Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "

Aku membuka pintu kamarku lebar-lebar pagi ini, hanya untuk membiarkan hawa sejuk pagi memenuhi mengisi kamar.
Jarum jam masih di angka 6. 
Aku duduk di teras kamar.
Desau angin pagi masih cukup dingin menggigit kulit, tapi aku menikmatinya. 
Aku jarang menikmati momen ini.
Meskipun aku begitu menyukainya.
Keadaan membuatku tak bisa sering melakukannya. 
Sekarang keadaan sudah berubah aku akan selalu bisa melakukannya. 

Beberapa malam yang lalu bulan bersinar begitu indahnya.
Akan lebih indah jika aku bisa melihatnya bersamamu.
Memandangi bulan sampai bosan.
Memandangi Sunrise dan Sunset yang indah. 

Aku mengingat semua kejadian yang telah terjadi setahun belakangan ini.
Betapa aku sudah berusaha. Tapi hasil yang ku dapat jauh dari kata baik.
Betapa kenyataan itu memukulku kuat hingga untuk berdiri tegak saja perlu banyak usaha.
Perlu beberapa waktu untuk menyadari bahwa apa yang telah ku genggam telah terlepas.
Bahwa aku telah gagal. 

Iya, aku telah berjanji akan menjalani dan menikmati kehidupan sebaik-baiknya disini. 
Awalnya mudah, tapi waktu berlalu dan kekosongan itu hadir. 
Aku menyadari bahwa aku berpura-pura tegar.
Berpura-pura bahwa ini akan baik-baik saja.
Berpura-pura bahwa aku kuat.
Dan ternyata tidak.
Aku tidak sedang baik-baik saja. 

Karena betapa mengingatmu saja terasa salah.
Betapa terlalu hancurnya aku hingga berkeping-keping.
Betapa terlalu banyak waktu yang ku habiskan hanya untuk menyalahkan diriku sendiri atas kehilanganmu. 

Dan beberapa waktu lalu kamu yang lain tiba-tiba hadir. 
Memberikan secercah harapan lagi .
Dan aku terlalu lugu dan berpura-pura positif, aku berpegang pada harapan tipis itu. 
Tetapi lagi-lagi harapan tipis itu putus. 
Dan aku harus kembali patah. 

Aku berpikir entah harus berapa kali lagi terluka. 

Aku membayangkan aku sekarang aku ingin berada di pantai.
Mencari ketenangan dengan mendengarkan deburan ombak.
Merasakan butiran pasir menyentuh lembut kakiku.
Atau sekedar melihat bulan, membiarkan semua kenangan terputar dalam benak.
Memilih antara melupakan atau mengenang? 

Memoar Pagi, 06.00 WITA


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Kadang aku berpikir sampai dimana level seseorang akan dikatakan berkorban demi pasangannya?
Kadang aku berpikir apakah memutuskan bersama orang lain juga merupakan pengorbanan? 
Dari sekian banyak hari, ribuan jam dan jutaan menit kebersamaan mereka bagaimana bisa dengan cepat dia simpulkan bahwa seseorang yang bersamanya sekarang bukan seseorang yang tepat  bagi dia?
Bagaimana bisa dalam hitungan bulan membakar habis semua cinta yang di tanam bersama selama jutaan menit tadi?
Dan bagaimana setelah dia membakar habis semua cinta itu kemudian dia  kembali mengumpulkan sisa-sianya? Mencoba menanamnya kembali dalam bentuk lain.
Mencoba  menegakkannya kembali walau itu usaha yang mustahil.
Seperti menegakkan benang yang basah sama dengan pekerjaan yang sia-sia.
Apakah dia tidak pernah tau betapa brengseknya dia menanamkan rasa trauma?
Setengah mati aku bunuh rasa trauma itu,
Dan sekarang dia kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa?? 
Apakah kamu pernah memikirkan aku seseorang yang pernah selalu mengkhawatirkan kehidupanmu dalam keputusan yang kamu bilang "terbaik"  itu?
Kamu memang pecundang!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Apa kabarmu hari ini?

Ketika saya tulis ini mungkin saya sedang mengingat kembali semua waktu yang sudah saya lalui bersamamu selama ini.

Saya tidak akan bisa menulis semua cerita kita karna akan menjadi ribuan paragraf. Saya hanya ingin menuliskan beberapa hal yang membuat saya bersyukur pernah bersamamu. 

Saya masih ingat pertama kali bertemu denganmu di bangku SMA. Pembawaanmu yang supel dan ceria membuat kita langsung menjadi akrab dan menjadi teman. Hari-hari yang saya lalui di masa SMA sangat berwarna karena saya punya kamu sebagai teman, sekaligus sahabat, partner in crime sejati saya. Kamu adalah satu-satunya orang yang membuat saya bisa tampil seperti diri saya apa adanya. Saya tidak perlu takut menceritakan semua hal padamu meskipun hal itu memalukan. Kamu tidak pernah menjudge saya, tidak pernah marah jika saya melakukan hal-hal yg kamu tidak suka. Kamu adalah tempat semua rahasia yang saya punya, begitu juga denganmu saya sangat berarti buatmu. Kamu mengubah semua kesedihan saya menjadi bahagia. 

Masa SMA berakhir dengan cepat, saya dan kamu berpisah karena saya harus kembali ke rumah dan kamu pun begitu, kita menjalani hidup yang berbeda hingga di bangku kuliah. Saya masih selalu bercerita padamu tentang apapun. Dan kamu selalu punya jawaban tentang apapun yang saya tanyakan. Bahkan pertanyaan paling konyol sekalipun. Kamu selalu mempunyai solusi jika saya memiliki masalah. Kamulah yang cerdas diantara kita. 

Pertengahan kuliah, saya dan kamu bukan hanya lebih dari sekedar teman lagi, kamu berubah menjadi segalanya untuk saya. Kamu selalu mendukung apapun keputusan saya dalam hidup. Saya dan kamu mempunyai selera musik yang sama, bacaan yang sama, film yang sama. Jika ada pepatah yang mengatakan kalau jodoh itu adalah cerminan pribadi kita, maka kamulah cerminan pribadi saya. Saya dan kamu selalu bisa menyelesaikan masalah bersama-sama. Kamu selalu ada untuk saya setiap hari meskipun kita jauh. 

Kamulah yang mengajarkan saya menulis, kamu yang mengajarkan saya menjadi wanita mandiri, kamu yang mengajarkan saya tidak takut menghadapi kehidupan ini, kamu yang selalu berkata pada saya bahwa saya berharga, bahwa saya harus selalu percaya diri, bahwa saya memiliki semua potensi, bahwa saya tidak boleh bersedih, bahwa kamu bangga memiliki saya, bahwa kamu tidak akan pernah membiarkan saya berusaha berjalan di kehidupan ini sendirian. Kamu akan selalu ada untuk saya. Kamu selalu rela berkorban apapun untuk saya. Kalau ada seseorang yang menghargai dan mendukung semua usaha yang saya lakukan sampai hari ini, maka orang itu adalah kamu. Kamu memberikan saya cinta yang luar biasa. Saya belajar semuanya dari kamu. Hingga 800 hari kemarin saya masih berpikir kamu akan terus ada selamanya untuk saya. Saya tidak pernah membayangkan akan menjalani hari-hari tidak bersamamu lagi. 

Saya bertanya-tanya apa sebenernya masalah yang kita punya? Apa masa depan yang sedang coba kita bangun sudah runtuh?? Saya tidak mengerti mengapa kamu menyerah? Mengapa kamu membiarkan saya menyerah? Mana semangat yang kamu punya? Mengapa kamu menyerah begitu saja? Mengapa kamu tega melupakan semua hari-hari yang sudah kita lalui bersama? Kamu Jahat. Kamu membiarkan saya menjalani hari-hari sendirian. Kamu membuat saya bersedih lagi. Kamu membuat saya kehilangan teman, sahabat dan pasangan. Apa yang lebih menyedihkan daripada itu??  



Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Well, minggu kemarin Indonesia baru menang ngelawan korsel dalam pra piala Asia so I want  to say Congratulation for Indonesia Good Job, pertahankan prestasimu! ^^

Ngomong-ngomong soal bola, tanggal 29 september kemarin “Boi” mengajakku untuk menonton langsung final Menpora Cup antara AREMA melawan Central Coast Marines ( CCM ) sebuah klub asal Australia. 
Aku menyambutnya dengan senang hati coz ini akan jadi pengalaman pertamaku nonton bola langsung di stadion. Pagi-pagi sekali aku langsung berburu kostum AREMA dan segala pernak-perniknya. Tawar-menawar terjadi dengan sengit tatkala kostum biru berlogo singa tersebut  ingin ku beli. 
Akhirnya berkat Boi aku berhasil membawa pulang satu kostum AREMA dan Syalnya. Aku membayangkan bakal tampil gagah dengan kostum tersebut.

Pertandingan AREMA vs CCM akan berlangsung sekitar pukul  6 sore. Untuk mengantisipasi macet dan tidak kebagian tempat duduk yang strategis boi mengajakku untuk berangkat lebih awal. 
Setelah mengisi perut kami segera tancap gas menuju Stadion Kanjuruhan yang berada di kecamatan Kepanjen Malang. 
Waktu yang di tempuh sekitar satu sampai satu setengah jam perjalanan tergantung dari tingkat kesibukan di jalan raya :D banyak calo tiket sepanjang perjalanan ke stadion bro. 
Kami tiba di stadion pada pukul 1 siang. Tiket untuk pertandingan kali ini berharga Rp. 25.000 untuk biasa dan sekitar Rp.70.000an untuk yang VIP, aku juga kurang begitu tau sih untuk tiket VIP coz aku beli tiket biasa ^^

Well, Kami harus menunggu beberapa saat sampai di ijinkan masuk di dalam stadion. Sambil menunggu pintu di buka aku browsing beberapa lagu yel-yel suporter AREMA dan mulai menghafal satu-persatu. Sekitar pukul 2 kami di perbolehkan masuk bersama para pedagang yang akan berjualan di stadion. Wow… terik matahari jam 2 siang menyambutku dan mulai menyengat ubun-ubun kepala. Aku mulai menyesal mengapa tidak membawa jaket atau topi. Aku mengambil posisi di tribun menari tepat di bawah papan score. Karena belum banyak orang yang datang aku segera mengabadikan beberapa gambar. Ini dia check it out :


Suporter


Wow… Aku berdecak kagum supporter AREMA begitu keren dan kompak ini salah satunya:

Best Suporter
Kalo haus dan lapar don’t worry karena para pedagang selalu bersiap siaga selama pertandingan berlangsung.

Matahari mulai condong ke barat, terik matahari tidak begitu menyengat lagi. Tak terasa penantian selama hampir 5 jam terbayar sudah ketika ku lihat para pemain AREMA memasuki lapangan untuk melakukan pemanasan.

Klub AREMA saat melakukan pemanasan

Tepat jam 6 sore pertandingan AREMA vs CCM resmi di mulai di tandai dengan pembentangan bendera raksasa tuan rumah.


Segera aku dan para suporter lainnya mulai meneriakkan yel-yel dengan semangat. Babak pertama berlangsung dengan seru, bola bergulir dengan cepat dari kaki-kaki pemain. Beberapa saat kemudian stadion kanjuruhan serasa bergemuruh tatkala “ Kayamba Gumbs” pemain Arema berhasil menyarangkan sebuah gol pada gawang CCM melalui tendangan pinaltinya. Score berubah menjadi 1-0 untuk AREMA. Aku semakin semangat untuk meneriakkan yel-yel mengikuti arahan konduktor.


Tapi sayangnya di penghujung babak pertama CCM berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui tendangan marcos flores, peluit di bunyikan tanda babak pertama berakhir. Aku sebagai suporter amatiran mulai kehausan gara-gara berteriak. Sambil menunggu di mulainya babak ke dua aku segera menandaskan satu botol aqua.  
Babak kedua kembali di gelar, para suporter kian bersemangat. Sekali-kali aku pun menahan nafas ketika gawang AREMA berkali-kali di serang oleh pemain CCM. 
Beberapa saat kemudian babak kedua AREMA kembali di berikan tendangan pinalti atas pelanggaran yang dilakukan tim lawan. para suporter kembali bersorak senang. lagi-lagi “ Kayamba Gumbs” berhasil mengeksekusi bola dengan mulus meluncur kedalam gawang CCM. kami berteriak-teriak kegirangan dan makin lantang lagi meneriakkan yel-yel. Skor bertahan 2-1 hingga pertandingan berakhir pertandingan dimenangkan oleh klub AREMA. Kembang api merah menghiasi langit malam, sorak-sorai riuh memenuhi stadion kanjuruhan.


 Aku mengabadikan para pemenang ketika mendapat piala Menpora.


Pertandingan telah berakhir, lampu-lampu stadion mulai dipadamkan. Aku menunggu hingga beberapa saat untuk keluar dari stadion agar tidak berdesak-desakkan. Aku pulang dengan senyum kemenangan menghiasi wajah. That's my experience guys ^^
Hingga ku tulis postingan ini masih terngiang yel-yel yang aku nyanyikan waktu itu. Semoga dapat menonton lagi di lain kesempatan. 

Kami AREMA Salam satu jiwa
Di Indonesia kan slalu ada
Slalu bersama untuk kemenangan
Kami AREMA...



Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Pondokku… Sekolahku…Teman-teman seperjuangan…
Narasi yang panjang tentang tiga kata di atas. Apa kabar kalian sekarang? Mungkin telah menjadi orang yang sukses.
Masih ingatkah tembok yang bertuliskan “ Religion without knowledge is like a bird without wings “ ? atau tembok yang berbunyi “ utlubul ilma minal mahdi ilallahdi “ ? telah 5 tahun sejak aku terakhir kali memandang bangunan teduhmu, ada rasa kehilangan rasa sedih dan rasa ragu menyusup di hati.
Kehilangan, karna aku telah 6 tahun berlindung di bawah naungan bagunan kokohmu.
Sedih, karna aku tau akan meninggalkan segala rutinitas 6 tahunku yang menempaku menjadi sosok yang lebih kuat.
Ragu, apakah aku bisa menghadapi dunia setelah kau melepas tanganmu dariku. Aku baru selangkah meninggalkan pintu gerbangmu tapi rindu itu menyergapku cepat. Yah cuma hari itu yang acara kembali ke rumah tidak semenyenangkan biasanya, karna hari itu menjadi hari terakhir aku disana dan tidak tau pasti kapan bisa kembali.
Akankah aku bisa sekedar melihatmu lagi?
Teman-teman…
Masih ingatkah dengan rutinitas ngaji pagi, ngaji malam ato sekolah? English morning atau escape alias kabur? Ya semuanya kenangan indah yang terlalu manis untuk dilupakan.
Terima kasih untuk semuanya teman karna kalianlah salah satu unsur yang membuatku dewasa. Banyak kata yang tidak akan pernah habis di rajut untuk menceritakan kisah kita. Bilakah waktu akan mempertemukan kita kembali, semoga apa yang kita sering dengungkan dulu tidak akan pernah sia-sia…Amin.

“ Berotak London Berhati Masjidil Haram “  Jadilah pendukung abadi almamatermu.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  Maret (3)
      • Senandika Senja
      • Mozaik Cinta
      • Pare, I'm In Love
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Pare's Journal
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Sebuah Frasa
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...
  • Terima Kasih
    Untukmu; seseorang yang meninggalkanku Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bis...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose