Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "

Provinsi Maluku adalah negeri seribu pantai-pantai yang indah. Dari pantai berbatu karang hingga pantai dengan pasir terhalus ada di negeri ini. Pada bulan Juli kemarin saya berkempatan untuk mengunjungi salah satu kabupaten di Provinsi Maluku. Guess what?? yep, Kabupaten Maluku Tenggara yang beribukota di Tual. Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Tual. Perjalanan menuju Tual ditempuh dalam waktu 1 jam 25 menit menggunakan pesawat terbang. Sekarang penerbangan menuju  Tual dapat menggunakan pesawat jenis Wings Air dan Garuda Indonesia dengan frekuensi terbang sekitar 2x sehari. Harga normal untuk kedua penerbangan ini berkisar 1 hingga 1,2 juta rupiah. Bulan juli adalah saat musim penghujan di Provinsi Maluku, cuaca sedikit mendung dan hujan ketika saya tiba di Bandara Karel Satsuitubun Langgur. 



Kami memesan sebuah hotel di dekat bandara. Nama hotelnya adalah Grand Vilia sebuah hotel yang terbilang baru di Langgur. Harga semalam berkisar antara 400 hingga 500 ribu untuk kamar president suit. Kalian bisa cek di link ini untuk informasi kamar dan pemesanannya http://www.grandviliahotel.com/

Hari berikutnya, saya melakukan sedikit pekerjaan pada pagi hari dan baru memiliki waktu istirahat sekitar jam 1 siang. Cuaca di langgur sedikit mendung tetapi tidak hujan. Teman saya mengajak untuk jalan-jalan ke Pantai Ngurbloat atau yang terkenal dengan Pantai Pasir Panjang. Perjalanan ke Pantai Ngurbloat dapat ditempuh sekitar 30-45 menit menggunakan mobil. Satu yang saya suka tentang langgur adalah jalannya yang lurus dan rata. Biaya masuk ke Pantai Ngurbloat adalah 20.000 rupiah saja. Pantai Ngurbloat memiliki panjang sekitar 5 Km dari Desa Ngingof hingga ke Pantai Ngursamadan di Desa Ohilir, Kabupaten Kei Kecil. Saya pribadi adalah pecinta pantai dan telah melihat berbagai macam jenis pantai tetapi menurut saya Pantai Ngurbloat ini adalah salah satu yang terindah di Provinsi Maluku. Pantai Ngurbloat ini mendapat gelar Pantai dengan Pasir Terhalus se-Asia versi majalah National Geography. Saya sendiri sudah membuktikannya dan mengakui bahwa gelar itu pantas disematkan pada Pantai Ngurbloat. Ingin rasanya berlama-lama dan berenang menikmati pantai itu, tetapi saya hanya memiliki sedikit waktu. Saya bersyukur sempat mengabadikan beberapa foto yang entah kenapa payah sekali anglenya.



Pantai Ngurbloat juga menyediakan penginapan bagi wisatawan yang ingin menginap. Ada beberapa homestay dari kayu jika Anda ingin tinggal di daerah ini. Seperti Evalin Philips Homestay dan Coaster Cottage tersedia dekat pantai. Waktu terbaik untuk mengunjungi Pantai Ngurbloat adalah antara bulan September hingga Februari, karena selama bulan-bulan ombak yang relatif lebih tenang dan iklim yang menyenangkan.




Sekian cerita jalan-jalan saya kali ini. Pastikan untuk menjaga pantai bersih dengan tidak membuang sampah. See you... 😊







Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ini tulisan tanpa draft dan random. Saya hanya sekedar menulis. Saya teringat bahwa dulu sering terbangun malam hari dan kemudian tidak bisa tidur. Lalu saya menelpon membangunkanmu. Kamu tidak pernah marah. Kamu bertanya "ada apa? Kemudian saya begitu mudahnya langsung bercerita tentang apa yang sedang saya pikirkan, apa yang sedang saya rasakan hingga tidak bisa tidur. Kamu dengan sabar mendengarkan saya, hingga saya merasa ngantuk lagi. Bahkan sampai pagi juga kamu tidak pernah marah. Maaf saya teringat lagi malam ini.   Sejak kamu tidak ada saya belajar untuk memperbanyak aktifitas diwaktu malam.  Supaya saya capek dan langsung tertidur, tidak terbangun malam hari. Karna kalau terbangun tidak ada kamu lagi yang bisa ditelpon. Yang bisa diajak bicara malam-malam seperti sekarang. Saya terkadang rindu pendapat saya didengarkan.
Dan sekarang ketika kadang terbangun malam hari dalam keadaan hati yang kalut, bingung dan saya tidak memiliki seseorangpun untuk berbagi saya sering menangis. Saya teringat kamu sekarang. Kamu tidak pernah mengatakan bahwa saya seperti anak kecil, kamu tidak pernah mengatakan bahwa saya tidak dewasa, kamu tidak pernah mengatakan bahwa saya kekanak-kanakan. Kamu menerima saya apa adanya. Maaf.
Sekarang saya baru tau makna sebenarnya dari kata-kata "menerima apa adanya". Dulu kamu memang jauh tapi selalu hadir untuk saya. Kamu tidak pernah marah jika saya mengganggu pekerjaanmu. Saya selalu kamu jadikan prioritas. Sekarang dia dekat tapi saya merasa jauh. Meskipun dia sering bilang dia selalu ada untuk saya. Tetapi saya tidak merasakan dia selalu ada untuk saya.
-00.00 WIT-
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ada sebuah adegan cerita dari novel kesukaan saya, adegan itu bercerita tentang seorang istri yang mengenang mendiang suaminya. Istrinya berkata bahwa dia mendapatkan cinta yang sederhana dari suaminya. Ketika sang istri membuatkan kopi untuk suaminya maka suaminya akan minum perlahan-lahan sambil tersenyum pada istrinya. Ketika istrinya sedang lelah dan istirahat maka suaminya akan mengambil pemotong kuku dan mulai memotong kuku istrinya. Dan ketika sore tiba suaminya akan menggandeng tangan istrinya dan mengajak jalan-jalan melihat senja di pinggir pantai. Itu adalah sepenggal cerita dari novel " Cinta Dalam Gelas" karya Andrea Hirata. 

Saya tercenung pada kisah seindah ini dan mulai berpikir, mungkinkah laki-laki seperti ini ada di jaman sekarang? atau cuma sekedar fiksi penambah bumbu cerita? dan jika ada saya akan sangat bersyukur memilikinya.

Saya mengenalnya sejak setahun yang lalu. Saya mengakui itu bukan cinta pada pandangan pertama. Saya mulai menyukainya seiring waktu kami yang memiliki banyak komunikasi. Saya menyukai pribadinya yang sederhana. Saya menyukai canda tawanya. Saya menyukai kepintaran dan wawasan luasnya dalam menjawab setiap pertanyaan yang saya ajukan. Dia adalah google bagi saya, tapi dia malah sering kesal karna saya suka bertanya banyak hal padanya. Saya mengakui bahwa dia adalah kebalikan dari semua tipe pria yang saya impikan dulu. Saya menyukai tipe pria yang hangat dan perhatian, sedangkan dia adalah tipe kebalikannya. Dia cuek dan jarang menunjukkan sikap perhatian. Saya kadang begitu frustasi dan ingin rasanya menyerah tapi dibalik itu saya tau dengan pasti betapa dia menyayangi saya.  Kami sering bertengkar dan sering baikan. Saya tau betapa saya juga sering membuatnya frustasi dengan sikap egois dan kekanak-kanakan saya tetapi dia tidak pernah marah. Atau mungkin saya akan dijitak berkali-kali kalo selalu ngeyelan, jika saja saya di dekat dia saat itu hehe.

Saya menjadikan post ini sebagai jejak dimana saya akan selalu mendukung setiap langkah yang dia ambil. Saya akan berjanji selalu bersamanya dalam masa sulit dan senang sekarang maupun nanti. Dia adalah orang pertama yang saya yakini bahwa saya ingin menghabiskan hidup saya bersamanya. Saya ingin membuatnya selalu bahagia. Saya selalu mendengarnya berulang-ulang mengatakan bahwa hidup kedepan akan lebih sulit, tapi saya selalu percaya akan bisa melewati semua hal yg sulit itu bersamanya. Saya membutuhkan dia disetiap hari-hari saya. Dialah tempat saya akan selalu pulang. Di depannya saya tidak pernah takut menunjukkan semua sikap dan sifat baik dan buruk, karna saya tau dia akan selalu menerima saya apa adanya. 

Saya menyadari bahwa saya dan dia begitu berbeda, saya adalah seseorang dengan sikap yang keras kepala dan menyelesaikan segala masalah dengan terjun langsung kedalam masalah itu. Sedangkan dia adalah tipe orang yang berhati-hati agar tidak terkena masalah. Saya sedang berusaha menjembatani perbedaan itu bersama dia sekarang. Saya tau dia tidak akan pernah menyerah memahami saya begitu juga sebaliknya saya tidak akan pernah menyerah memahami dia sekarang maupun nanti.

Dan betapa ribuan kata-kata tidak akan pernah cukup saya deskripsikan seperti apa saya juga menyayanginya. Sayang, Cinta, Beb, Yank, Kak, Mas, Cherry, Saya mencintaimu. 
Makasih.









Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Tulisan ini semata-mata hanyalah pendapat saya belaka tanpa disertai kebenaran. Ini hanyalah sebuah opini atas pengalaman dan pendidikan yang sudah saya terima selama ini.

Saya dibesarkan dengan didikan yang keras. Dikeluarga kami pendidikan adalah hal yang utama. Kami tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler diluar kegiatan belajar di dalam kelas.  Saya pernah mengikuti kegiatan pramuka di Sekolah Dasar. Tetapi segera disuruh untuk berhenti dikarenakan ada beberapa nilai saya pada mata pelajaran tertentu yang turun pada semester itu. Sehingga saya menghabiskan waktu hingga kelas 6 SD dengan hanya belajar pelajaran didalam kelas, tidak pernah sekalipun saya mengikuti kegiatan seperti pramuka, olahraga, kesenian dll. Saya hanya berusaha mempertahankan rangking 10 besar di kelas dengan mengikuti banyak les. Seperti les matematika, les bahasa inggris dan les IPA. Kadang ketika saya sedang belajar di dalam kelas dan melihat teman-teman melakukan kegiatan pramuka saya merasa iri. Karena pada dasarnya saya adalah anak yang aktif dan senang melakukan kegiatan di luar kelas. Saya benci terkurung di dalam kelas dan belajar pelajaran yang saya tidak saya sukai.

Ketika memasuki masa SMP dan SMA saya baru memiliki kegiatan diluar kelas. Saya memilih ekstrakuriler basket, voli, elektronika, bahasa inggris dan mengikuti paduan suara. Saya juga bergabung sebagai anggota aktif perpustakaan universitas dan perpustakaan komik di kota saya. Pada momentum itulah saya merasa bebas. Saya merasa menjalani hidup dengan sepenuhnya tanpa ada paksaan dari siapapun. Pada saat itulah saya baru menyadari saya mampu melakukan hal-hal yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Saya membaca berbagai jenis buku novel dan komik. Saya juga mulai membuat kliping tentang berbagai jenis informasi dan pengetahuan yang saya dapat dari koran dan majalah. Saya mulai membaca novel sastra lama. Saya mulai membaca buku-buku dari Khalil Gibran dan Paulo Coelho. Meskipun waktu itu saya tidak mengerti artinya saya merasa saya telah mencoba memahaminya. Menurut saya masa-masa itu adalah masa-masa dimana saya bisa lebih banyak berekspresi.

Setelah selesai sekolah saya malah mengalami banyak kemunduran soal berekpresi sesuai hal yang saya suka. Saya seperti tiba-tiba dibenturkan realita hidup. Dan bahwa hidup ini tidak bisa sesuka saya. Hidup ini ada aturan mainnya. Yang tidak ikut yah siap-siap digilas. Ini sangat bertolak belakang dengan sifat saya yang cenderung suka melawan arus. Saya dipaksa mengambil jurusan kuliah yang tidak saya suka. Dengan alasan jurusan saya adalah jurusan yang mempunyai banyak lapangan kerja di masa depan. Saya mengalah meski di dalam hati saya tidak suka. Saya mengalah karena banyak yang menaruh harapan mereka pada saya. Saya merasa saya bisa melakukan banyak hal, saya bisa mengeluarkan segala potensi yang saya miliki alih-alih terkurung dengan pekerjaan membosankan yang saya lakukan setiap hari.

Seseorang berkata kepada saya bahwa saya tidak bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan kepada saya sekarang. Soal bersyukur saya bersyukur itu pasti. Saya hanya menyesal mengapa saya lemah dan tidak punya pendirian. Mengapa saya tidak kukuh mempertahankan apa yang saya percayai? mengapa saya tidak tetap pada jalur yang telah saya buat sebelumnya, yaitu bekerja pada bidang yang saya sukai.

Poin pada tulisan yang bertele-tele ini adalah tentang bakat dan minat. Menurut hemat saya jika seorang anak dibesarkan dengan didukung penuh apa yang menjadi bakat dan minatnya saya yakin anak tersebut akan merasa bebas, akan menjalani hidupnya tanpa terkekang dengan harapan orang tua. Dan yang paling penting akan memiliki pekerjaan sesuai dengan bakat dan minatnya. Saya yakin anak itu akan bersinar jika ditempatkan sesuai dengan apa yang dia mau, seperti kutipan sebuah quote "Right Man on the Right Job"   alih-alih didoktrin dengan sebuah artikel pada kolom majalah "10 Pekerjaan Idaman Mertua". Memangnya kalau kita tidak memiliki satu diantara 10 pekerjaan itu kita jadi bukan idaman mertua gitu?? kita tidak bisa sukses ?? kita tidak bisa kaya ?? Ah, masyarakat jaman sekarang sudah terlalu banyak membaca omong kosong yang mempengaruhi keobjektivitas.

Seperti pekerjaan bidang fotografi yang dulu sangat disepelekan, setiap orang tua yang mempunyai anak dan memiliki bakat pada bidang fotografi seolah-olah tidak diperhatikan alasannya adalah karena menjadi fotografer bukan pekerjaan yang menjanjikan, bukan pekerjaan yang memiliki nilai prestisius seperti dokter misalnya. Sehingga anak-anak dituntut untuk belajar, kuliah dan memiliki pekerjaan yang menurut orang tua "terbaik". Tetapi lihatlah sekarang, pekerjaan dalam bidang fotografi malah sangat prestisius. Lapangan pekerjaan dalam bidang kreatif hampir semua membutuhkan skill fotografi.

Sekali lagi tulisan ini hanyalah sekedar opini saya, apa yang saya rasakan sehari-hari, apa yang saya amati dan hanya pengalaman saya semata. Saya bukanlah orang tua, belum jadi orang tua tepatnya belum juga memiliki anak. Saya hanya menuliskan apa yang saya resahkan. Sekaligus sebagai pengingat saya agar lebih bijak dimasa depan dan tidak memaksakan kehendak saya kepada anak-anak. Saya percaya bahwa anak-anak  memiliki segala kemampuan, bakat dan minatnya sendiri. Dia akan lebih bersinar sesuai apa yang dia inginkan.

Sekian dari saya. See you on the next post ^__^

















Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Note : Post ini rencananya akan saya terbitkan tanggal 26 September tapi tertunda karna ada beberapa hal jadi baru saya terbitkan sekarang forgive me...^___^

Saya selalu suka dengan bulan september bukan hanya karna saya berulang tahun di bulan itu, tetapi bulan september adalah awal musim panas setelah sekitar 6 bulan lamanya kota tercinta ini di guyur musim hujan. Saya ga pernah suka dengan musim hujan. Dingin dan bikin hari-hari ga bersemangat. 
Oke pembukaan yang terlalu lama. Jadi beberapa hari lagi saya akan berumur 26 tahun. Yep seperempat abad lebih. Haaaa... saya berasa sudah sangat tua dan belakangan ini saya mulai agak pikun karna melupakan semua hal. Saya berencana menjadikan post ini semacam prasasti dimana saya akan meninggalkan semua masa lalu saya disini dan mulai berlari menyongsong masa depan. 

Masa Lalu -
Hingga sekarang terkadang saya masih merasa sedikit timpang, yah karna tidak ada kamu lagi di sisi saya. Saya baru menyadari bahwa saya ketergantungan kamu. Bahwa saya mempercayakanmu menghandel semua aspek dalam hidup saya bahkan untuk hal kecil saya terbiasa meminta pendapatmu. Dan sekarang tidak ada kamu lagi. Ahhh begitu berartinya kamu untuk saya selama ini. Sekarang saya harus memutuskan sendiri semua hal dalam hidup saya. Dan saya tidak boleh lagi bertanya apapun padamu. Saya hanya harus bisa menerima dan ikhlas kamu bukan milik saya lagi. Sekarang saya sudah move on kok. Kamu mungkin masa lalu yg paling indah buat saya. Tapi saya akan meninggalkanmu disini di prasasti tanggal 26 September 2017 ini. Saya tidak tau akankah saya menulis tentangmu lagi esok hari tetapi yang jelas saya akan melangkah pergi dari semua kenangan tentangmu. Saya akan berusaha berdiri di atas kaki sendiri. Walaupun saya tidak akan pernah sama tanpamu. Saya akan mulai menghapusmu dari hidup saya. Saya akan berbahagia dengan seseorang yang sudah setahun ini berada disisi saya menggantikanmu. Dialah masa depan saya sekarang.

Masa Depan -
Di umur 26 tahun ini saya memiliki seorang laki-laki dalam hidup saya. Meski terkadang dia sangat cuek tetapi dia sosok yang sempurna untuk diri saya. Saya akan belajar menerima segala kekurangannya. Dia yang ada setiap hari selama setahun belakangan ini menemani saya. Dia yang cerewet, yang suka mengkritisi sesuatu, yang suka ngejek-ngejek, yang suka sok bisa padahal tidak bisa, yang pelupa akut, yang suka marah-marah, yang selalu sabar menerima kemarahan dan sikap kekanak-kanakan saya, yang lucu, yang pintar, yang suka memberikan semangat, yang tidak romantis sama sekali. Dibalik itu semua saya mencintai dia. Saya lupa kapan tepatnya saya mulai menerima dia dihati saya. Hanya saja perasaan itu tiba-tiba ada, dan saya berharap dialah yang terakhir untuk saya. Saya berproses menjadi seseorang yang lebih baik sejak bersamanya. Meskipun dia selalu berkata bahwa hidup di masa depan akan lebih sulit daripada hari ini tapi saya mulai melihat hidup saya akan baik-baik saja bersama dia. Dialah semua yang saya inginkan. Saya tidak tau takdir kami akan seperti apa kedepan. Tetapi hal yang saya syukuri di umur 26 tahun ini selain kesehatan, keluarga dan sahabat adalah dia.

Oke... 26 tahun ternyata tidak begitu begitu menyeramkan selain pertanyaan "kapan nikah??
Hassyemmm... T___T
Sekian dari saya. See u on the next post.


Sunset di Pantai Losari Makassar 2015


 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Sesuai judul di atas saya ingin menyampaikan setelah saya menjalani rutinitas tahun-tahun belakangan ini saya mengambil suatu kesimpulan bahwa "Menahan Amarah itu Susah" I just feel Sick...

Saya selama ini mengenal dengan baik diri saya. Saya tau bahwa saya adalah orang yang sabar dan cenderung gampang dimanfaatkan orang lain. Dan setiap hari saya melihat seseorang marah pada hal-hal kecil atau seseorang mengungkit masalah yang seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan. Ketika amarah pernah memuncak dikepala saya, biasanya saya hanya akan diam dan pergi dari situ dan berusaha mendinginkan kepala dengan mengatakan sabar berulang-ulang di dalam hati. Saya tau efek dari sebuah makian atau dari sebuah kata kasar yang terlontar dari mulut seseorang itu ketika dia marah dan emosi, itu sangat menyakitkan hati. Jadi saya menghindari sebisa mungkin tidak lepas kontrol saat saya marah. Saya hanya berusaha mengontrol jangan sampai saya mengeluarkan kata yang menyakitkan hatinya.

Tapi entah mengapa orang disekitar saya ketika marah malah gampang sekali mengeluarkan kata-kata kasar yang menyakitkan hati. Apakah dia tidak berpikir bahwa saya akan sakit hati dengan setiap perkataannya? Dan setelah mengeluarkan kata-kata kasar tidak pernah minta maaf. Seolah-olah itu adalah hal yang biasa terjadi dan saya harus memahaminya?? Apa dia pikir dia tidak berdosa telah menyakiti hati orang lain?? Seperti apa manusia jaman sekarang?? Apa sudah kehilangan rasa bersimpati? Apakah sudah kalah oleh setan yang merasa menang jika manusia terjerumus dalam ke dalam amarah?? Tidakkah anda pernah dengar dalam Surat Ali Imran ayat 133-134 : 
Menahan amarah adalah sebab memperoleh ampunan Allah dan surga-Nya:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang lebarnya (seluas) langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang bertakwa, yaitu orang yang menginfakkan (hartanya) di waktu lapang atau susah, dan orang-orang yang menahan amarah, dan bersikap pemaaf kepada manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik (Q.S Ali Imran:133-134)

Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللَّهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ مَا شَاءَ
Barangsiapa yang menahan amarah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, Allah akan panggil ia di hadapan para makhluk pada hari kiamat, hingga Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari (terbaik) yang ia inginkan (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Disitu bahkan sudah jelas dan sumber tak terbantahkan jika seseorang dapat mengendalikan amarah dia akan mendapatkan surga. Disetiap dosa yang kita buat setiap hari tidakkah anda mau menggapai surga dengan cara sepele ini " Menahan Amarah"?? What a Shame!
" Lidah itu tajam laksana pedang bahkan ia adalah pedang bermata dua. Jika luka tersayat pedang tidaklah susah untuk diobati, tetapi hati yang terluka ditikam kata-kata kemana kan dicarikan penawarnya?  "
Sumber

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Berbicara mengenai Nahasa Inggris, Lagu dan kemampuan mengingat apakah ketiganya berhubungan? Yep, sangat berhubungan. Saya termasuk seseorang yang dapat mengingat dengan jelas setiap lagu dalam bahasa inggris yang pertama kali dinyanyikan oleh guru saya ketika duduk di bangku Sekolah Dasar Kelas 3. Akan saya ceritakan sedikit mengapa saya begitu mencintai bahasa asing ini.

Bahasa Inggris...
Well, awal ketertarikan saya dengan bahasa inggris adalah ketika saya berumur 7 tahun. Suatu siang kakak sepupu saya menyanyi mengikuti sebuah lagu bahasa inggris di TV, saya kebetulan ada disitu itulah pertama kali saya terpukau akan seseorang yang bisa menyanyikan lagu bahasa asing tanpa teks. Didalam hati saya berjanji suatu hari nanti akan menyanyikan juga lagu bahasa inggris itu tanpa teks. Dan Voila... saya dipertemukan dengan seorang guru bahasa inggris yang menyenangkan di SD. Beliau mengajarkan banyak lagu anak-anak yang saya masih ingat sampai sekarang lirik lagunya. Saya jatuh cinta dengan bahasa inggris. Dan selalu memiliki nilai paling tinggi di kelas dari SD hingga SMA. 

Lagu...
Saya adalah pecinta lagu. Saya meyukai berbagai jenis genre musik. Pop, Jazz, Klasik, Reggae, Keroncong, Sinden Jawa, Dangdut, Melayu hingga Instrumental. Dari Lagu Sewu Kutonya Mas Didi Kempot sampai Instrument Moonlight Sonatanya Om Mozart. Masih terkait dengan bahasa inggris saya mencoba untuk menghafal lirik lagu bahasa inggris sejak SD dan selalu bertambah setiap tahun lagu yang saya hafalkan hingga sekarang. Saya tidak bisa mengingat berapa jumlah lagu yang berhasil saya hafalakan dalam kurun waktu 19 tahun itu. Mungkin ratusan. Dan saya masih mengingat semua lagu itu hingga sekarang. Apakah saya akan tetap mengingatnya sampai tua? We'll see...
Saya adalah seseorang cepat mengingat jika sesuatu dibuat dalam lagu. Seperti pada waktu SMA saya menghafalkan unsur periodik kimia mengunakan lagu. Dan saya masih mengingatnya hingga sekarang. 

Ingatan...
Saya sering berpikir betapa hebatnya otak manusia itu bisa mengingat berjuta memori. Tuhan Maha Besar. Saya selalu takjub dengan cara kerja otak manusia, saya pernah membaca dan menonton video tentang cara kerja otak, sel demi sel yang sambung menyambung, neuron demi neuron. Bagaimana saya dapat mengingat semua ratusan lirik lagu itu. 

Alhamdulillah atas semua karunia ini Tuhan...


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Untuk diri saya, ketika sebuah ide tentang bahan tulisan menyergap di pikiran saya maka serta merta harus cepat saya tulis. Keburu hilang. Saya sering mengumpakan ide itu seperti keran air PDAM besar pada otak. Ketika airnya nyala maka deras sekali sampai tumpah-tumpah dan ketika airnya mulai mati maka tewaslah aliran air itu. Mmm… saya tidak tau apa ini masuk akal atau tidak. Yang jelas ketika saya memiliki ide tentang sebuah tulisan maka saya dapat mengetik secepat tornado *eaaaa. Tetapi ketika saya tidak memiliki ide sama sekali maka saya bisa vakum menulis sampe setahun. Maklumlah amatir. Oke cukup intermezonya.

Backpaker (Bahasa Inggris) menurut Wikipedia adalah Wisata beransel atau sebuah perjalanan ke suatu tempat tanpa membawa barang yang memberatkan. Adapun barang yang dibawa hanya berupa tas yang digendong, pakaian secukupnya dan peralatan lain yang dianggap perlu.

Well, perlu diketahui saya adalah anak rumahan. Tapi saya pernah memiliki pengalaman backpacker beberapa tahun silam. Dan guys saya ingatkan ini bakal jadi narasi yang panjang. Jika tidak kuat membaca kamu boleh lambaikan tangan pada kamera >__<

Cerita ini bermula pada tahun 2013 saya berkesempatan mengunjungi Kota Surabaya. Saya namakan perjalanan itu sebagai Perjalanan Nostalgia, karena saya menapak tilas semua tempat yang pernah saya datangi dulu. Oke dari Surabayalah pertualangan backpacker saya dimulai. Saya berbekal 1 tas ransel dan 1 tas pakaian, yep masih keliatan rempong dengan banyak barang bawaan. Saya diantar seorang teman SMA ke Terminal Purabaya nama kerennya Terminal Bungurasih. Tujuan pertama saya adalah Jombang. Saya rindu ingin melihat sekolah dan asrama saya. Perjalanan dari Kota Surabaya menuju Jombang dapat ditempuh selama 2 jam menggunakan bus kota. Dan 1,5 jam jika menggunakan bus kota dengan merek PO “Puspa Indah” dengan sopir ugal-ugalannya bisa membawa kamu setengah jam lebih cepat jika menggunakan bis ini, yah dengan resiko muntah-muntah 😅

Hari masih siang ketika saya sampai di Jombang. Setelah bertemu teman, saya mampir untuk menyicipi lagi bakso kesukaan saya ketika bersekolah dulu. Saya kemudian berjalan-jalan menuju Alun-alun jombang singgah di warung lesehan saya memesan lalapan lele. Saya menyempatkan Sholat di Masjid Agung Jombang. Masjid Agung Jombang terletak tepat didepan Alun-alun Kota Jombang. Malam tiba, saya bergegas mencari cemilan dan saya bertemu seorang nenek penjual “Jajanan Pasar” yang mangkal dipinggir trotoar jalan. Jajanan pasar adalah kumpulan kue-kue tradisional seperti getuk, cenil, onde-onde dll. ini adalah salah satu makanan kesukaan saya. Pengalaman yang antimainstream makan jajanan pasar sambil lesehan di atas trotoar.

Tepat Jam 9 malam, saya kembali ke rumah teman dan menyiapkan hanya 1 ransel untuk menuju tujuan berikutnya. Saya akan mengunjungi lagi Kota Jogja. Saya membeli air minum dan roti untuk dimakan di bus. Biasanya saya akan menunggu di trotoar bus yang datang dari arah Surabaya. Saya menunggu Bus Eka tetapi malangnya Bus Eka selalu full penumpang. Karena waktu semakin malam saya putuskan untuk naik Bus Mira. Dan saya masih harus berdiri selama hampir 1 jam karena Busnya yang sangat penuh dengan penumpang. Saya baru mendapatkan tempat duduk ketika jam sudah menunjukkan angka setengah 12 malam. Perjalanan ke jogja masih sekitar 5 jam lagi. 

Saya merapatkan jaket dan mulai menatap keluar jendela bus. Hanya desau angin saya rasakan ketika bus memasuki kawasan hutan jati di Kota Ngawi. Seram, gelap dan sunyi. Saya sedikit tertidur dan terbangun ketika bus memasuki Kota Solo dan berhenti sebentar untuk mengangkut penumpang di Terminal Tirtonadi. Waktu menunjukkan pukul 4 pagi. Bus yang saya tumpangi memasuki Terminal Giwangan Jogja padatepat  pukul 5. Saya bergegas mencari kamar mandi, kemudian membeli segelas teh hangat dan pisang goreng untuk mengganjal perut sambil menunggu Bus pertama Trans Jogja. Saya telah memesan sebelumnya sebuah penginapan di daerah Alun-alun Kidul. 

Saya hanya 4 hari di Kota Jogja. 2 hari pertama saya habiskan dengan mengunjungi Keraton Jogja (Saya sempat mengabadikan Sultan Hamengku Buwono X ketika melintas di Jalanan Keraton), Selfie di Titik Nol Kilometer, di Tamansari, gila-gilaan di Benteng Vredeburg dan menghabiskan malam bersama teman-teman di Pelataran Alun-alun kidul. Berwisata kuliner di Bakmi Doring, Brongkos Koyor Handayani di Alkid, makan surabi di pasar beringharjo, makan gudeg Yu Djum, makan nasi kucing di jalanan daerah UGM dan makan lotek di daerah Malioboro. 2 hari berikutnya saya bersama teman mengunjungi Candi Ratu Boko sekaligus Candi Prambanan. Dan muter-muter pake GPS nyari gerainya Coklat Monggo. 

Karena judulnya adalah Backpaker saya banyak mengandalkan teman-teman untuk mengantar jalan-jalan *makasih teman😀 dan Bus Trans Jogja untuk berpindah destinasi wisata. Hari ke 5 saya mulai berbenah dan sekali lagi menaiki Bus Tans Jogja untuk ke Terminal Giwangan. Kali ini saya langsung membeli karcis Bus Eka. Tepat jam 12 saya meninggalkan Kota Jogja. Tujuan saya adalah Kota Jombang lagi. Saya hanya tidur sepanjang perjalanan pulang ke Jombang, dan terbangun ketika bus memasuki Kota Mojokerto. Jam menunjukkan pukul 8 malam ketika saya tiba di Kota Jombang. Saya diijinkan menginap semalam di rumah kontrakan teman sebelum besok pagi saya akan melanjutkan perjalanan ke Kota Kediri.

Perjalanan saya bersambung dikediri ya guys, masih panjang cerita backpacker saya, lain waktu akan saya lanjutkan lagi. Dan untuk mengakhiri cerita ngalor ngidul yang entah bermanfaat atau tidak ini, saya ingin membagikan sedikit tips dari pengalaman pribadi saya. Oke check it out :
  1. Buatlah sebuah daftar yang berisi tempat-tempat wisata yang ingin kamu kunjungi di Kota tersebut. Jika kamu juga ingin berwisata kuliner maka tulis juga kamu ingin makan apa dan dimana. Hal ini membantu kamu untuk memperkirakan jarak tempuh, transportasi yang digunakan, dan biaya yang diperlukan untuk memenuhi semua list yang telah kamu buat. Kamu bisa browsing terlebih dahulu untuk mengestimasi semua biaya agar tidak terjadi defisit diakhir perjalanan. Jika tujuan kamu adalah Kota Wisata maka informasi tentang Kota tersebut banyak beredar di Internet. Jika tujuan kamu bukan Kota Wisata maka kamu bisa bertanya penduduk sekitar atau jalan-jalan bermodalkan GPS. Motto yang harus diingat adalah Malu bertanya Sesat di Jalan. Jalan-jalan sendiri itu menantang guys, trust me lah 😀
  2. Backpakerlah pada hari kerja bukan di hari libur atau musim liburan. Karena pengalaman saya mengunjungi tempat wisata pada waktu-waktu tersebut sangat ramai. Saya cenderung kurang menikmati karena banyak pengunjung. Dan imbasnya penginapan disekitar tempat wisata banyak yang full. Jika ada kemungkinan harganya lebih mahal. Jika harus backpaker pada musim liburan maka pesanlah penginapan dari jauh-jauh hari.
  3. Pesanlah penginapan yang dekat dengan Pusat Kota atau minimal dekat dengan tempat wisata yang kamu ingin kunjungi. Karena hal ini penting untuk meminimalisir biaya transportasi. Dan pesanlah penginapan yang dekat dengan mini market yang buka 24 jam. Percayalah jika kamu butuh sesuatu malam-malam kamu tidak perlu berjalan jauh untuk mencarinya.
  4. Terakhir Jika ingin menyewa kendaraan untuk berwisata cek dahulu kondisi dan kelengkapan surat-surat kendaraan sebelum kamu mulai menyewa. Informasi mengenai harga sewa perhari hingga perminggu dapat kamu temukan di internet.



Oke guys sekian dulu cerita yang kepanjangan ini. See you next post 😁
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hei, kamu. Iya, kamu...

Pasti saat kamu membaca ini, mungkin kamu akan membatin, ahh, apalagi ini? pasti dia akan menulis hal-hal lebay dan menye-menye lagi. Tak apa, sungguh. Soalnya meskipun begitu, aku percaya kamu akan tetap setia membaca tulisanku *hehe... PeDe 

Sebenarnya tulisan ini sudah dari dulu ingin ku tulis tapi serius aku sibuk. Aku membuat diriku sibuk setiap hari supaya aku tidak memikirkan kamu terus *eeaaaa

Kita sama-sama tau bahwa kita bukanlah orang yang senang membagi hal-hal yang terlalu pribadi di media sosial. Terkadang tanganku gatal ingin menulis tentang ratusan kisah kita. Aku pun begitu ingin dunia tau bahwa aku sekarang punya seseorang tempat aku pulang, tapi apa daya peringatanmu terlalu tajam kasih... dan aku bakal dibully lagi sama kamu gara-gara nulis hal yang menye-menye.

Aku masih ingat dengan jelas bagaimana kita berkenalan dan bagaimana aku terbiasa ada kamu setiap hari meski kita jauh. Aku masih ingat pertama kali kita bertemu. Jangan marah kasih... aku sedikit lupa kapan tepatnya aku mulai suka padamu. Kapan aku mulai sayang? kapan aku mulai selalu merasa kehilangan jika tidak mendengar kabarmu seharian? aku egois yah? 

Yang jelas AKU SUKA SAMA KAMU !!

Aku suka kamu yang sederhana 
Aku suka kamu yang dewasa
Aku suka kamu yang tidak sombong
Aku suka kamu yang sangat sabar dalam menghadapi sikap kekanak-kanakanku 
Aku suka kamu yang kadang bersikap manja 
Aku suka kamu yang mulai sering bilang sayang 
Aku suka kamu yang sering mengalah untuk kita
Aku suka kamu yang rela mengantarku pulang malam-malam ditengah hujan
Aku suka kamu yang tiba-tiba marah karna ku goda. Kamu sendiri tau menggodamu adalah hiburan buatku >____< 
Aku suka kamu yang rela mengorbankan waktumu bersama teman-teman jika aku mulai merengek kangen
Aku suka kamu yang sering tertawa tanpa jeda 
Aku suka kamu yang selalu menaruh perhatian meski kadang merubah moodmu
Aku suka kamu yang kadang bersikap lucu 
Aku suka kamu yang merayuku ketika kesal. dan entah mengapa aku selalu saja kalah?
Aku suka kamu yang melajukan motormu pelan, akupun berharap rumahku berjarak 1.000 kilometer lagi agar bisa ku nikmati lebih lama saat bersamamu.  
Aku suka kamu yang pasang tampang protes karna karena kebawelanku

Pokoknya AKU SUKA KAMU!

Hanya saja, aku tak pernah suka saat punggungmu mulai menghilang di belokan ujung rumahku.

Seperti sesuatu dibagi dengan nol rasanya = tak terdefinisi.

Aku mulai sering haus melihatmu. 

Maaf masih suka ragu, masih suka tidak dewasa, masih suka tanya aneh-aneh, masih suka emosian, masih suka ngambekan, masih suka tidak mau tau dengan keadaanmu, masih suka maksa-maksa, masih suka keras kepala, masih suka uring-uringan dan masih suka egois. Jika itu semua terjadi lagi kamu cuma perlu ingat satu hal bahwa aku sedang kangen. Aku tidak punya alasan lain dibalik melakukan hal itu semua. Aku punya begitu banyak kekurangan aku harap kamu bersabar menerima aku yang seperti ini. Aku juga berjanji akan menerima kamu dengan segala kekurangan dan kelebihan. Karena didunia yang besar ini kamu adalah dunia kecilku. 

Akh... kamu janji yah, kita sama-sama lari sampai di Garis Finish.


Terakhir, tapi jauh lebih penting di atas segalanya, terima kasih kepada Tuhan, yang telah merancang sebuah sistem yang begitu kompleks untukku. Terima kasih telah menyiapkan labirin yang luar biasa yang mengharuskan aku untuk berusaha dan berlari ke sana kemari antara takdir satu ke takdir lainnya sebelum akhirnya aku berhenti dan berjalan pada takdir yang ini. 

Dan tentu saja, Terima kasih sudah bertahan bersamaku sampai hari ini. Makasih yaaaa Sayaaang!!! #teriak biar kedengeran >.<




#Kamar berseprei Chelsea
Mulai ditulis tanggal 28 Maret 2017 selesai pada tanggal 03 Juli 2017. 
Pukul 00.09 WIT







Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Aku masih sama kok seperti dulu. Apa aku berubah?? Who knows??

Aku masih tergila-gila sama lagu barat. Aku masih suka sama Avril Lavigne. Sekarang malah sudah setahun lagu " Wake me Up " dari Avicii masih jadi lagu favorit yang belum ku singkirkan dari playlist HP. Entah kenapa lagu itu selalu bisa membuatku bersemangat.

Aku masih suka warna biru. Biru muda, biru tua, biru dongker pokoknya biru.

Aku masih suka semua binatang dengan huruf awal "K"

Aku masih suka kodok, kelinci, kucing, kambing, kura-kura, kuda dll kecuali kecoak 😃

Aku masih suka baca novel. Bedanya sekarang novel yang ku suka naik genre jadi thriller. Tapi aku masih suka Dee, Ayu Utami, Andrea Hirata, Djenar Maesa Ayu

Aku masih overdosis dengan es krim.

Aku masih suka musik-musik yang keras. Karena dentumannya membuatku bersemangat.

Aku masih hobi jalan-jalan sendiri entah jauh atau dekat, motret berbagai hal yang ga jelas.

Aku masih suka keliling kota nyobain makanan yang baru pertama kali ku coba. Kalo yang ini sudah jarang ku lakukan saat ini yah tahun-tahun belakangan ini masih jadi gembel terhormat jadi belum bisa kulineran *maklumlah 😅

Aku masih suka nulis hal yang menye-menye kayak gini 😀

Aku masih suka ngeliatin senja lama-lama. Rasanya seperti terhipnotis oleh langit sore yang di hiasi mega merah

Aku masih suka kegirangan sama gelembung sabun.

Aku masih tetep ga suka hujan. Bikin galau dan ga bersemangat.

Aku masih suka terang bulan. Belum berubah sejak kecil.

Aku masih sama kok dengan yang dulu belum berubah mungkin hanya lebih baik saja maklum tambah tua. Tapi aku akan selalu menjadi apapun yang aku mau.  


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Apa arti kebebasan?

Apa arti harapan? 

Sejak seorang anak baru lahir harapan-harapan terus mengalir untuknya. Sepintas kita melihat hal itu adalah hal yang lumrah. Hal yang wajar dilakukan, menghujani seorang anak yang baru lahir dengan sesuatu yang bahkan dia sendiri belum mengerti apa itu harapan. " Semoga jadi anak yang pintar, Semoga jadi anak yang sholeh, yang bisa membahagiakan kedua orang tua ". Dilihat dari segi mana pun ini adalah doa yang baik. betul kan? Tapi ada juga orang tua yang mendoakan pada anak yang baru lahir " Semoga jadi presiden, Semoga jadi Menteri, Semoga jadi Tentara atau Polisi, Semoga jadi PNS" yah bagi sebagian orang harapan itu wajar. Tapi apakah orang-orang berpikir bahwa mereka baru saja menjatuhkan sebuah tanggung jawab pada anak kecil yang belum mengerti apa-apa? Apa mereka tidak berpikir bahwa mereka egois? 

Siapa yang bakal menduga jika suatu hari nanti anak itu akan tumbuh menjadi seseorang yang tidak punya keinginan sendiri. Dia akan hidup hanya untuk berusaha mengabulkan keinginan setiap orang yang memberinya harapan waktu dia kecil. Dia akan tumbuh untuk menjadi seseorang yang baik tapi bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk orang lain yang mengharapkan dia menjadi baik. Dia akan tumbuh menjadi pribadi yang berusaha untuk membahagiakan orang lain tanpa memikirkan kebahagiaannya sendiri. Dan ketika dia gagal memenuhi harapan-harapan itu dia merasa mengecewakan semua orang. Dia akan terus menyalahkan diri sendiri karena telah gagal memenuhi harapan semua orang yang dicintainya. Menurut saya itu jahat. Jahat karena orang-orang baru saja membunuh keinginan dan kemampuan seseorang dengan doktrin harapan. 

Mengapa sebagai orang tua tidak berkata saja kepada anak " Jadilah seperti apapun yang kamu mau, Bekerja apapun yang kamu mau, hiduplah seperti apapun yang kamu mau, Jangan dengarkan perkataan orang lain karena banyak orang hanya ingin menjatuhkanmu. Kami sebagai orang tua hanya bertugas mendidikmu dengan baik, memenuhi semua kebutuhan-kebutuhanmu sampai kamu mampu hidup sendiri dan tanpa menjejalkan harapan-harapan yang berat untukmu. Hiduplah dengan bebas dengan memiliki keinginan dan kebahagiaanmu sendiri " 

Lihat bukankah ini perkataan yang membangun?? 
Dengan perkataan seperti ini saya kira semua anak-anak akan lebih senang dengan jalan hidup yang dia pilih, alih-alih memaksakan harapan, keinginan atau cita-cita orang tua sendiri kepada anak-anaknya. Saya yakin anak-anak akan lebih bisa mengembangkan kemampuan diri sendiri, kreativitas dan kecerdasannya jika setiap orang tua tidak memaksakan kehendak mereka. Saya percaya mereka akan lebih bahagia, lebih percaya diri, dan lebih tangguh dalam menjalani hidup, karena dukungan penuh orang tua dan tanpa ada paksaan.

Ini semata-mata adalah pendapat pribadi saya, saya sedikit banyak merasakan hal yang sama dijejali dengan segudang harapan yang mengungkung kemampuan saya. Saya berharap semoga tulisan ini dapat berguna untuk saya pribadi atau sebagai pengingat untuk diri saya di masa depan.  



“ Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri ”  -Pramoedya Ananta Toer-






Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Aku bersamamu sejak kecil. Aku tau kamu bukan anak yang biasa-biasa saja ketika kita pertama kali bertemu. Aku melihat kekuatan dan tekad dalam dirimu. Aku melihatmu merasa terasing di dunia yang baru, tertatih memahami segala hal yang sulit di usia kecilmu. Diejek dan di olok, kukira kamu akan menyerah kemudian menangis dan merajuk, tapi aku salah aku melihatmu menyerap semua energi dan pengetahuan baru. Melihatmu tetap berdiri dan berlari kencang dengan kaki-kaki kecilmu mengikuti arah yang telah digariskan. Kamu tangguh aku percaya itu. Berpindah-pindah dan menyesuaikan diri berkali-kali dengan lingkungan baru bukan hal yang sulit lagi bagimu. Dalam sekejap kamu mengumpulkan teman. Kamu mengoleksi orang-orang yang kagum padamu, kagum pada kepribadianmu. Kamu membuat mereka menjadi setia padamu. Membuat tanda, membuat kesan agar orang-orang tidak mudah melupakanmu. 

Kamu beranjak remaja. Masih berpindah lagi untuk yang kesekian kalinya. Kamu mulai membuatku gelisah. Tempat yang kamu jalani sekarang bukan seperti tempat masa kecilmu dulu. Aku khawatir akan kehilangan tawamu. Tapi kamu... Sekali lagi membuktikan bahwa aku salah menilaimu. Salah karna telah meremehkanmu. Kamu bertumbuh dengan pesat. Kamu haus sekali hal-hal baru. Seakan-akan kamu ingin mengetahui segalanya tentang dunia ini. Melihatmu menjalani hari-hari dengan selalu gembira dan penuh semangat membuatku senang. Kamu adalah sosok pembuat kenangan. Kadang kutemukan kamu di antara tumpukan buku-buku di perpustakaan. Entah membaca apa. Ketika ku intip ku lihat kamu memegang karya sastra lama. Kadang aku berpikir hei... siapa yang mengenalkanmu sastra? Bukankan selama ini kamu hanya membaca gambar-gambar kartun berkolom? Kapan kamu mulai membaca karya fiksi?? kapan kamu mulai tergila-gila dengan cerita pertualangan? Ah... kamu memang selalu membuatku takjub.  

Suatu ketika aku melihatmu jatuh cinta. Hei... bagimu itu adalah saat pertama. Menurutmu itu adalah saat yang paling indah. Dan kemudian itu tidak berjalan sesuai rencanamu. Yah aku melihatmu menangis, sosok yang tangguh akhirnya menangis juga. Aku melihatmu jatuh dan terpuruk. Ah... kamu, ini belum seberapa. Sakit yang kamu rasakan ini bahkan belum apa-apa dibandingkan yang akan kamu rasakan di masa depan. Aku menyuruhmu untuk berhenti dan kembali. Kembali menjadi sosok yang aku kagumi lagi. Dan aku tau tidak akan pernah salah menilaimu, kamu kembali. Kamu kembali dengan semua kekuatan positif. Kamu mulai bisa menerbitkan tawa lagi. Dan kamu punya keahlian baru yang kamu tidak sangka-sangka sebelumnya. Hei... kamu jadi pintar menulis. Walaupun masih banyak yang menganggap tulisanmu kekanak-kanakan tapi kamu bisa menulis. Kamu membuatku bangga. Keterpurukanmu tidak membuat keinginanmu untuk belajar surut. Kamu malah menjadi seseorang yang candu belajar. Melihat matamu yang berbinar-binar jika tiba-tiba sebuah ide menyergapmu benakmu cepat. Aku sering tertawa jika mendengarmu bertanya tentang hal-hal yang konyol. 

Tapi hei... kamu menyembunyikan luka. Aku melihat luka dibalik kelopak matamu. Aku tidak menyadari kamu terluka begitu parah. Dan kamu mulai mencari perhatian pada setiap orang. Kamu mulai mempelajari sesuatu agar orang lain menaruh perhatian padamu. Kamu kesepian. Aku tau kamu sangat kesepian dibalik tawamu. Dan dia datang. Masuk kedalam kehidupanmu. Itu adalah saat yang paling berharga sepanjang aku mengamatimu sejak kamu kecil. Seseorang yang menambahkan warna hijau di duniamu yang berwarna biru. Aku belum pernah melihat kamu sebahagia itu saat kamu bersamanya. Kamu berubah menjadi pribadi yang yang lebih baik. Dia mengeluarkan segala potensi yang kamu punya. Dia mengeluarkan versi terbaik dari dalam dirimu. Dan aku kembali terpesona padamu seperti waktu kamu kecil. Diam-diam aku mendoakan agar kamu bisa bersama dia selamanya. 

Hari itu datang juga akhirnya... Dia sang warna hijau tiba-tiba memberikan warna yang tidak kamu suka. Ah... aku benci harus melihatmu jatuh lagi. Aku benci melihatmu menulis beratus-ratus halaman tulisan bodoh yang tidak punya arti. Bangun!!! Sadarlah!! Kamu itu tangguh untuk apa kamu putus asa? ini belum apa-apa, ingatlah. 

Lalu aku harus melihatmu menjalani berbagai macam tempaan yang menjadikanmu seperti sekarang. Sedih, bahagia, tawa silih berganti dalam hidupmu. Percayalah aku juga kesal hanya bisa duduk dan mengamatimu tanpa bisa berbuat apa-apa. Percayalah segala yang kamu rasakan juga ku rasa. 

Kamu... haruslah seperti dulu yang berlari kencang walaupun kamu tidak mengetahui apapun didepanmu. Kamu... haruslah tetap tangguh, tetap kuat dan tetap sabar.
Kamu... haruslah tetap memiliki sifat positif seperti yang sudah-sudah dan tidak membiarkan seseorang-pun mempengaruhi tekadmu.
Kamu... haruslah membuatku tetap terpesona seperti orang lain yang berada disekitarmu. Mencintaimu tanpa alasan.


29 Mei 2017
Disamping Lautan Biru, Waihaong
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Apa kabarmu hari ini?

Ketika saya tulis ini mungkin saya sedang mengingat kembali semua waktu yang sudah saya lalui bersamamu selama ini.

Saya tidak akan bisa menulis semua cerita kita karna akan menjadi ribuan paragraf. Saya hanya ingin menuliskan beberapa hal yang membuat saya bersyukur pernah bersamamu. 

Saya masih ingat pertama kali bertemu denganmu di bangku SMA. Pembawaanmu yang supel dan ceria membuat kita langsung menjadi akrab dan menjadi teman. Hari-hari yang saya lalui di masa SMA sangat berwarna karena saya punya kamu sebagai teman, sekaligus sahabat, partner in crime sejati saya. Kamu adalah satu-satunya orang yang membuat saya bisa tampil seperti diri saya apa adanya. Saya tidak perlu takut menceritakan semua hal padamu meskipun hal itu memalukan. Kamu tidak pernah menjudge saya, tidak pernah marah jika saya melakukan hal-hal yg kamu tidak suka. Kamu adalah tempat semua rahasia yang saya punya, begitu juga denganmu saya sangat berarti buatmu. Kamu mengubah semua kesedihan saya menjadi bahagia. 

Masa SMA berakhir dengan cepat, saya dan kamu berpisah karena saya harus kembali ke rumah dan kamu pun begitu, kita menjalani hidup yang berbeda hingga di bangku kuliah. Saya masih selalu bercerita padamu tentang apapun. Dan kamu selalu punya jawaban tentang apapun yang saya tanyakan. Bahkan pertanyaan paling konyol sekalipun. Kamu selalu mempunyai solusi jika saya memiliki masalah. Kamulah yang cerdas diantara kita. 

Pertengahan kuliah, saya dan kamu bukan hanya lebih dari sekedar teman lagi, kamu berubah menjadi segalanya untuk saya. Kamu selalu mendukung apapun keputusan saya dalam hidup. Saya dan kamu mempunyai selera musik yang sama, bacaan yang sama, film yang sama. Jika ada pepatah yang mengatakan kalau jodoh itu adalah cerminan pribadi kita, maka kamulah cerminan pribadi saya. Saya dan kamu selalu bisa menyelesaikan masalah bersama-sama. Kamu selalu ada untuk saya setiap hari meskipun kita jauh. 

Kamulah yang mengajarkan saya menulis, kamu yang mengajarkan saya menjadi wanita mandiri, kamu yang mengajarkan saya tidak takut menghadapi kehidupan ini, kamu yang selalu berkata pada saya bahwa saya berharga, bahwa saya harus selalu percaya diri, bahwa saya memiliki semua potensi, bahwa saya tidak boleh bersedih, bahwa kamu bangga memiliki saya, bahwa kamu tidak akan pernah membiarkan saya berusaha berjalan di kehidupan ini sendirian. Kamu akan selalu ada untuk saya. Kamu selalu rela berkorban apapun untuk saya. Kalau ada seseorang yang menghargai dan mendukung semua usaha yang saya lakukan sampai hari ini, maka orang itu adalah kamu. Kamu memberikan saya cinta yang luar biasa. Saya belajar semuanya dari kamu. Hingga 800 hari kemarin saya masih berpikir kamu akan terus ada selamanya untuk saya. Saya tidak pernah membayangkan akan menjalani hari-hari tidak bersamamu lagi. 

Saya bertanya-tanya apa sebenernya masalah yang kita punya? Apa masa depan yang sedang coba kita bangun sudah runtuh?? Saya tidak mengerti mengapa kamu menyerah? Mengapa kamu membiarkan saya menyerah? Mana semangat yang kamu punya? Mengapa kamu menyerah begitu saja? Mengapa kamu tega melupakan semua hari-hari yang sudah kita lalui bersama? Kamu Jahat. Kamu membiarkan saya menjalani hari-hari sendirian. Kamu membuat saya bersedih lagi. Kamu membuat saya kehilangan teman, sahabat dan pasangan. Apa yang lebih menyedihkan daripada itu??  



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Saat bulan purnama bersinar
Terangi malamku teringat padamu
Dan kukirimkan salam tentang rasa rinduku
Bersama angin malam, kusetia menunggu
Mimpikan .. mimpikan aku, oh sayangku
Peluk erat hati ini dan jagalah selalu
Dan kan kudendangkan lagu ini untukmu
Dengarlah ...
Dengarlah ... sayang

Ingatlah saat kita bersama
Kau pegang tanganku, kutatap matamu
Semua terasa indah tak seorangpun mengganggu
Bersedih dan tertawa, kita tetap bersatu
Bintang benderang secerah hatiku
Yang selalu terbayang kekasihku sayang
Di setiap mimpimu ku kan selalu berdendang
Dengarlah ...
Dengarlah ... sayangku

Reff :
Kuatkanlah dinding hati
Janji kita tak akan pernah terbagi
Biar malam terus berganti
Yakinlah kau tetap bungaku
Genggam erat hatiku ini
Kan kuciptakan damai untukmu
Biar bulan terus berlalu
Yakinlah kau tetap bungaku
Yakinlah kau tetap milikku
Yakinlah kau tetap bungaku
Sayangku ... 



N.b. Lagu ini adalah lagu rindu yang ga mellow. Tipe-X selalu bisa buat lagu yang harusnya sedih jadi lebih rancak. *ga jadi rindu malah goyang-goyang kepala 😀 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ►  2026 (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2017 (14)
    • ▼  Desember (2)
      • Pantai Ngurbloat a.k.a Pantai Pasir Panjang
      • Blue Moon
    • ►  November (2)
      • Jejak Kedua
      • Bakat dan Minat
    • ►  Oktober (1)
      • Jejak Pertama
    • ►  Agustus (2)
      • Menahan Amarah itu Susah
      • Antara Bahasa Inggris, Lagu dan Ingatan
    • ►  Juli (2)
      • Backpacker
      • Bacalah duhulu, kemudian jatuh cintalah kepadaku
    • ►  Juni (2)
      • Aku Masih Suka
      • Freedom and Hope
    • ►  Mei (2)
      • Aku Untuk Aku
      • Memori
    • ►  Januari (1)
      • Salam Rindu by Tipe-X
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Pare's Journal
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Sebuah Frasa
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...
  • Terima Kasih
    Untukmu; seseorang yang meninggalkanku Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bis...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose