor jam 6 sore tanggal 01 Agustus 2019 saya memanggil bapak dan mama saya. Saya memberitahu bahwa saya akan resign dari kantor dan berangkat ke Jakarta. Reaksi pertama mereka heran kenapa saya resign? Kedua mereka bilang jangan-jangan saya tertipu pekerjaan palsu. Haha... harusnya waktu itu saya videokan reaksi kaget mereka. Setelah menerangkan cukup alot akhirnya mereka percaya bahwa saya lolos dan merasa senang. Mereka bertanya mengapa saya tidak pernah bilang kalo sedang ikut tes. Dan saya sudah menjawab pertanyaan itu pada cerita di atas. 

Setelah pengumuman itu saya masih pergi ke kantor dan belum memberitahu kabar itu ke teman-teman kantor. Tanggal 17 Agustus 2019 adalah hari terakhir saya bekerja di Karantina Pertanian Ambon. Setelah mengikuti Upacara gabungan di kantor BPTP saya kembali ke kantor sendirian dan kehujanan untuk membereskan berkas-berkas saya. Setelah semua beres, Saya naik ke lantai 2 dan masuk ke Ruangan Administrasi lama tempat saya melewati tes demi tes. Saya turun kembali mengelilingi bangunan kantor dan menyapukan pandangan di seluruh ruangan yang saya tempati selama bekerja disana. Saya berusaha merekam semua kenangan tempat itu. Saya tau saya tidak akan kembali lagi kesana. Sedih sih biar bagaimanapun tempat itu telah menempa saya menjadi sosok yang lebih kuat dan tabah. Saya mengambil cuti 2 minggu dan terhitung resign pada tanggal 01 September 2019. 

Saya diberitahu untuk mengikuti Inagurasi ke Jakarta pada tanggal 23 Agustus 2019 daaan.... 
Cerita Part I ini sampai disini karna Perjalanan Jauh ini baru saja di mulai bersambung ke Long Journey Start On August 2019 Part II... 

Kantor Pusat PT. Pelni (Persero)








Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Saya tidak suka harus berhubungan dengan orang yang saya benci atau dengan orang yang selalu menorehkan luka untuk saya. Saya akan selalu memblokir mereka dari hidup saya dengan tidak memberikan akses komunikasi apapun. Itulah saya kalau benci selamanya akan tetap benci. Mungkin baru bertahun-tahun kedepan luka saya sembuh tapi hubungan yang pernah kami punya dulu tidak akan pernah sama lagi. Saya akan selalu menganggap dia seperti orang asing. Dan saya akan selalu menolak dihubungi dengan cara apapun. Saya orang yang selalu memberikan kesempatan ketika kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik. Saya tau bahwa ketika kita berharap satu kesempatan pada orang lain dan dia tidak memberikannya rasanya sangat kecewa sekali. Saya pernah merasakannya, maka tanpa dia harus bilang, biasanya saya akan menelan ego saya dan memberikan dia satu kesempatan. Saya belajar memaafkan tapi saya tidak akan pernah melupakan. Satu hal yang mereka selalu luput tentang saya adalah ketika saya membuat keputusan saya tidak akan pernah menyesal atas keputusan yang sudah saya buat. Maka itu ketika saya membuat keputusan saya akan betul-betul memikirkannya matang-matang. Saya keras hati, saya kepala batu. Tapi saya tidak akan pernah menyesal dengan keputusan yang saya buat dalam hal apapun. Ketika saya memutuskan untuk melangkah maka saya tidak akan pernah lagi menoleh ke belakang apapun alasannya. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Halo... Pembaca maaf banget ini late post. Ini adalah salah satu kegiatan Komunitas Molucas Coastal Care pada 27 April lalu, saya baru sempat untuk mendokumentasikannya hehe...

Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami para pemuda-pemudi Kota Ambon terhadap kondisi lingkungan di sekitar pesisir pantai di Maluku. Dan kegiatan kali ini berlokasi di Pantai Pesisir Batu Merah. Dalam kegiatan ini kami mendapatkan bantuan dari Kodim 1504/Ambon, Bapa Raja Negeri Batu Batu Merah beserta Pemuda-pemuda sekitar kawasan Desa Batu Merah, kami juga dibantu oleh Komunitas-komunitas peduli lingkungan se-Kota Ambon. Seperti PADIS Unpatti, American Corner Unpatti, Warung Prancis Unpatti, Komunitas Coral Triangle Center, Komunitas Instanusantara Amboina, Komunitas Indoruners Ambon dan masih banyak lagi Komunitas-komunitas yang turut hadir bersama kami pada pagi itu. Kurang lebih 300 orang. Kami menyediakan 300 Karung ukuran 50Kg, sarung tangan dan masker sebanyak kurang lebih 500buah. Disitu saya baru menyadari bahwa betapa sangat banyak orang yang sebenarnya masih mau untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya. 

Buktinya dengan kehadiran mereka disana membantu kami, kami bahkan tidak menyiapkan konsumsi secara khusus. Sangat terharu sekali. Dalam kegiatan ini kami juga mengajak anak-anak dilingkungan sekitar pesisir untuk bersama-sama mempelajari tentang sampah plastik sambil mewarnai dengan tema " Jangan Membuang Sampah di Laut". Sembari kami membersihkan sampah, teman-teman dari Mahasiswa Kedokteran Universitas Pattimura memeriksa kesehatan masyarakat kawasan pesisir tersebut. Sekian Cuap-cuap kali ini dibawah ini saya dokumentasikan beberapa foto kegiatan ini. 


Teman-teman Mahasiwa Kedokteran Universitas Pattimura Ambon
 sedang Memeriksa Kesehatan Masyarakat Kawasan Pesisir Batu Merah 
Anak-anak Kawasan Pesisir Batu Merah Memamerkan Hasil Karya Mewarnai 


Kegiatan Mengumpulkan Sampah





Bersama teman-teman dari Komunitas Indorunners Ambon

Bersama Duta Maritin Indonesia Maluku 2018







Bersama Semua Volunteer Moluccas Coastal Care 

Terima Kasih Semua Lapisan Masyarakat Provinsi Maluku. Kalian semua Luar Biasa. 
#Save Environmental
#Save Marine Life
#Save Next Generation
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hello December... nothing special with this month. I just want to write about what I feel this year.

On this end december  I don't have a job, I'm not married and I'm broke. So that's a perfect combination to close this year. Yeah... I have a job but some people tell me that I have no job. People are cruel baby. Even I try to ignore them but yeah I give up.

Rencana yang sudah di susun sejak 6 bulan lalu akhirnya berantakan, as I guess. So saya tidak akan banyak berharap lagi. Jika yang terbaik seperti itu I just want to let it go.

This year was meant to me. Saya banyak mendapatkan pengalaman baru senang maupun sedih. Awal tahun pindah ke lingkungan baru. Mencoba beradaptasi. Mendapatkan teman-teman baru. Sedikit tidak percaya diri but I tried to think positive. You know that I proud of my self. Dee bisa segitu tegarnya. Bisa berusaha sekuat itu untuk memblok pikiran-pikiran negatif. You're cool dee. Lalu pertengahan tahun beradaptasi kemudian sakit. Yeah I got serious pain. 

Dee... 
Dee...
Dee...

Berapa kali harus kubilang kalau kamu jangan bodoh. Untuk apa kamu bentengi dirimu dengan dinding setinggi itu? untuk pura-pura mengerti walaupun terpaksa. Untuk tidak punya mimpi sendiri . Untuk merasa sepi. Berhenti bersikap seperti itu you know. You loose your self. Seperti bukan dee yang saya kenal. Wake up! Stand up on your own feet!!

DON'T LET ANYONE FALLING YOU DOWN!!

Kamu tu gak selemah itu. Be positive. Be your self. Be brave!

Kadang saya berpikir apa sebenarnya yang saya inginkan? mengapa saya tidak berani untuk berterus terang mengatakan apa yang saya inginkan? dan kenapa ketika saya sudah mengatakan apa yang saya inginkan people judge me?  berkata dengan jahat tanpa tau apa yang saya alami, even My own Lover!

I doubt right know. I doubt at him. I tried to forgive. I tried to understand. I tried to think from two side. I tried to become an adult. But become an adult from his version is loose my self. Is that good??

I don't think so. In the end of this year I just hope that everything is gonna be alright next year.
  
 

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Baru post lagi setelah sebulan lamanya...
Jangan salah guys, draftnya banyak sekali cuma belum ku selesaikan karena keterbatasan waktu, ide-ide yang stuck dan sebulan yang kemarin aku sakit. Ternyata menulis sebuah tulisan yang bermanfaat susah juga terbalik dengan menulis jurnal gampang, wong yang ditulis tanpa banyak aturan hehe 

Jadi selama bulan puasa kemarin aku sakit dan ga bisa menjalankan ibadah puasa dengan maksimal. Betapa menyesalnya harus melewatkan lagi Buka Puasa bareng Teman-teman Indorunners Ambon dan anak-anak yatim. Saat aku menulis ini kesehatanku sudah membaik sekitar 70% sudah bisa tidur lumayan nyenyak tanpa keluhan nyeri punggung seperti sebulan yang lalu. Aih... sebulan yang lalu penuh dengan penderitaan guys, tidur rasanya sakit dan ketika bangun pun sakit entah harus melakukan apa agar tidak sakit. Jadi selama sebulan kemarin praktis aku cuma pergi kerja, tidur dan bolak balik dokter. Tes laboratorium sana sini. Betapa kalau sudah sakit seperti ini baru menyadari jika sehat itu mahal harganya.

Dalam tahun 2018 berjalan ini mungkin bulan juni kemarin adalah saat dimana aku paling banyak mendapat cobaan. Mulai dari sakit dan masalah-masalah yang lainnya. Seolah dihantam langsung dengan dua kenyataan bertubi-tubi. Pahit memang, suatu malam ingin menangis dan tidak tau apa yang harus dilakukan. Seolah jalan masa depan yang sudah aku lihat ujungnya tiba-tiba hilang tidak berbekas. Dan tiba-tiba aku kehilangan arah dan tujuan. Aku berpikir apakah harus berhenti dan mundur atau terus berjuang.

Lalu aku melihat dia disana di ujung jalan sedang menungguku dengan tatapan khawatir, seolah bertanya mengapa aku malah memperlambat jalanku? Bukankah kita berjalan beriringan dan bergandengan tangan?
Melalui dia aku tau jalan itu masih ada belum hilang, mungkin aku cuma terlalu khawatir dan risau. Badai memang sudah berlalu tapi masih mendung dan mudah-mudah segera terbit matahari.




















Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Kadang ketika saya bosan bersamanya saya mengingat kembali alasan pertama kali saya menyukai dia.  Saya mengingat keputusan saya memilih dia. Saya berharap cara itu akan selalu berhasil mengingatkan saya betapa saya menyayanginya. Fakta bahwa saya terjebak dalam hubungan yang stagnan membawa saya lebih banyak berpikir.  Apakah saya ingin bersama dia selamanya?  Akankah saya bahagia? Akankah saya banyak tertawa bersamanya sekarang dan nanti?  Apakah saya bisa tetap menjadi diri saya sendiri setelah bersamanya nanti? Entahlah. Apa saya terlalu muluk mengharapkan dia menyelamatkan saya dari rasa bosan dan lelah ini?  Apa terlalu muluk saya mengharapkan dia menolong saya untuk kembali padanya lagi?  Kembali merasakan perasaan menggebu-gebu yang saya rasakan waktu pertama kali saya memutuskan menyayanginya?  

Berbulan-bulan lalu yang saya pikirkan hanya kebahagiaannya. Kebahagiaannya adalah  prioritas saya. Tapi sekarang mengapa saya mulai berpikir tentang kebahagiaan saya? Bukankah waktu itu saya berkeyakinan melihat dia bahagia adalah kebahagiaan saya juga? Belakangan  ini saya makin bertanya-tanya tapi saya tidak memiliki jawaban itu. Dan ketika saya mulai merengek lebih banyak perhatian dari dia sebagai cara saya untuk menemukan rasa sayang itu lagi, dia malah berkata saya manja,  saya tidak dewasa, saya kekanak-kanakan,  saya penuh dengan drama. Padahal saya sedang berjuang mati-matian menemukan rasa itu lagi. Saya benci menjadi dewasa versi dia. Saya terkadang jadi berpikiran kaku dan mulai seperti robot yang hanya menjalani hubungan ini tanpa ada lagi minat. Karena hubungan ini mulai seperti rutinitas harian yang mau tidak mau, senang tidak senang harus dikerjakan. Saya mulai menjalani hubungan ini tanpa gairah. Saya tidak ingin hubungan seperti ini. Saya takut akan menyerah. Tolong saya sayang?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Ahh... ini baru memasuki hari ke 3 di bulan januari tahun 2018 dan saya sudah merasa galau. Ada banyak yang telah saya lalui tahun 2017 kemarin dan tulisan ini hanya sekedar refleksi dari apa yang telah saya lalui tahun kemarin. Begitu banyak cerita, pengalaman baru, kisah sedih dan bahagia. Saya bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan Tuhan untuk saya tahun kemarin. Saya memiliki begitu banyak orang-orang yang memberikan saya pelajaran hidup. Dipuji, diejek, direndahkan dan dianggap remeh memang sudah berkali-kali saya rasakan. Dan saya membanggakan diri saya karena tidak pernah terpengaruh dan ambil pusing atas semua ucapan yang telah orang-orang lontarkan pada saya. 

Saya memang merasa sedih ketika saya di jatuhkan tapi saya mengandalkan diri saya sendiri untuk bangkit. Untuk menutup telinga kuat-kuat untuk tetap berdiri pada jalan hidup saya. Saya bangga atas kemampuan saya menyembuhkan diri. Saya sadar sejak dulu bahwa jangan pernah menggantungkan hidupmu pada siapapun. Jangan pernah mengandalkan siapapun untuk hidup selain dirimu sendiri. Dan jangan percaya pada siapapun meskipun itu orang yang paling engkau sayang. Mungkin saya trauma atas kejadian di masa lalu. 

Saya mungkin begitu gembira dulu telah menemukan orang yang saya anggap bisa saya percaya untuk meletakkan hidup saya padanya. Tapi saya dikhianati. Dan itu membuat saya trauma. Saya sempat pesimis bahkan saya benci harus berkenalan dengan orang-orang baru lagi. Saya takut dan sedih karena rasanya begitu menyakitkan. Saya sempat berpikir bahwa saya ingin terus hidup sendiri supaya saya tidak akan pernah disakiti lagi. Tapi ternyata tidak, Tuhan menghadirkan seseorang yang menyembuhkan seluruh rasa sedih saya. Dia mungkin tidak pernah tau bahwa sayalah yang tertolong oleh dia. Bahwa saya memanfaatkan dia untuk membuat saya sembuh. Dia membuat saya percaya lagi bahwa setiap orang harus berjalan di kehidupannya sendiri dengan berani. 

Saya mencoba mendampinginya setiap hari hingga saat ini. Saya tanamkan pada diri saya sendiri bahwa hubungan yang saya punya bersama dia harus diperjuangkan. Bahwa saya tidak ingin melewatkan lagi seseorang yang berharga untuk saya. Saya menyalahkan diri saya sendiri atas hubungan masa lalu, itu membuat saya punya keyakinan bahwa saya tidak ingin gagal lagi dengan hubungan yang ini. Saya mencoba hingga sekarang dengan begitu banyak perbedaan saya berusaha memahaminya. Saya tidak tau apa perjuangan saya sudah berhasil atau belum. Tapi di hari ke 3 di bulan januari 2018 ini saya merasa saya telah sampai pada batasnya. Saya merasa lelah bersama dia. Entahlah saya tidak tau mengapa. 

Saya tau akan terluka lagi. Saya sekarang hanya berpura-pura bahwa itu tidak sakit. dan saya benci punya perasaan seperti ini lagi.... 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ini tulisan tanpa draft dan random. Saya hanya sekedar menulis. Saya teringat bahwa dulu sering terbangun malam hari dan kemudian tidak bisa tidur. Lalu saya menelpon membangunkanmu. Kamu tidak pernah marah. Kamu bertanya "ada apa? Kemudian saya begitu mudahnya langsung bercerita tentang apa yang sedang saya pikirkan, apa yang sedang saya rasakan hingga tidak bisa tidur. Kamu dengan sabar mendengarkan saya, hingga saya merasa ngantuk lagi. Bahkan sampai pagi juga kamu tidak pernah marah. Maaf saya teringat lagi malam ini.   Sejak kamu tidak ada saya belajar untuk memperbanyak aktifitas diwaktu malam.  Supaya saya capek dan langsung tertidur, tidak terbangun malam hari. Karna kalau terbangun tidak ada kamu lagi yang bisa ditelpon. Yang bisa diajak bicara malam-malam seperti sekarang. Saya terkadang rindu pendapat saya didengarkan.
Dan sekarang ketika kadang terbangun malam hari dalam keadaan hati yang kalut, bingung dan saya tidak memiliki seseorangpun untuk berbagi saya sering menangis. Saya teringat kamu sekarang. Kamu tidak pernah mengatakan bahwa saya seperti anak kecil, kamu tidak pernah mengatakan bahwa saya tidak dewasa, kamu tidak pernah mengatakan bahwa saya kekanak-kanakan. Kamu menerima saya apa adanya. Maaf.
Sekarang saya baru tau makna sebenarnya dari kata-kata "menerima apa adanya". Dulu kamu memang jauh tapi selalu hadir untuk saya. Kamu tidak pernah marah jika saya mengganggu pekerjaanmu. Saya selalu kamu jadikan prioritas. Sekarang dia dekat tapi saya merasa jauh. Meskipun dia sering bilang dia selalu ada untuk saya. Tetapi saya tidak merasakan dia selalu ada untuk saya.
-00.00 WIT-
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ada sebuah adegan cerita dari novel kesukaan saya, adegan itu bercerita tentang seorang istri yang mengenang mendiang suaminya. Istrinya berkata bahwa dia mendapatkan cinta yang sederhana dari suaminya. Ketika sang istri membuatkan kopi untuk suaminya maka suaminya akan minum perlahan-lahan sambil tersenyum pada istrinya. Ketika istrinya sedang lelah dan istirahat maka suaminya akan mengambil pemotong kuku dan mulai memotong kuku istrinya. Dan ketika sore tiba suaminya akan menggandeng tangan istrinya dan mengajak jalan-jalan melihat senja di pinggir pantai. Itu adalah sepenggal cerita dari novel " Cinta Dalam Gelas" karya Andrea Hirata. 

Saya tercenung pada kisah seindah ini dan mulai berpikir, mungkinkah laki-laki seperti ini ada di jaman sekarang? atau cuma sekedar fiksi penambah bumbu cerita? dan jika ada saya akan sangat bersyukur memilikinya.

Saya mengenalnya sejak setahun yang lalu. Saya mengakui itu bukan cinta pada pandangan pertama. Saya mulai menyukainya seiring waktu kami yang memiliki banyak komunikasi. Saya menyukai pribadinya yang sederhana. Saya menyukai canda tawanya. Saya menyukai kepintaran dan wawasan luasnya dalam menjawab setiap pertanyaan yang saya ajukan. Dia adalah google bagi saya, tapi dia malah sering kesal karna saya suka bertanya banyak hal padanya. Saya mengakui bahwa dia adalah kebalikan dari semua tipe pria yang saya impikan dulu. Saya menyukai tipe pria yang hangat dan perhatian, sedangkan dia adalah tipe kebalikannya. Dia cuek dan jarang menunjukkan sikap perhatian. Saya kadang begitu frustasi dan ingin rasanya menyerah tapi dibalik itu saya tau dengan pasti betapa dia menyayangi saya.  Kami sering bertengkar dan sering baikan. Saya tau betapa saya juga sering membuatnya frustasi dengan sikap egois dan kekanak-kanakan saya tetapi dia tidak pernah marah. Atau mungkin saya akan dijitak berkali-kali kalo selalu ngeyelan, jika saja saya di dekat dia saat itu hehe.

Saya menjadikan post ini sebagai jejak dimana saya akan selalu mendukung setiap langkah yang dia ambil. Saya akan berjanji selalu bersamanya dalam masa sulit dan senang sekarang maupun nanti. Dia adalah orang pertama yang saya yakini bahwa saya ingin menghabiskan hidup saya bersamanya. Saya ingin membuatnya selalu bahagia. Saya selalu mendengarnya berulang-ulang mengatakan bahwa hidup kedepan akan lebih sulit, tapi saya selalu percaya akan bisa melewati semua hal yg sulit itu bersamanya. Saya membutuhkan dia disetiap hari-hari saya. Dialah tempat saya akan selalu pulang. Di depannya saya tidak pernah takut menunjukkan semua sikap dan sifat baik dan buruk, karna saya tau dia akan selalu menerima saya apa adanya. 

Saya menyadari bahwa saya dan dia begitu berbeda, saya adalah seseorang dengan sikap yang keras kepala dan menyelesaikan segala masalah dengan terjun langsung kedalam masalah itu. Sedangkan dia adalah tipe orang yang berhati-hati agar tidak terkena masalah. Saya sedang berusaha menjembatani perbedaan itu bersama dia sekarang. Saya tau dia tidak akan pernah menyerah memahami saya begitu juga sebaliknya saya tidak akan pernah menyerah memahami dia sekarang maupun nanti.

Dan betapa ribuan kata-kata tidak akan pernah cukup saya deskripsikan seperti apa saya juga menyayanginya. Sayang, Cinta, Beb, Yank, Kak, Mas, Cherry, Saya mencintaimu. 
Makasih.









Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Note : Post ini rencananya akan saya terbitkan tanggal 26 September tapi tertunda karna ada beberapa hal jadi baru saya terbitkan sekarang forgive me...^___^

Saya selalu suka dengan bulan september bukan hanya karna saya berulang tahun di bulan itu, tetapi bulan september adalah awal musim panas setelah sekitar 6 bulan lamanya kota tercinta ini di guyur musim hujan. Saya ga pernah suka dengan musim hujan. Dingin dan bikin hari-hari ga bersemangat. 
Oke pembukaan yang terlalu lama. Jadi beberapa hari lagi saya akan berumur 26 tahun. Yep seperempat abad lebih. Haaaa... saya berasa sudah sangat tua dan belakangan ini saya mulai agak pikun karna melupakan semua hal. Saya berencana menjadikan post ini semacam prasasti dimana saya akan meninggalkan semua masa lalu saya disini dan mulai berlari menyongsong masa depan. 

Masa Lalu -
Hingga sekarang terkadang saya masih merasa sedikit timpang, yah karna tidak ada kamu lagi di sisi saya. Saya baru menyadari bahwa saya ketergantungan kamu. Bahwa saya mempercayakanmu menghandel semua aspek dalam hidup saya bahkan untuk hal kecil saya terbiasa meminta pendapatmu. Dan sekarang tidak ada kamu lagi. Ahhh begitu berartinya kamu untuk saya selama ini. Sekarang saya harus memutuskan sendiri semua hal dalam hidup saya. Dan saya tidak boleh lagi bertanya apapun padamu. Saya hanya harus bisa menerima dan ikhlas kamu bukan milik saya lagi. Sekarang saya sudah move on kok. Kamu mungkin masa lalu yg paling indah buat saya. Tapi saya akan meninggalkanmu disini di prasasti tanggal 26 September 2017 ini. Saya tidak tau akankah saya menulis tentangmu lagi esok hari tetapi yang jelas saya akan melangkah pergi dari semua kenangan tentangmu. Saya akan berusaha berdiri di atas kaki sendiri. Walaupun saya tidak akan pernah sama tanpamu. Saya akan mulai menghapusmu dari hidup saya. Saya akan berbahagia dengan seseorang yang sudah setahun ini berada disisi saya menggantikanmu. Dialah masa depan saya sekarang.

Masa Depan -
Di umur 26 tahun ini saya memiliki seorang laki-laki dalam hidup saya. Meski terkadang dia sangat cuek tetapi dia sosok yang sempurna untuk diri saya. Saya akan belajar menerima segala kekurangannya. Dia yang ada setiap hari selama setahun belakangan ini menemani saya. Dia yang cerewet, yang suka mengkritisi sesuatu, yang suka ngejek-ngejek, yang suka sok bisa padahal tidak bisa, yang pelupa akut, yang suka marah-marah, yang selalu sabar menerima kemarahan dan sikap kekanak-kanakan saya, yang lucu, yang pintar, yang suka memberikan semangat, yang tidak romantis sama sekali. Dibalik itu semua saya mencintai dia. Saya lupa kapan tepatnya saya mulai menerima dia dihati saya. Hanya saja perasaan itu tiba-tiba ada, dan saya berharap dialah yang terakhir untuk saya. Saya berproses menjadi seseorang yang lebih baik sejak bersamanya. Meskipun dia selalu berkata bahwa hidup di masa depan akan lebih sulit daripada hari ini tapi saya mulai melihat hidup saya akan baik-baik saja bersama dia. Dialah semua yang saya inginkan. Saya tidak tau takdir kami akan seperti apa kedepan. Tetapi hal yang saya syukuri di umur 26 tahun ini selain kesehatan, keluarga dan sahabat adalah dia.

Oke... 26 tahun ternyata tidak begitu begitu menyeramkan selain pertanyaan "kapan nikah??
Hassyemmm... T___T
Sekian dari saya. See u on the next post.


Sunset di Pantai Losari Makassar 2015


 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hei, kamu. Iya, kamu...

Pasti saat kamu membaca ini, mungkin kamu akan membatin, ahh, apalagi ini? pasti dia akan menulis hal-hal lebay dan menye-menye lagi. Tak apa, sungguh. Soalnya meskipun begitu, aku percaya kamu akan tetap setia membaca tulisanku *hehe... PeDe 

Sebenarnya tulisan ini sudah dari dulu ingin ku tulis tapi serius aku sibuk. Aku membuat diriku sibuk setiap hari supaya aku tidak memikirkan kamu terus *eeaaaa

Kita sama-sama tau bahwa kita bukanlah orang yang senang membagi hal-hal yang terlalu pribadi di media sosial. Terkadang tanganku gatal ingin menulis tentang ratusan kisah kita. Aku pun begitu ingin dunia tau bahwa aku sekarang punya seseorang tempat aku pulang, tapi apa daya peringatanmu terlalu tajam kasih... dan aku bakal dibully lagi sama kamu gara-gara nulis hal yang menye-menye.

Aku masih ingat dengan jelas bagaimana kita berkenalan dan bagaimana aku terbiasa ada kamu setiap hari meski kita jauh. Aku masih ingat pertama kali kita bertemu. Jangan marah kasih... aku sedikit lupa kapan tepatnya aku mulai suka padamu. Kapan aku mulai sayang? kapan aku mulai selalu merasa kehilangan jika tidak mendengar kabarmu seharian? aku egois yah? 

Yang jelas AKU SUKA SAMA KAMU !!

Aku suka kamu yang sederhana 
Aku suka kamu yang dewasa
Aku suka kamu yang tidak sombong
Aku suka kamu yang sangat sabar dalam menghadapi sikap kekanak-kanakanku 
Aku suka kamu yang kadang bersikap manja 
Aku suka kamu yang mulai sering bilang sayang 
Aku suka kamu yang sering mengalah untuk kita
Aku suka kamu yang rela mengantarku pulang malam-malam ditengah hujan
Aku suka kamu yang tiba-tiba marah karna ku goda. Kamu sendiri tau menggodamu adalah hiburan buatku >____< 
Aku suka kamu yang rela mengorbankan waktumu bersama teman-teman jika aku mulai merengek kangen
Aku suka kamu yang sering tertawa tanpa jeda 
Aku suka kamu yang selalu menaruh perhatian meski kadang merubah moodmu
Aku suka kamu yang kadang bersikap lucu 
Aku suka kamu yang merayuku ketika kesal. dan entah mengapa aku selalu saja kalah?
Aku suka kamu yang melajukan motormu pelan, akupun berharap rumahku berjarak 1.000 kilometer lagi agar bisa ku nikmati lebih lama saat bersamamu.  
Aku suka kamu yang pasang tampang protes karna karena kebawelanku

Pokoknya AKU SUKA KAMU!

Hanya saja, aku tak pernah suka saat punggungmu mulai menghilang di belokan ujung rumahku.

Seperti sesuatu dibagi dengan nol rasanya = tak terdefinisi.

Aku mulai sering haus melihatmu. 

Maaf masih suka ragu, masih suka tidak dewasa, masih suka tanya aneh-aneh, masih suka emosian, masih suka ngambekan, masih suka tidak mau tau dengan keadaanmu, masih suka maksa-maksa, masih suka keras kepala, masih suka uring-uringan dan masih suka egois. Jika itu semua terjadi lagi kamu cuma perlu ingat satu hal bahwa aku sedang kangen. Aku tidak punya alasan lain dibalik melakukan hal itu semua. Aku punya begitu banyak kekurangan aku harap kamu bersabar menerima aku yang seperti ini. Aku juga berjanji akan menerima kamu dengan segala kekurangan dan kelebihan. Karena didunia yang besar ini kamu adalah dunia kecilku. 

Akh... kamu janji yah, kita sama-sama lari sampai di Garis Finish.


Terakhir, tapi jauh lebih penting di atas segalanya, terima kasih kepada Tuhan, yang telah merancang sebuah sistem yang begitu kompleks untukku. Terima kasih telah menyiapkan labirin yang luar biasa yang mengharuskan aku untuk berusaha dan berlari ke sana kemari antara takdir satu ke takdir lainnya sebelum akhirnya aku berhenti dan berjalan pada takdir yang ini. 

Dan tentu saja, Terima kasih sudah bertahan bersamaku sampai hari ini. Makasih yaaaa Sayaaang!!! #teriak biar kedengeran >.<




#Kamar berseprei Chelsea
Mulai ditulis tanggal 28 Maret 2017 selesai pada tanggal 03 Juli 2017. 
Pukul 00.09 WIT







Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  Maret (3)
      • Senandika Senja
      • Mozaik Cinta
      • Pare, I'm In Love
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Pare's Journal
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Sebuah Frasa
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...
  • Terima Kasih
    Untukmu; seseorang yang meninggalkanku Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bis...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose