Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "

Tenun Ikat Maumere di Tanjung Kajuwulu

Hai kembali lagi dengan saya disini...

Weekend minggu lalu saya isi dengan mengikuti sebuah kelas mewarnai Tenun Ikat Maumere. Kelas ini diisi dengan perkenalan singkat Tenun Ikat Maumere oleh Kak An. Kak An adalah seorang penenun asal Maumere yang sudah banyak memamerkan hasil karyanya di Pameran Tenun Ikat Level Nasional. Suatu kehormatan bagi saya untuk mendapatkan langsung pelajaran mengenal Tenun Ikat Maumere dari beliau.

Disini saya akan menerangkan secara singkat tahap demi tahap dalam membuat selembar  Kain Tenun Ikat Maumere. Mohon para penenun dan ahli bisa mengkoreksi jika ada tahap yang salah saya terangkan, maklum saya masih awam CMIIW. 

Okeh, pertama-tama berdoa dulu... hehe... 😆 Oke pertama-tama adalah tahap pemilihan benang yang akan ditenun yaitu dipilih dari jenis Benang Katun. Benang Katun direntangkan kemudian di cuci di air yang mengalir untuk menghilangkan zat lilin yang masih terkandung dalam benang tersebut. Tahap selanjutnya adalah Tahap Pewarnaan. Pewarnaan disini masih memakai pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan. Seperti yang kami praktekkan disini adalah membuat warna coklat dari Kulit Pohon Mahoni dan warna hijau berasal dari Daun Pohon Ketapang. Berikut footagenya :


Kulit Pohon Mahoni di Rebus dalam Air untuk menghasilkan warna coklat
Penulis bersama Kak An sedang Membuka Ikatan Benang Katun sebelum Proses Pewarnaan 

Proses Pencelupan Benang Katun kedalam Air Rebusan Kulit Pohon Mahoni


Proses Pengadukan Daun Pohon Ketapang untuk Menghasilkan Warna Kuning
Daun Pohon Ketapang di cacah kasar direbus bersama air hingga mendidih dan di campur dengan air rebusan tawas untuk menghasilkan warna kuning yang lebih pekat 

Warna Kuning yang pekat berasal dari rebusan Daun Pohon Ketapang dan Tawas

Ini adalah benang warna coklat kemerahan dan kuning setelah proses pewarnaan

Setelah proses pewarnaan benang yang sudah diwarnai kemudian di jemur dan seperti inilah jadinya benang yang sudah kering. Benang biasanya di celup di dalan air warna berkali-kali atau di rendam semalaman untuk mendapatkan warna yang lebih pekat.


Mama-mama penenun sedang menggulung benang yang sudah diwarnai

Setelah kering benang kemudian digulung menjadi bulatan-bulatan seperti ini

Benang Tenun tadi kemudian di tenun oleh penenun selama kurang lebih sebulan. Dan ini adalah beberapa Tenun Ikat Maumere karya Kak An.

Harga Tenun Ikat Maumere ini berkisar antara 700 Ribu hingga 1 Juta Rupiah tergantung tingkat kesulitan pembuatan dan warna coraknya

Indah Sekali bukan???

Contoh Corak Tenun Ikat Maumere

Oke seperti itu saja proses pembuatan Tenun Ikat Maumere. Semoga bermanfaat yah bagi yang sedang ingin mengetahui bagaimana proses pembuatannya... Jangan lupa kunjungi Kota Maumere of Flores ini ya jika kamu ingin mengenal lebih dekat Tenun Ikat Maumere.

See You On The Next Post... 😊
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morella Part I : Pantai Lubang Buaya , Spot kedua di Desa Morella yang saya kunjungi adalah Pantai Nitang Hahai yang berjarak sekitar 5 menit dari Pantai Lubang Buaya. Karcis masuk ke Pantai Nitang Hahai sebesar Rp.2000,- saja sebagai pengganti ongkos parkir. 

Dari ketiga pantai yang saya kunjungi ini mungkin Pantai Nitang Hahai adalah yang memiliki fasilitas paling lengkap. Dimulai dari tersedianya lahan parkir yang luas, musholla, kamar mandi umum, warung makan hingga bale-bale tempat istirahat.

Papan Nama Pantai Nitang Hahai di depan pintu masuk

Lahan Parkir yang luas

Bale-bale tempat istirahat pengunjung

Terdapat juga banyak spot foto yang instagramable untuk anak muda.





 


Dipantai ini juga terdapat spot diving yang tidak terlalu jauh bibir pantai. Dan jika pengunjung ingin melakukan diving diharapkan membawa sendiri saja peralatannya masing-masing karena saya tidak mengetahui apakah di pantai ini juga terdapat tempat penyewaan peralatan diving atau tidak. Saya merekomendasikan pantai ini jika anda berwisata bersama keluarga. 

Oke sekian post saya mengenai Pantai Nitang Hahai tunggu post selanjutnya ya...
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Musim hujan di Kota Ambon sudah dimulai sejak Bulan April lalu dan akan berakhir sekitar bulan Agustus. Ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu kadang hujan kadang panas ini saya bersama partner tampan saya memutuskan untuk jalan-jalan ke Desa/Negeri Morella.

Desa Morella terletak di Kabupaten Maluku Tengah, walaupun sudah berada dalam wilayah administratif Kabupaten Maluku Tengah, namun desa ini masih berada dalam satu Pulau Ambon, sehingga untuk menuju desa ini, wisatawan dapat dengan mudah berkendara menggunakan moda transportasi darat dengan waktu kurang lebih 60 sampai dengan 90 menit dari Pusat Kota Ambon.

Di Desa Morella ini ada beberapa spot objek wisata yang bisa dipilih. Antara lain Pantai Lubang Buaya, Pantai Nitang Hahai dan Pantai Halasy. Kali ini saya mengunjungi ketiga pantai tersebut. Dimulai dari Pantai Lubang Buaya. Nama Pantai Lubang buaya diambil konon menurut masyarakat sekitar di daerah pantai tersebut hidup seekor buaya putih didalam lubang karang di tepi pantai. Sehingga masyarakat sekitar menamakan daerah tersebut sebagai pantai lubang buaya.




Karcis masuk ke pantai lubang buaya adalah sebesar RP. 2.000,- per orang. Itu juga sebagai ganti biaya parkir bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan. Pengunjung harus menuruni anak tangga ke bawah untuk mencapai bibir pantai. Ada beberapa rumah yang terbuat dari papan untuk sekedar santai-santai sambil menikmati laut. Rumah-rumah tersebut juga digunakan sebagai penginapan bagi pengunjung yang ingin menginap harganya dimulai dari Rp. 150.000,- per malam.



 


Pantai lubang buaya ini juga dikenal sebagai spot snorkeling dan diving. Untuk menuju spot diving atau snorkling pengunjung dapat menyewa perahu semang tradisional tanpa mesin dengan tarif Rp. 10.000,- per orang. 

Pendayung Perahu Cilik
Ada juga beberapa spot foto yang bisa dipakai untuk selfie pengunjung termasuk saya hehe...





Credit Photo by A.A
Saya sarankan untuk datang kesini mendekati senja karena pemandangannya indah sekali duduk-duduk sambil menikmati teh dan pisang goreng.
Sekian post jalan-jalan ini...


Salah satu pengunjung yang mencoba spot selfie di Pantai Lubang Buaya


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Untuk diri saya, ketika sebuah ide tentang bahan tulisan menyergap di pikiran saya maka serta merta harus cepat saya tulis. Keburu hilang. Saya sering mengumpakan ide itu seperti keran air PDAM besar pada otak. Ketika airnya nyala maka deras sekali sampai tumpah-tumpah dan ketika airnya mulai mati maka tewaslah aliran air itu. Mmm… saya tidak tau apa ini masuk akal atau tidak. Yang jelas ketika saya memiliki ide tentang sebuah tulisan maka saya dapat mengetik secepat tornado *eaaaa. Tetapi ketika saya tidak memiliki ide sama sekali maka saya bisa vakum menulis sampe setahun. Maklumlah amatir. Oke cukup intermezonya.

Backpaker (Bahasa Inggris) menurut Wikipedia adalah Wisata beransel atau sebuah perjalanan ke suatu tempat tanpa membawa barang yang memberatkan. Adapun barang yang dibawa hanya berupa tas yang digendong, pakaian secukupnya dan peralatan lain yang dianggap perlu.

Well, perlu diketahui saya adalah anak rumahan. Tapi saya pernah memiliki pengalaman backpacker beberapa tahun silam. Dan guys saya ingatkan ini bakal jadi narasi yang panjang. Jika tidak kuat membaca kamu boleh lambaikan tangan pada kamera >__<

Cerita ini bermula pada tahun 2013 saya berkesempatan mengunjungi Kota Surabaya. Saya namakan perjalanan itu sebagai Perjalanan Nostalgia, karena saya menapak tilas semua tempat yang pernah saya datangi dulu. Oke dari Surabayalah pertualangan backpacker saya dimulai. Saya berbekal 1 tas ransel dan 1 tas pakaian, yep masih keliatan rempong dengan banyak barang bawaan. Saya diantar seorang teman SMA ke Terminal Purabaya nama kerennya Terminal Bungurasih. Tujuan pertama saya adalah Jombang. Saya rindu ingin melihat sekolah dan asrama saya. Perjalanan dari Kota Surabaya menuju Jombang dapat ditempuh selama 2 jam menggunakan bus kota. Dan 1,5 jam jika menggunakan bus kota dengan merek PO “Puspa Indah” dengan sopir ugal-ugalannya bisa membawa kamu setengah jam lebih cepat jika menggunakan bis ini, yah dengan resiko muntah-muntah 😅

Hari masih siang ketika saya sampai di Jombang. Setelah bertemu teman, saya mampir untuk menyicipi lagi bakso kesukaan saya ketika bersekolah dulu. Saya kemudian berjalan-jalan menuju Alun-alun jombang singgah di warung lesehan saya memesan lalapan lele. Saya menyempatkan Sholat di Masjid Agung Jombang. Masjid Agung Jombang terletak tepat didepan Alun-alun Kota Jombang. Malam tiba, saya bergegas mencari cemilan dan saya bertemu seorang nenek penjual “Jajanan Pasar” yang mangkal dipinggir trotoar jalan. Jajanan pasar adalah kumpulan kue-kue tradisional seperti getuk, cenil, onde-onde dll. ini adalah salah satu makanan kesukaan saya. Pengalaman yang antimainstream makan jajanan pasar sambil lesehan di atas trotoar.

Tepat Jam 9 malam, saya kembali ke rumah teman dan menyiapkan hanya 1 ransel untuk menuju tujuan berikutnya. Saya akan mengunjungi lagi Kota Jogja. Saya membeli air minum dan roti untuk dimakan di bus. Biasanya saya akan menunggu di trotoar bus yang datang dari arah Surabaya. Saya menunggu Bus Eka tetapi malangnya Bus Eka selalu full penumpang. Karena waktu semakin malam saya putuskan untuk naik Bus Mira. Dan saya masih harus berdiri selama hampir 1 jam karena Busnya yang sangat penuh dengan penumpang. Saya baru mendapatkan tempat duduk ketika jam sudah menunjukkan angka setengah 12 malam. Perjalanan ke jogja masih sekitar 5 jam lagi. 

Saya merapatkan jaket dan mulai menatap keluar jendela bus. Hanya desau angin saya rasakan ketika bus memasuki kawasan hutan jati di Kota Ngawi. Seram, gelap dan sunyi. Saya sedikit tertidur dan terbangun ketika bus memasuki Kota Solo dan berhenti sebentar untuk mengangkut penumpang di Terminal Tirtonadi. Waktu menunjukkan pukul 4 pagi. Bus yang saya tumpangi memasuki Terminal Giwangan Jogja padatepat  pukul 5. Saya bergegas mencari kamar mandi, kemudian membeli segelas teh hangat dan pisang goreng untuk mengganjal perut sambil menunggu Bus pertama Trans Jogja. Saya telah memesan sebelumnya sebuah penginapan di daerah Alun-alun Kidul. 

Saya hanya 4 hari di Kota Jogja. 2 hari pertama saya habiskan dengan mengunjungi Keraton Jogja (Saya sempat mengabadikan Sultan Hamengku Buwono X ketika melintas di Jalanan Keraton), Selfie di Titik Nol Kilometer, di Tamansari, gila-gilaan di Benteng Vredeburg dan menghabiskan malam bersama teman-teman di Pelataran Alun-alun kidul. Berwisata kuliner di Bakmi Doring, Brongkos Koyor Handayani di Alkid, makan surabi di pasar beringharjo, makan gudeg Yu Djum, makan nasi kucing di jalanan daerah UGM dan makan lotek di daerah Malioboro. 2 hari berikutnya saya bersama teman mengunjungi Candi Ratu Boko sekaligus Candi Prambanan. Dan muter-muter pake GPS nyari gerainya Coklat Monggo. 

Karena judulnya adalah Backpaker saya banyak mengandalkan teman-teman untuk mengantar jalan-jalan *makasih teman😀 dan Bus Trans Jogja untuk berpindah destinasi wisata. Hari ke 5 saya mulai berbenah dan sekali lagi menaiki Bus Tans Jogja untuk ke Terminal Giwangan. Kali ini saya langsung membeli karcis Bus Eka. Tepat jam 12 saya meninggalkan Kota Jogja. Tujuan saya adalah Kota Jombang lagi. Saya hanya tidur sepanjang perjalanan pulang ke Jombang, dan terbangun ketika bus memasuki Kota Mojokerto. Jam menunjukkan pukul 8 malam ketika saya tiba di Kota Jombang. Saya diijinkan menginap semalam di rumah kontrakan teman sebelum besok pagi saya akan melanjutkan perjalanan ke Kota Kediri.

Perjalanan saya bersambung dikediri ya guys, masih panjang cerita backpacker saya, lain waktu akan saya lanjutkan lagi. Dan untuk mengakhiri cerita ngalor ngidul yang entah bermanfaat atau tidak ini, saya ingin membagikan sedikit tips dari pengalaman pribadi saya. Oke check it out :
  1. Buatlah sebuah daftar yang berisi tempat-tempat wisata yang ingin kamu kunjungi di Kota tersebut. Jika kamu juga ingin berwisata kuliner maka tulis juga kamu ingin makan apa dan dimana. Hal ini membantu kamu untuk memperkirakan jarak tempuh, transportasi yang digunakan, dan biaya yang diperlukan untuk memenuhi semua list yang telah kamu buat. Kamu bisa browsing terlebih dahulu untuk mengestimasi semua biaya agar tidak terjadi defisit diakhir perjalanan. Jika tujuan kamu adalah Kota Wisata maka informasi tentang Kota tersebut banyak beredar di Internet. Jika tujuan kamu bukan Kota Wisata maka kamu bisa bertanya penduduk sekitar atau jalan-jalan bermodalkan GPS. Motto yang harus diingat adalah Malu bertanya Sesat di Jalan. Jalan-jalan sendiri itu menantang guys, trust me lah 😀
  2. Backpakerlah pada hari kerja bukan di hari libur atau musim liburan. Karena pengalaman saya mengunjungi tempat wisata pada waktu-waktu tersebut sangat ramai. Saya cenderung kurang menikmati karena banyak pengunjung. Dan imbasnya penginapan disekitar tempat wisata banyak yang full. Jika ada kemungkinan harganya lebih mahal. Jika harus backpaker pada musim liburan maka pesanlah penginapan dari jauh-jauh hari.
  3. Pesanlah penginapan yang dekat dengan Pusat Kota atau minimal dekat dengan tempat wisata yang kamu ingin kunjungi. Karena hal ini penting untuk meminimalisir biaya transportasi. Dan pesanlah penginapan yang dekat dengan mini market yang buka 24 jam. Percayalah jika kamu butuh sesuatu malam-malam kamu tidak perlu berjalan jauh untuk mencarinya.
  4. Terakhir Jika ingin menyewa kendaraan untuk berwisata cek dahulu kondisi dan kelengkapan surat-surat kendaraan sebelum kamu mulai menyewa. Informasi mengenai harga sewa perhari hingga perminggu dapat kamu temukan di internet.



Oke guys sekian dulu cerita yang kepanjangan ini. See you next post 😁
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Well, sebenarnya tulisan ini memang sudah sangat kadaluarsa untuk diposting. Tapi tak apalah, aku terbitkan saja 😃 
Cerita ini berlokasi di malang. 
Bermula pada suatu siang yang terik dan aku bersama Boi sudah menghabiskan waktu sejam untuk 
mengubek-ngubek toko buku bekas di wilis, rasa bosan dan penat mulai mengerogotiku. Boi mengusulkan untuk ke pasar burung kota malang yang kebetulan lokasinya dekat dengan wilis. 
Aku pun langsung segera mengiyakan usulannya. Dan sampai disana aku senang bukan kepalang karena apa hayo,,, aku melihat ini nih....




Aku lupa ini kucing jenis apa, yang pasti kucing ini imut sekali 😆 aku punya beberapa foto hewan-hewan yang dijual di Pasar Burung Kota Malang. Let me show you the photos down below...

Anak Ayam
Anak Ayam Warna-Warni
Landak
Ada macam-macam burung juga ini burung Lovebird
Bahkan binatang yang dilindungi juga ada
Burung Hantu yang kelihatan ngantuk
Ada Macam-macam ikan juga yang dijual


Selain menjual berbagai macam hewan Pasar Burung Kota Malang juga menjual Aneka makanan Burung, Kucing, Anjing dan Ikan dalam jumlah banyak. Ada juga berbagai macam kandang hewan untuk kucing,hamster dan burung. Pokoknya lengkap lah guys. Ini penampakannya...






Pasar Burung Kota Malang ini terletak di sepanjang Jalan Brawijaya Malang. Kamu yang pecinta hewan pasti senang sekali bila berkunjung kesini. Semua kebutuhan untuk hewan peliharaanmu dapat dibeli disini. Pasar ini selalu ramai sepanjang hari karena dekat sekali dengan jantung Kota Malang. Oke guys sampai disini dulu cerita jalan-jalannya. See you on the next post 😯
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  Maret (3)
      • Senandika Senja
      • Mozaik Cinta
      • Pare, I'm In Love
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Pare's Journal
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Sebuah Frasa
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...
  • Terima Kasih
    Untukmu; seseorang yang meninggalkanku Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bis...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose