Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "

00.15 WIT

Pada awalnya tidak ada apa-apa,
hanya keheningan kosmik
yang bernafas tanpa nama.

Aku hanyalah pengembara galaksi,
membawa sepi sepanjang orbit,
hingga gravitasimu diam-diam
menarik seluruh hidupku mendekat.

Aku tidak tahu apakah itu takdir
atau sekadar kebetulan, 
tetapi sejak semesta menaruhmu di langitku,
malam tidak lagi sekadar gelap.

Aku belajar dari langit malam:
bahwa jarak tidak selalu berarti kehilangan,
sebab cahaya yang datang kepadaku
mungkin berangkat dari hatimu
jauh sebelum aku menyadarinya

Aku tidak memilikimu.
Seperti galaksi tidak memiliki cahayanya.
Namun kita tetap ada
dalam satu misteri yang sama:

Mungkin saat itulah kita mengerti
bahwa sebagian pertemuan
tidak pernah dimaksudkan
untuk dijelaskan.

Jika suatu hari langit runtuh
dan konstelasi kehilangan bentuknya,
aku akan selalu mencarimu dalam setiap kedalaman nebula -

00.00 WIT. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
11.06 AM. 

Denting sendok beradu cepat dengan gelas, mengaduk teh panas yang tadi ku pesan. Sambil menunggu teh selesai di buat ku layangkan padangan ke arah jalan yang selalu berdebu karena lalu lalang sepeda yang di kayuh cepat-cepat.
Ga terasa ini hari terakhirku di tempat ini. 

Aku ada di warung An Nur tempat favorit anak-anak se-Pare Raya untuk mengisi kekosongan perut setelah kelas bahasa insggris selesai, dan akupun begitu *Tsaah* But true kalo warung ini ku kunjungi sehari 3x selain warung "Tansu" a.k.a Ketan susu yang terkenal banget di Pare. Kenapa Favorit karna makanannya murah meriah yang cocok bagi kantong kaum pelajar sepertiku ^______^

Mungkin banyak yang ga tau tapi aku lagi liburan semester di kampus dan sedang ambil beberapa kelas bahasa inggris di Pare, Kediri. Salah satu whislistku yang terkabul. Hanya sebulan sih but aku cukup ambisius dengan ambil hampir 5 kelas sehari dibandingkan rata-rata temen-temen hanya ambil 2-3 kelas per hari. 

Aku ga menyia-nyiakan kesempatan ini, aku banyak ambil speaking class karna ini adalah keinginanku sejak dulu. Setelah akhirnya aku berkecimpung di dunia akuntansi yang bahkan aku ga suka sama sekali, bahasa inggris menjadi satu-satunya pelampiasan, satu-satunya hal yang aku sangat suka. 

Dan yah aku sampai di Pare Kampung Inggris, keinginan tertinggiku belajar disini disamping ingin ke luar negeri tentunya. Life in Pare, almost everytime was hectic. Bangun pagi then motret bentar, Pagi di Pare selalu sangat syahdu. Kabut turun hingga jarak pandang hanya sekitar 50 meter, embun pagi menghiasi setiap daun padi yang menghijau. Udara pagi yang segar tetapi dingin sedikit menggigit kulit. Dan the bestnya adalah ketika malam membayang di area persawahan terlihat sekumpulang kunang-kunang. Aku baru pertama kali melihatnya setelah pulang kelas malam. That's greatest moment I've ever had. Mungkin aku tidak akan pernah lagi melihatnya, cahaya mungil berpendar cantik di kegelapan. 

So back to the classes, I made a lot friends. And I got Best English Teacher ever, Mr. Abdul but he wanted to be called by Sir Abdul. Whatever but he is so very funny after all. Beliau satu-satunya guru yang berhasil membangun kepercayaan diri didalam diriku like C'mon Dee You gotta be a great english teacher someday. You can make inspirational spirit to all of your students. And you know what sir? Just 4 months after your class I made my self an english teacher, I made it sir. I have my own students, just like you always said to me that I can do it. Just trust your self. 

But since I wrote this story, you we're gone after your battle with covid in 2020. I was like very sad. You're my number 1 favorite english teacher in this world, but you never heard about my students, you never heard about I become inspirational teacher just like you. My heart broke into pieces. But sir you're too inspiring me. You're so very kind. Can I be teacher like you do?. If you see us from above, In very deep of my heart I just want to say Thank you very much sir for trusting me. 

Seperti yang dikatakan semua orang yang pernah singgah di Pare Kampung Inggris mau lama ataupun sebentar pasti akan pulang membawa kenangan manis. Mulai dari kisah cinta semusim, senang, sedih, eneg pun ada. So do I. 

N.B. ini draft tulisan di tahun 2014 hampir 12 tahun yang lalu. Sekedar mengisi kerinduan saat rasa sesak yang datang entah darimana menyusup, malam ini
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Selamat Tahun Baru ! 

Sekarang susah sekali ya meluangkan waktu untuk konsisten menulis? 
Padahal ya bahan tulisan selalu ada walaupun dalam bentuk jurnal dan celoteh - celoteh random 😂

Di tahun 2026 ini manusia kemungkinan sudah tidak ngeblog lagi. Ada Platform Online bernama Twitter dan Thread yang lagi di gandrungi manusia-manusia sejagat indonesia kalau ingin menulis cerita atau utas. Dan aku masih setia dengan blog. Entah sampai kapan blog ini tetap ada? Mengikuti perkembangan dunia yang cepat sekali berubah. Tapi aku tetap berdoa semoga platform Blogger ini tetap ada karena disini menyimpan banyak sekali tulisan dan kenangan hidupku. Meskipun setahun hanya beberapa kali diisi tulisan 😅

Mengawali tahun 2026 dengan ucapan Alhamdulillah kerjaan akhir tahun yang paling menguras tenaga akhirnya selesai dapat nilai 110 lagi. Tidak sia-sia melembur sampai seminggu. 
Apakah bangga dengan pencapaian tahun 2025 ini? 
Iya. Bangga. 
Setelah 5 tahun beranggapan bahwa jabatan ini " the next level " Atau " Hard Job " Atau " Kerjaan Susah Setengah Mampus " Atau " Jabatan Dengan Tanggung Jawab Berat " Akhirnya perlahan terpatahkan. Alhamdulillah pekerjaan dengan jabatan baru ini selama 1 tahun ini bisa terlewati dengan baik. Mudah-mudahan tahun 2026 ini juga bisa dilewati dengan baik. 

Flashback tahun 2025 mungkin selain pekerjaan ada cerita tentang "Hasan" Yang paling membekas dalam hati. Sepertinya akan aku tulis terpisah dari post ini, karena untuk mengenangnya perlu satu halaman tersendiri dan khusus. 

Okeh back to the page Tahun Kayu. 
5 Tahun mungkin bagi sebagian orang masih terlalu dini untuk dirayakan. Yah maksud hati tidak berniat merayakan, tapi hanya ingin menulis kenangan di prasasti kehidupan bahwa masa ini pernah lewat dan berharga. Lebih tepatnya semacam refleksi bahwa 5 tahun ini akhirnya kita sampai. Bahwa segala hal yang terjadi selama 5 tahun ini di kehidupan kita hanya kita berdua yang tau. 
Susahnya senangnya. 
Masih segar dalam ingatan 5 tahun lalu kita berdua duduk kikuk dengan mata yang lelah tapi hati bahagia. 
Tidak banyak yang ingin ku sampaikan, hanya mari kita ulang 5 tahun ini lagi dan lagi sampai tua bersama-sama. 
Cinta ini pasti akan berubah seiring waktu, tapi semoga aku akan selalu kembali mencintaimu di berbagai versi kehidupan begitupun sebaliknya. 

Yang terakhir "Barra" Kenapa Tuhan bisa menciptakan anak kecil ini sepaket dengan lucunya, menggemaskannya, mengesalkannya, pintarnya ? Setiap hari perasaan ini berganti - ganti kalau sudah berhadapan dengannya. Semoga sehat selalu sayang. Di prasasti ini akan menjadi pengingat mama untuk selalu membesarkanmu dengan sebaik-baiknya. 
Semoga tahun ini bisa berempat. 

Selesai 05.30 WIT dalam hujan pagi yang sedikit menggigit kulit. 



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Mungkin ada yang pernah baca tulisan ini : 
Aku Masih Suka
Tapi di postingan yang random ini aku mau menambahkan dan mengurangi beberapa hal yang aku masih suka dan sekarang tidak suka lagi hehe... 

Aku masih suka lagu barat. 
Masih sama seperti dulu
Lagu dengan musik yang berdentam-dentam membuatku selalu semangat. 
Lagu barat lawas juga masih aku suka. Perlu di uji apa aku masih hafal keseluruhan lagu itu?? 
Mudah2an masih hafal 😂

Aku masih suka warna biru. Semua warna biru. Belum berubah. Mungkin ada lebih dari 5 baju warna biru di lemari pakaianku. Entah aku selalu merasa warna biru membuatku nyaman dan percaya diri

Sebenarnya aku masih suka baca novel.
Tapi sekarang agak pilih-pilih. Karna waktu membacaku yang terbatas. Mungkin aku hanya membaca habis novel-novel dari penulis kesukaanku seperti Andrea Hirata atau Dee Dewi Lestari. Tapi aku punya hobi baru. Hobi beli novel tapi tidak dibaca. Ada yang bilang itu adalah inner child. 
Dulu aku jarang membeli buku karna uang jajan yang terbatas. Sekarang ketika sudah kerja dan punya uang sendiri aku selalu suka kegiatan beli buku. Beli banyak buku tapi males bacanya 😅 
Btw hadiah pertama yang aku kasih untuk anakku juga sebuah buku. Sekarang aku lebih suka membelikan buku untuk dia. Setiap bulan 1 buku. Kadang kalo ada diskon bisa beli sampai 5 buku. Rak bukunya sampai tidak muat lagi. Dia harus punya minat baca Yang tinggi seperti mamanya. Mamanya yang dari dulu selalu gila baca. 

Aku masih suka es krim. Tapi sekarang tidak terlalu suka manis. Sekarang lebih suka es krim vanila atau strawberry, dingin dan sedikit asam. Toh terkadang hidup tidak selalu harus manis. 

Aku sudah tidak terlalu suka jalan-jalan sendiri lagi. Sekarang ada anak kecil yang selalu pengen ikut kalo mamanya mulai menyalakan motor di teras. Alhasil kami tidak jadi jalan2 tapi cuma ke indomaret sebelah. 

Aku masih sangat suka laut. Masih suka lihatin senja lama-lama. 
Di ternate ini ada anjungan pantai di tengah kota. Kalo sore banyak banget orang-orang duduk-duduk menikmati pemandangan laut dan angin sepoi-sepoi. 

Aku masih tidak suka hujan. Masih tetap bikin tidak semangat. 


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Gerimis. 00.25 WIT. 

So, ini mungkin tulisan pertama setelah hibernasi panjang dari menulis blog ini. 

Tepat hari ini 8 bulan yang lalu masih di Bumi Flores. 
Sebenarnya masih ingin menjelajah keindahan flores sampai ke barat. 
Terhenti di Pagi yang dingin bersama Kabut Pekat "Wolobobo" Kami tinggalkan semua kenangan disana. 
Semburat merah cahaya mentari menguar dari kaki Gunung Inerie. Sungguh pemandangan magis. Akankah mau kesana lagi? 
Ya, tentu saja. Bajawa punya segudang tempat yang kami belum explore. 
Dan akhirnya cerita berakhir di Maumere. 
Tepat 5 tahun sudah. 
Ketika sendiri, menikah dan sekarang anak kecil ini ku ajak menjelajahi Maumere dari Barat hingga Timur. 
Usia 7 Bulan anak ini sampai di Puncak Kelimutu. Apakah bisa dinobatkan menjadi pendaki termuda? Entahlah. Yang pasti anak itu tidak akan bisa maksa ketika mamanya mengajak mendaki gunung di usia sekecil itu. 

Setiap sudut kota kecil itu akan selalu memiliki tempat dihatiku. 
Setiap lampu merah, setiap belokan, setiap pantai, setiap padang rumput, setiap jalan menuju tanjung kajuwulu yang di hias dengan pepohonan, setiap rumput yang selalu berubah warna mengikuti musim. 
Pelabuhannya tempat lari dari segala masalah. Pelabuhannya tempat melepaskan semua rindu bersama kapal yang berlayar menjauhi dermaga

Dan sekarang berpindah lagi ke tempat yang baru.
Sebuah Kota Kecil di kaki Gunung Gamalama. 
Aku siap mengukir lagi kenangan. 





Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2026 (3)
    • ▼  Maret (2)
      • Mozaik Cinta
      • Pare, I'm In Love
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Pare's Journal
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Sebuah Frasa
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...
  • Terima Kasih
    Untukmu; seseorang yang meninggalkanku Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bis...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose