Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "

Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morella Part I : Pantai Lubang Buaya , Spot kedua di Desa Morella yang saya kunjungi adalah Pantai Nitang Hahai yang berjarak sekitar 5 menit dari Pantai Lubang Buaya. Karcis masuk ke Pantai Nitang Hahai sebesar Rp.2000,- saja sebagai pengganti ongkos parkir. 

Dari ketiga pantai yang saya kunjungi ini mungkin Pantai Nitang Hahai adalah yang memiliki fasilitas paling lengkap. Dimulai dari tersedianya lahan parkir yang luas, musholla, kamar mandi umum, warung makan hingga bale-bale tempat istirahat.

Papan Nama Pantai Nitang Hahai di depan pintu masuk

Lahan Parkir yang luas

Bale-bale tempat istirahat pengunjung

Terdapat juga banyak spot foto yang instagramable untuk anak muda.





 


Dipantai ini juga terdapat spot diving yang tidak terlalu jauh bibir pantai. Dan jika pengunjung ingin melakukan diving diharapkan membawa sendiri saja peralatannya masing-masing karena saya tidak mengetahui apakah di pantai ini juga terdapat tempat penyewaan peralatan diving atau tidak. Saya merekomendasikan pantai ini jika anda berwisata bersama keluarga. 

Oke sekian post saya mengenai Pantai Nitang Hahai tunggu post selanjutnya ya...
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Musim hujan di Kota Ambon sudah dimulai sejak Bulan April lalu dan akan berakhir sekitar bulan Agustus. Ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu kadang hujan kadang panas ini saya bersama partner tampan saya memutuskan untuk jalan-jalan ke Desa/Negeri Morella.

Desa Morella terletak di Kabupaten Maluku Tengah, walaupun sudah berada dalam wilayah administratif Kabupaten Maluku Tengah, namun desa ini masih berada dalam satu Pulau Ambon, sehingga untuk menuju desa ini, wisatawan dapat dengan mudah berkendara menggunakan moda transportasi darat dengan waktu kurang lebih 60 sampai dengan 90 menit dari Pusat Kota Ambon.

Di Desa Morella ini ada beberapa spot objek wisata yang bisa dipilih. Antara lain Pantai Lubang Buaya, Pantai Nitang Hahai dan Pantai Halasy. Kali ini saya mengunjungi ketiga pantai tersebut. Dimulai dari Pantai Lubang Buaya. Nama Pantai Lubang buaya diambil konon menurut masyarakat sekitar di daerah pantai tersebut hidup seekor buaya putih didalam lubang karang di tepi pantai. Sehingga masyarakat sekitar menamakan daerah tersebut sebagai pantai lubang buaya.




Karcis masuk ke pantai lubang buaya adalah sebesar RP. 2.000,- per orang. Itu juga sebagai ganti biaya parkir bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan. Pengunjung harus menuruni anak tangga ke bawah untuk mencapai bibir pantai. Ada beberapa rumah yang terbuat dari papan untuk sekedar santai-santai sambil menikmati laut. Rumah-rumah tersebut juga digunakan sebagai penginapan bagi pengunjung yang ingin menginap harganya dimulai dari Rp. 150.000,- per malam.



 


Pantai lubang buaya ini juga dikenal sebagai spot snorkeling dan diving. Untuk menuju spot diving atau snorkling pengunjung dapat menyewa perahu semang tradisional tanpa mesin dengan tarif Rp. 10.000,- per orang. 

Pendayung Perahu Cilik
Ada juga beberapa spot foto yang bisa dipakai untuk selfie pengunjung termasuk saya hehe...





Credit Photo by A.A
Saya sarankan untuk datang kesini mendekati senja karena pemandangannya indah sekali duduk-duduk sambil menikmati teh dan pisang goreng.
Sekian post jalan-jalan ini...


Salah satu pengunjung yang mencoba spot selfie di Pantai Lubang Buaya


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Baru post lagi setelah sebulan lamanya...
Jangan salah guys, draftnya banyak sekali cuma belum ku selesaikan karena keterbatasan waktu, ide-ide yang stuck dan sebulan yang kemarin aku sakit. Ternyata menulis sebuah tulisan yang bermanfaat susah juga terbalik dengan menulis jurnal gampang, wong yang ditulis tanpa banyak aturan hehe 

Jadi selama bulan puasa kemarin aku sakit dan ga bisa menjalankan ibadah puasa dengan maksimal. Betapa menyesalnya harus melewatkan lagi Buka Puasa bareng Teman-teman Indorunners Ambon dan anak-anak yatim. Saat aku menulis ini kesehatanku sudah membaik sekitar 70% sudah bisa tidur lumayan nyenyak tanpa keluhan nyeri punggung seperti sebulan yang lalu. Aih... sebulan yang lalu penuh dengan penderitaan guys, tidur rasanya sakit dan ketika bangun pun sakit entah harus melakukan apa agar tidak sakit. Jadi selama sebulan kemarin praktis aku cuma pergi kerja, tidur dan bolak balik dokter. Tes laboratorium sana sini. Betapa kalau sudah sakit seperti ini baru menyadari jika sehat itu mahal harganya.

Dalam tahun 2018 berjalan ini mungkin bulan juni kemarin adalah saat dimana aku paling banyak mendapat cobaan. Mulai dari sakit dan masalah-masalah yang lainnya. Seolah dihantam langsung dengan dua kenyataan bertubi-tubi. Pahit memang, suatu malam ingin menangis dan tidak tau apa yang harus dilakukan. Seolah jalan masa depan yang sudah aku lihat ujungnya tiba-tiba hilang tidak berbekas. Dan tiba-tiba aku kehilangan arah dan tujuan. Aku berpikir apakah harus berhenti dan mundur atau terus berjuang.

Lalu aku melihat dia disana di ujung jalan sedang menungguku dengan tatapan khawatir, seolah bertanya mengapa aku malah memperlambat jalanku? Bukankah kita berjalan beriringan dan bergandengan tangan?
Melalui dia aku tau jalan itu masih ada belum hilang, mungkin aku cuma terlalu khawatir dan risau. Badai memang sudah berlalu tapi masih mendung dan mudah-mudah segera terbit matahari.




















Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Sesuai judulnya post kali ini adalah tentang rumah impian saya. Karena ini impian maka 50% mustahil dan 50% dapat dibuat tergantung kemampuan hehe.

So saya mulai dari warna kesukaan saya adalah biru, entah biru gelap biru terang pokoknya saya menyukai warna biru. Tapi yang paling saya suka adalah warna Biru Toska atau biasa juga disebut Biru pirus (Bahasa Inggris: Turquoise) adalah warna perpaduan antara biru yang sedikit kehijau-hijauan. Warna ini merupakan warna lautan atau samudera. Jadi saya bermimpi untuk punya rumah dengan warna biru toska ini. Kemudian saya bermimpi memiliki rumah dengan view lautan biru. Saya sangat menyukai laut walaupun tidak bisa berenang 😂  Master Bedroom yang menghadap ke laut supaya saya bisa tidur dengan view laut dan bisa mendengar suara ombak. Oke saya perlihatkan contoh gambarnya :

 Atau kayak gini nih :


yah tapi ga semewah ini juga sih kamar tidurnya ini cuma contoh kamar yang menghadap langsung ke laut dengan sedikit teras dan pagar di tepinya. Untuk penampakan warna dalam rumah saya menyukai kombinasi warna putih dan biru terang. Ini contoh gambarnya :



 


Bagus bukan?
Saya memiliki hobi menanam. Saya ingin memiliki sebuah pekarangan belakang rumah tempat menanam tanaman seperti sayur-sayuran. Jadi saya bisa langsung memasak sayur-sayuran yang masih fresh tanpa perlu pergi ke pasar. Seperti ini contohnya :


Ini adalah media tanam secara hidroponik mungkin suatu saat saya akan mencoba membuatnya
Dan pada tampak depan seperti ini :



Oke jadi seperti inilah kira-kira desain dan warna rumah yang saya impikan. Yah agak muluk memang namanya juga impian. Tidak ada yang salah dengan bermimpi, yang salah itu yang tidak bermimpi. Dan sekarang tinggal bagaimana saya mewujudkannya saja. Sekian post celoteh kali ini see you...

Sumber Gambar :
Google
Gambar Rumah


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Kadang aku berpikir sampai dimana level seseorang akan dikatakan berkorban demi pasangannya?
Kadang aku berpikir apakah memutuskan bersama orang lain juga merupakan pengorbanan? 
Dari sekian banyak hari, ribuan jam dan jutaan menit kebersamaan mereka bagaimana bisa dengan cepat dia simpulkan bahwa seseorang yang bersamanya sekarang bukan seseorang yang tepat  bagi dia?
Bagaimana bisa dalam hitungan bulan membakar habis semua cinta yang di tanam bersama selama jutaan menit tadi?
Dan bagaimana setelah dia membakar habis semua cinta itu kemudian dia  kembali mengumpulkan sisa-sianya? Mencoba menanamnya kembali dalam bentuk lain.
Mencoba  menegakkannya kembali walau itu usaha yang mustahil.
Seperti menegakkan benang yang basah sama dengan pekerjaan yang sia-sia.
Apakah dia tidak pernah tau betapa brengseknya dia menanamkan rasa trauma?
Setengah mati aku bunuh rasa trauma itu,
Dan sekarang dia kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa?? 
Apakah kamu pernah memikirkan aku seseorang yang pernah selalu mengkhawatirkan kehidupanmu dalam keputusan yang kamu bilang "terbaik"  itu?
Kamu memang pecundang!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  Maret (3)
      • Senandika Senja
      • Mozaik Cinta
      • Pare, I'm In Love
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Pare's Journal
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Sebuah Frasa
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...
  • Terima Kasih
    Untukmu; seseorang yang meninggalkanku Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bis...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose