Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "


Selamat Tahun Baru ! 

Sekarang susah sekali ya meluangkan waktu untuk konsisten menulis? 
Padahal ya bahan tulisan selalu ada walaupun dalam bentuk jurnal dan celoteh - celoteh random 😂

Di tahun 2026 ini manusia kemungkinan sudah tidak ngeblog lagi. Ada Platform Online bernama Twitter dan Thread yang lagi di gandrungi manusia-manusia sejagat indonesia kalau ingin menulis cerita atau utas. Dan aku masih setia dengan blog. Entah sampai kapan blog ini tetap ada? Mengikuti perkembangan dunia yang cepat sekali berubah. Tapi aku tetap berdoa semoga platform Blogger ini tetap ada karena disini menyimpan banyak sekali tulisan dan kenangan hidupku. Meskipun setahun hanya beberapa kali diisi tulisan 😅

Mengawali tahun 2026 dengan ucapan Alhamdulillah kerjaan akhir tahun yang paling menguras tenaga akhirnya selesai dapat nilai 110 lagi. Tidak sia-sia melembur sampai seminggu. 
Apakah bangga dengan pencapaian tahun 2025 ini? 
Iya. Bangga. 
Setelah 5 tahun beranggapan bahwa jabatan ini " the next level " Atau " Hard Job " Atau " Kerjaan Susah Setengah Mampus " Atau " Jabatan Dengan Tanggung Jawab Berat " Akhirnya perlahan terpatahkan. Alhamdulillah pekerjaan dengan jabatan baru ini selama 1 tahun ini bisa terlewati dengan baik. Mudah-mudahan tahun 2026 ini juga bisa dilewati dengan baik. 

Flashback tahun 2025 mungkin selain pekerjaan ada cerita tentang "Hasan" Yang paling membekas dalam hati. Sepertinya akan aku tulis terpisah dari post ini, karena untuk mengenangnya perlu satu halaman tersendiri dan khusus. 

Okeh back to the page Tahun Kayu. 
5 Tahun mungkin bagi sebagian orang masih terlalu dini untuk dirayakan. Yah maksud hati tidak berniat merayakan, tapi hanya ingin menulis kenangan di prasasti kehidupan bahwa masa ini pernah lewat dan berharga. Lebih tepatnya semacam refleksi bahwa 5 tahun ini akhirnya kita sampai. Bahwa segala hal yang terjadi selama 5 tahun ini di kehidupan kita hanya kita berdua yang tau. 
Susahnya senangnya. 
Masih segar dalam ingatan 5 tahun lalu kita berdua duduk kikuk dengan mata yang lelah tapi hati bahagia. 
Tidak banyak yang ingin ku sampaikan, hanya mari kita ulang 5 tahun ini lagi dan lagi sampai tua bersama-sama. 
Cinta ini pasti akan berubah seiring waktu, tapi semoga aku akan selalu kembali mencintaimu di berbagai versi kehidupan begitupun sebaliknya. 

Yang terakhir "Barra" Kenapa Tuhan bisa menciptakan anak kecil ini sepaket dengan lucunya, menggemaskannya, mengesalkannya, pintarnya ? Setiap hari perasaan ini berganti - ganti kalau sudah berhadapan dengannya. Semoga sehat selalu sayang. Di prasasti ini akan menjadi pengingat mama untuk selalu membesarkanmu dengan sebaik-baiknya. 
Semoga tahun ini bisa berempat. 

Selesai 05.30 WIT dalam hujan pagi yang sedikit menggigit kulit. 



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Mungkin ada yang pernah baca tulisan ini : 
Aku Masih Suka
Tapi di postingan yang random ini aku mau menambahkan dan mengurangi beberapa hal yang aku masih suka dan sekarang tidak suka lagi hehe... 

Aku masih suka lagu barat. 
Masih sama seperti dulu
Lagu dengan musik yang berdentam-dentam membuatku selalu semangat. 
Lagu barat lawas juga masih aku suka. Perlu di uji apa aku masih hafal keseluruhan lagu itu?? 
Mudah2an masih hafal 😂

Aku masih suka warna biru. Semua warna biru. Belum berubah. Mungkin ada lebih dari 5 baju warna biru di lemari pakaianku. Entah aku selalu merasa warna biru membuatku nyaman. 

Sebenarnya aku masih suka baca novel.
Tapi sekarang agak pilih-pilih. Karna waktu membacaku yang terbatas. Mungkin aku hanya membaca habis novel-novel dari penulis kesukaanku seperti Andrea Hirata atau Dee Dewi Lestari. Tapi aku punya hobi baru. Hobi beli novel tapi tidak dibaca. Ada yang bilang itu adalah inner child. 
Dulu aku jarang membeli buku karna uang jajan yang terbatas. Sekarang ketika sudah kerja dan punya uang sendiri aku selalu suka kegiatan beli buku. Beli banyak buku tapi males bacanya 😅 
Btw hadiah pertama yang aku kasih untuk anakku juga sebuah buku. Sekarang aku lebih suka membelikan buku untuk dia. Setiap bulan 1 buku. Kadang kalo ada diskon bisa beli sampai 5 buku. Rak bukunya sampai tidak muat lagi. Dia harus punya minat baca Yang tinggi seperti mamanya. Mamanya yang dari dulu selalu gila baca. 

Aku masih suka es krim. Tapi sekarang tidak terlalu suka manis. Masih suka es krim coklat. 

Aku sudah tidak terlalu suka jalan-jalan sendiri. Sekarang ada anak kecil yang selalu pengen ikut kalo mamanya mulai menyalakan motor di teras. Alhasil kami tidak jadi jalan2 tapi cuma ke indomaret sebelah. 

Aku masih suka laut. Masih suka lihatin senja lama-lama. 
Di ternate ini ada anjungan pantai di tengah kota. Kalo sore banyak banget orang-orang duduk-duduk menikmati pemandangan laut dan angin sepoi-sepoi. 

Aku masih tidak suka hujan. Masih tetap bikin tidak semangat. 


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Gerimis. 00.25 WIT. 

So, ini mungkin tulisan pertama setelah hibernasi panjang dari menulis blog ini. 

Tepat hari ini 8 bulan yang lalu masih di Bumi Flores. 
Sebenarnya masih ingin menjelajah keindahan flores sampai ke barat. 
Terhenti di Pagi yang dingin bersama Kabut Pekat "Wolobobo" Kami tinggalkan semua kenangan disana. 
Semburat merah cahaya mentari menguar dari kaki Gunung Inerie. Sungguh pemandangan magis. Akankah mau kesana lagi? 
Ya, tentu saja. Bajawa punya segudang tempat yang kami belum explore. 
Dan akhirnya cerita berakhir di Maumere. 
Tepat 5 tahun sudah. 
Ketika sendiri, menikah dan sekarang anak kecil ini ku ajak menjelajahi Maumere dari Barat hingga Timur. 
Usia 7 Bulan anak ini sampai di Puncak Kelimutu. Apakah bisa dinobatkan menjadi pendaki termuda? Entahlah. Yang pasti anak itu tidak akan bisa maksa ketika mamanya mengajak mendaki gunung di usia sekecil itu. 

Setiap sudut kota kecil itu akan selalu memiliki tempat dihatiku. 
Setiap lampu merah, setiap belokan, setiap pantai, setiap padang rumput, setiap jalan menuju tanjung kajuwulu yang di hias dengan pepohonan, setiap rumput yang selalu berubah warna mengikuti musim. 
Pelabuhannya tempat lari dari segala masalah. Pelabuhannya tempat melepaskan semua rindu bersama kapal yang berlayar menjauhi dermaga

Dan sekarang berpindah lagi ke tempat yang baru.
Sebuah Kota Kecil di kaki Gunung Gamalama. 
Aku siap mengukir lagi kenangan. 





Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hai.... Sudah lama tidak bersua... Tampaknya Blog Ini sudah rapuh dimakan rayap hehe... 
Ijinkan saya Post Draft ini. Ini tulisan yang saya simpan di draft Tahun 2018.

....Berbicara mengenai future family. Saya sedang duduk di salah satu gerai waralaba ayam goreng crispi dan memesan 1 cup es krim. Sekarang hari minggu sore, hari keluarga. 

Saya duduk sendirian menghadap sekumpulan keluarga baru yang sedang memanjakan anak2 mereka dengan berbagai macam wahana permainan elektronik. Sangat ramai. 
Menurut saya di kota tempat saya tinggal ini kekurangan tempat main bagi anak2 kecil. Saya masih ingat dengan jelas pada masa kecil, saya tinggal di suatu perumahan yang memiliki taman. 

Saban sore ketika bapak pulang kerja saya bersama adik-adik di ajak ke taman itu untuk bermain, berguling-guling dan berlari-lari di rumput sampai capek dan baru pulang ketika magrib menjelang. Dan tidak lupa seplastik kecil pentol bakso selalu dibelikan untuk kami makan sehabis kelelahan berlari. Sederhana sekali bukan? 

Sekarang anak-anak di kotaku tidak memiliki tempat bermain. Mereka bermain di mall. Kedepannya saya ingin membuat masa kecil anak-anak saya kelak tidak seperti ini bermain di mall makan dan makanan fast food. 
Saya tidak ingin mengajarkan mereka untuk menjadi pribadi yang konsumtif. Saya tetap akan membawa mereka main di taman. Jika tidak bisa tiap sore yah minimal seminggu sekali saya akan membawa mereka ke lapangan. Bermain lari-lari sampai puas. 
Ketika pulang akan saya ajak makan bakso. Supaya di masa depan ketika mereka sudah sebesar saya, mereka akan punya kenangan tentang saya yang selalu mengusahakan masa kecil yang baik untuk mereka. 

Semoga saya selalu memiliki waktu untuk itu. Semoga mereka pun dapat mengerti bahwa tidak bermain permainan elektronik itu bukan orang yang ketinggalan jaman.


--------------------------------------------------------------------------
As you know guys today is 23 June 2023
Cerita ini baru saya posting sekarang, 
Dan yah I have a Son Now. And yah Sore ini sepulang dari kantor, saya melarikan motor saya bagai kilat, hanya untuk membawa anak kecilku bermain-main di lapangan, berlari-lari, berguling di rerumputan. 

And you know what, Saya menepati Janji Saya, sesuai Cerita yang saya tulisan di Tahun 2018.

 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Tenun Ikat Maumere di Tanjung Kajuwulu

Hai kembali lagi dengan saya disini...

Weekend minggu lalu saya isi dengan mengikuti sebuah kelas mewarnai Tenun Ikat Maumere. Kelas ini diisi dengan perkenalan singkat Tenun Ikat Maumere oleh Kak An. Kak An adalah seorang penenun asal Maumere yang sudah banyak memamerkan hasil karyanya di Pameran Tenun Ikat Level Nasional. Suatu kehormatan bagi saya untuk mendapatkan langsung pelajaran mengenal Tenun Ikat Maumere dari beliau.

Disini saya akan menerangkan secara singkat tahap demi tahap dalam membuat selembar  Kain Tenun Ikat Maumere. Mohon para penenun dan ahli bisa mengkoreksi jika ada tahap yang salah saya terangkan, maklum saya masih awam CMIIW. 

Okeh, pertama-tama berdoa dulu... hehe... 😆 Oke pertama-tama adalah tahap pemilihan benang yang akan ditenun yaitu dipilih dari jenis Benang Katun. Benang Katun direntangkan kemudian di cuci di air yang mengalir untuk menghilangkan zat lilin yang masih terkandung dalam benang tersebut. Tahap selanjutnya adalah Tahap Pewarnaan. Pewarnaan disini masih memakai pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan. Seperti yang kami praktekkan disini adalah membuat warna coklat dari Kulit Pohon Mahoni dan warna hijau berasal dari Daun Pohon Ketapang. Berikut footagenya :


Kulit Pohon Mahoni di Rebus dalam Air untuk menghasilkan warna coklat
Penulis bersama Kak An sedang Membuka Ikatan Benang Katun sebelum Proses Pewarnaan 

Proses Pencelupan Benang Katun kedalam Air Rebusan Kulit Pohon Mahoni


Proses Pengadukan Daun Pohon Ketapang untuk Menghasilkan Warna Kuning
Daun Pohon Ketapang di cacah kasar direbus bersama air hingga mendidih dan di campur dengan air rebusan tawas untuk menghasilkan warna kuning yang lebih pekat 

Warna Kuning yang pekat berasal dari rebusan Daun Pohon Ketapang dan Tawas

Ini adalah benang warna coklat kemerahan dan kuning setelah proses pewarnaan

Setelah proses pewarnaan benang yang sudah diwarnai kemudian di jemur dan seperti inilah jadinya benang yang sudah kering. Benang biasanya di celup di dalan air warna berkali-kali atau di rendam semalaman untuk mendapatkan warna yang lebih pekat.


Mama-mama penenun sedang menggulung benang yang sudah diwarnai

Setelah kering benang kemudian digulung menjadi bulatan-bulatan seperti ini

Benang Tenun tadi kemudian di tenun oleh penenun selama kurang lebih sebulan. Dan ini adalah beberapa Tenun Ikat Maumere karya Kak An.

Harga Tenun Ikat Maumere ini berkisar antara 700 Ribu hingga 1 Juta Rupiah tergantung tingkat kesulitan pembuatan dan warna coraknya

Indah Sekali bukan???

Contoh Corak Tenun Ikat Maumere

Oke seperti itu saja proses pembuatan Tenun Ikat Maumere. Semoga bermanfaat yah bagi yang sedang ingin mengetahui bagaimana proses pembuatannya... Jangan lupa kunjungi Kota Maumere of Flores ini ya jika kamu ingin mengenal lebih dekat Tenun Ikat Maumere.

See You On The Next Post... 😊
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  Januari (1)
      • Tahun Kayu
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Aku Terkena TB Kelenjar : Long Story
    So aku akan cerita awal aku terkena penyakit ini dan seperti apa kabarku sekarang. Dan ini bakal jadi cerita yang panjang guys jadi monggo ...
  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose