Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "

Tenun Ikat Maumere di Tanjung Kajuwulu

Hai kembali lagi dengan saya disini...

Weekend minggu lalu saya isi dengan mengikuti sebuah kelas mewarnai Tenun Ikat Maumere. Kelas ini diisi dengan perkenalan singkat Tenun Ikat Maumere oleh Kak An. Kak An adalah seorang penenun asal Maumere yang sudah banyak memamerkan hasil karyanya di Pameran Tenun Ikat Level Nasional. Suatu kehormatan bagi saya untuk mendapatkan langsung pelajaran mengenal Tenun Ikat Maumere dari beliau.

Disini saya akan menerangkan secara singkat tahap demi tahap dalam membuat selembar  Kain Tenun Ikat Maumere. Mohon para penenun dan ahli bisa mengkoreksi jika ada tahap yang salah saya terangkan, maklum saya masih awam CMIIW. 

Okeh, pertama-tama berdoa dulu... hehe... 😆 Oke pertama-tama adalah tahap pemilihan benang yang akan ditenun yaitu dipilih dari jenis Benang Katun. Benang Katun direntangkan kemudian di cuci di air yang mengalir untuk menghilangkan zat lilin yang masih terkandung dalam benang tersebut. Tahap selanjutnya adalah Tahap Pewarnaan. Pewarnaan disini masih memakai pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan. Seperti yang kami praktekkan disini adalah membuat warna coklat dari Kulit Pohon Mahoni dan warna hijau berasal dari Daun Pohon Ketapang. Berikut footagenya :


Kulit Pohon Mahoni di Rebus dalam Air untuk menghasilkan warna coklat
Penulis bersama Kak An sedang Membuka Ikatan Benang Katun sebelum Proses Pewarnaan 

Proses Pencelupan Benang Katun kedalam Air Rebusan Kulit Pohon Mahoni


Proses Pengadukan Daun Pohon Ketapang untuk Menghasilkan Warna Kuning
Daun Pohon Ketapang di cacah kasar direbus bersama air hingga mendidih dan di campur dengan air rebusan tawas untuk menghasilkan warna kuning yang lebih pekat 

Warna Kuning yang pekat berasal dari rebusan Daun Pohon Ketapang dan Tawas

Ini adalah benang warna coklat kemerahan dan kuning setelah proses pewarnaan

Setelah proses pewarnaan benang yang sudah diwarnai kemudian di jemur dan seperti inilah jadinya benang yang sudah kering. Benang biasanya di celup di dalan air warna berkali-kali atau di rendam semalaman untuk mendapatkan warna yang lebih pekat.


Mama-mama penenun sedang menggulung benang yang sudah diwarnai

Setelah kering benang kemudian digulung menjadi bulatan-bulatan seperti ini

Benang Tenun tadi kemudian di tenun oleh penenun selama kurang lebih sebulan. Dan ini adalah beberapa Tenun Ikat Maumere karya Kak An.

Harga Tenun Ikat Maumere ini berkisar antara 700 Ribu hingga 1 Juta Rupiah tergantung tingkat kesulitan pembuatan dan warna coraknya

Indah Sekali bukan???

Contoh Corak Tenun Ikat Maumere

Oke seperti itu saja proses pembuatan Tenun Ikat Maumere. Semoga bermanfaat yah bagi yang sedang ingin mengetahui bagaimana proses pembuatannya... Jangan lupa kunjungi Kota Maumere of Flores ini ya jika kamu ingin mengenal lebih dekat Tenun Ikat Maumere.

See You On The Next Post... 😊
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Haloo... Jumpa lagi setelah berbulan-bulan lamanya ga pernah posting. 

Sebenernya jadwal kerja lagi ga padat sih cuma belum ada moment yang pas aja untuk dijadikan bahan tulisan. Ntar jadinya postingan menye-menye lagi 😂

Jadi setelah berbulan-bulan yang lalu saya daftar jadi Volunteer Trash Hero Maumere akhirnya minggu kemarin kami ada kegiatan juga yaitu "Pembagian Masker kepada Para Pedagang di Pasar". Kegiatan ini adalah langkah Trash Hero dalam mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penularan Virus Covid 19. Postingan ini juga sebagai reminder bahwa tahun 2020 ini Negara kita lagi dilanda sebuah Pandemi yang bernama Virus Corona. Dan virus ini sudah memakan ratusan ribu korban jiwa di seluruh dunia. Saya berharap semoga pandemi ini segera berakhir. Amin...

Kembali ke kegiatan Trash Hero Maumere, jadi minggu kemarin kami telah membagikan masker di 3 Pasar Utama di Kota Maumere yaitu Pasar Alok, Pasar Geliting dan Pasar Wairkoja. Sambutan pedagang sangat antusias dalam menerima masker tersebut. berikut adalah beberapa foto kegiatannya, check it out :









 

 



Itulah beberapa foto kegiatan Pembagian Masker minggu kemarin, lebih banyak selfie-selfienya sih hehe... Semoga Bermanfaat ya untuk para pedagang semuanya... See You on The Next Post.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Aku membuka pintu kamarku lebar-lebar pagi ini, hanya untuk membiarkan hawa sejuk pagi memenuhi mengisi kamar.
Jarum jam masih di angka 6. 
Aku duduk di teras kamar.
Desau angin pagi masih cukup dingin menggigit kulit, tapi aku menikmatinya. 
Aku jarang menikmati momen ini.
Meskipun aku begitu menyukainya.
Keadaan membuatku tak bisa sering melakukannya. 
Sekarang keadaan sudah berubah aku akan selalu bisa melakukannya. 

Beberapa malam yang lalu bulan bersinar begitu indahnya.
Akan lebih indah jika aku bisa melihatnya bersamamu.
Memandangi bulan sampai bosan.
Memandangi Sunrise dan Sunset yang indah. 

Aku mengingat semua kejadian yang telah terjadi setahun belakangan ini.
Betapa aku sudah berusaha. Tapi hasil yang ku dapat jauh dari kata baik.
Betapa kenyataan itu memukulku kuat hingga untuk berdiri tegak saja perlu banyak usaha.
Perlu beberapa waktu untuk menyadari bahwa apa yang telah ku genggam telah terlepas.
Bahwa aku telah gagal. 

Iya, aku telah berjanji akan menjalani dan menikmati kehidupan sebaik-baiknya disini. 
Awalnya mudah, tapi waktu berlalu dan kekosongan itu hadir. 
Aku menyadari bahwa aku berpura-pura tegar.
Berpura-pura bahwa ini akan baik-baik saja.
Berpura-pura bahwa aku kuat.
Dan ternyata tidak.
Aku tidak sedang baik-baik saja. 

Karena betapa mengingatmu saja terasa salah.
Betapa terlalu hancurnya aku hingga berkeping-keping.
Betapa terlalu banyak waktu yang ku habiskan hanya untuk menyalahkan diriku sendiri atas kehilanganmu. 

Dan beberapa waktu lalu kamu yang lain tiba-tiba hadir. 
Memberikan secercah harapan lagi .
Dan aku terlalu lugu dan berpura-pura positif, aku berpegang pada harapan tipis itu. 
Tetapi lagi-lagi harapan tipis itu putus. 
Dan aku harus kembali patah. 

Aku berpikir entah harus berapa kali lagi terluka. 

Aku membayangkan aku sekarang aku ingin berada di pantai.
Mencari ketenangan dengan mendengarkan deburan ombak.
Merasakan butiran pasir menyentuh lembut kakiku.
Atau sekedar melihat bulan, membiarkan semua kenangan terputar dalam benak.
Memilih antara melupakan atau mengenang? 

Memoar Pagi, 06.00 WITA


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
07 Oktober 2019 07.20 WITA. Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Kota Maumere

Tebak saya dimana sekarang?
Yep... Di Kota Maumere. Dalam hidup saya tidak pernah ada pikiran terlintas akan menghabiskan sebagian episode hidup saya disini. Takdir membawa saya kesini dan saya akan berusaha mencintainya. Pertama kali tiba, saya excited akhirnya setelah sekian lama saya bisa keluar sejenak dari Kota Kelahiran saya. Dan disinilah saya untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Setelah pengumuman penempatan di Jakarta kemarin kami hanya diberikan waktu 2 hari untuk pulang ke rumah dan pada tanggal 07 Oktober 2019 sudah harus berada di tempat tugas baru.

Bulan pertama aku disini "Bludee (Motor Matic Biru Kesayangan) " belum dikirim dr rumah. Jadi terpaksa kemana-mana ngojek gaes. Tapi tenang aja disini tarifnya jauh-dekat harganya Goceng. Tapi emang sih disini kemana-mana dekat. Kota Maumere kecil gaes ga kayak Kota Ambon. Awal disini terserang Home Sick. Ini kali pertama aku harus merantau lagi setelah hampir 10 tahun pulang ke Kota Ambon. Dan aku ditempatkan di kota kecil. Maklum lah sudah biasa di kota besar apa-apa ada akses gampang, hiburan banyak, kegiatan seabrek. Begitu tiba disini jadi mati gaya, ga tau mau ngapain kalo weekend. Untungnya masih ada pantai-pantai cantik disini. Biasa kalo udah suntuk aku senang ke pelabuhan ngeliatin penumpang-penumpang, ngeliatin kapal-kapal, ngeliatin penjual-penjual makanan, atau sekedar moto-moto objek yang ga jelas.  Yah sedikit mengobati kebosanan sih.

Mungkin karena masih baru saya sering euforia liatin penumpang yang bejibun itu. Saya sering mikir mereka pasti melakukan perjalanan ini dnegan seabrek tujuan misalnya mau balik ke kampung halaman, atau mau bertemu orang tua, bertemu suami/istri, atau anak, atau mau kerja, atau memang sekedar ingin traveling aja. Saya suka ngelihatin ketika Kapal datang begitu banyak kesibukan di pelabuhan. Ada kami petugas embarkasi yang sibuk, ada para buruh-buruh bagasi yang berlomba-lomba untuk naik ke kapal, ada penjual-penjual makanan yang juga berlomba mendapatkan pelanggan, ada para petugas pengamanan dengan muka sangar mengatur antiran penumpang turun.

Dan ketika suling kapal ketiga terdengar, semua kegiatan di pelabuhan makin dipercepat agar segera selesai. Saya selalu suka melihat semua proses ketika kapal angkat jangkar dari pelabuhan. Dan ketika selalu ada pemandangan orang-orang yang mengantar tiba-tiba menangis melepas kepergian mungkin orang yang disayang.

Dan semua itu adalah pemandangan yang harus saya lihat mulai sekarang.

Hujan sudah berhenti waktunya saya pulang. See you on the next post.

Di Suatu Sore Sepulang Kantor


 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Hei... Bertemu lagi di Bulan Maret 2020, sudah ganti tahun rupanya... Time Flies So fast...

Saya ingin melanjutkan cerita Long Journey Start On August 2019 Part I 
Saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya sore ini di pukul 17.30 WITA dan diluar lagi hujan. Dan sambil menunggu hujan berhenti mari kita selesaikan cerita berlarut-larut ini.

...Saya excited karena ini bakal jadi kali pertama saya akan ke Ibukota Negara ini. Keinginan saya di masa lalu akhirnya tercapai. Tiba disana ternyata tak seindah bayangan saya gaes. Ibukota lagi dilanda polusi jadi semua sudut kota ditutupi langit abu-abu. Kami segera menuju Kantor Pusat PT. Pelni (Persero) untuk menandatangan kontrak kerja. Oh dan serunya lagi besoknya kami Inagurasi bersama Seluruh teman-teman dari BUMN yang lolos rekrutmen. Terharu beud bisa menyanyikan lagu Mars BUMN bareng Menteri Rini Sumarno. Inagurasi itu sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Bela Negara yang akan kami ikuti di Markas Marinir TNI AL di Cilandak selama 5 Hari. 

Kegiatan Bela Negara yang diikuti hampir 600 orang lebih punya kenangan tersendiri. Saya tetap gosong meskipun sudah memakai Sun Block SPF 50 wkwk. Gimana ga gosong kalo tiap hari dijemur di matahari. Udah kek cucian aja. Pakaian seragam yang cuma 1 stel harus dipakai 5 Hari. Kegiatan jurit malam yang menantang ketakutanku selama ini. Jujur aja aku sebenarnya penakut. Kalau diingat-ingat semua perjalanan saya membuat saya bersyukur diberikan kesempatan seperti itu. 

Setelah berakhirnya Kegiatan Bela Negara kami harus mengikuti Diklat Lanjutan di Kantor Pusat Pelni selama kurang lebih 2 Minggu. Ga ada yang menarik untuk diceritakan sih selain tiap hari terima materi dan di akhir hari harus Post Test. Oh man... 

Selama di Ibukota aku ngekos bareng temen-temen. Dan 2 minggu terakhir ngekos sendiri di daerah kemayoran. Dan saya bertemu seorang teman. Dia banyak mengajak saya jalan-jalan menunjukkan wajah Ibukota. Dengan hobi yang sama saya langsung cocok dengan dia. He helped me to choose the shoes that I wear now. Someday I wish that we will meet again. 

Kemana aja selama di Ibukota? Ke Ancol naik Bebek-bebek makan es krim, ke Kota Tua nonton konser disana, Ke Mangrove Pantai Indah Kapuk, Banyaknya nonton Bioskop. Lainnya ke kantor tiap hari ketemu macet, Naik Trans Jakarta, ke Tanah Abang hehe.

Aku ingat hari itu tanggal 02 Oktober 2019 adalah pengumuman SK Penempatan kami semua. Aku udah berhari-hari ga bisa tidur gara-gara mikirin akan ditempatkan dimana. Dan hari itu pun datang. Setelah nunggu sampai siang akhirnya kami diberikan SK Penempatan. Dan Taraaaa.... Aku ditempatkan Di...... (bersambung ke post selanjutnya) *biar kek Sinetron gitu wkwk 




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Holaa... Long time no see...
Maaf bukan saya tidak mau bercerita tapi rutinitas baru ini bikin saya sering pulang malam. Jadi akan saya ceritakan mengapa akhirnya saya baru post cerita lagi setelah hampir 3 bulan lamanya menghilang siapa tau ada yang kepo hehe... Btw ini bakal jadi kisah yang panjang jadi selamat membaca...

So hari ini tepat 5 bulan saya hijrah dari Kota kelahiran saya tercinta... 
Cerita ini bermula dari Bulan Maret tahun 2019. Dimana ada Perekrutan besar-besaran perusahaan-perusahaan BUMN di Indonesia diselenggarakan oleh FHCI bekerja sama dengan Kementerian BUMN. Iseng-iseng saya pun melamar. Memang tidak berekspektasi akan diterima sih, saya sadar bahwa masuk BUMN adalah salah satu kejadian yang mustahil dalam hidup saya. Karna yah kita sendiri tau sendiri bahwa BUMN itu masuknya susah. 

Tahap I dari perekrutan itu adalah Seleksi Adminitrasi. Standar dan saya masih lolos. Tahap ke 2 adalah Tes Asesmen Tata Nilai BUMN. Dimana saya dijadwalkan mengikuti Tes Online pada hari Jumat tanggal 29 Maret 2019. Saya ingat hari itu saya mengerjakan tes online di Musholla kantor lama saya. Karena disitu ada karpet dan suasananya tenang. Tes tersebut hanya 15 menit. Saya selalu menjadwalkan diri saya untuk memulai persiapan semua tes minimal 1 Jam sebelum tes dimulai. Mungkin periksa koneksi internet atau sekedar menenangkan hati dan mental agar tidak grogi *Ceileh... 

Pengumuman Tes Asesmen Tata Nilai BUMN di umumkan tanggal 2 Mei 2019. Jeda 2 bulan sampai saya lupa pernah ikut tes. Dan alhamdulillah saya lolos. Melaju ke Tahap 3 yaitu Tes Kemampuan Dasar. Saya lupa kapan tepatnya saya mengikuti tes tersebut. Yang jelas tesnya masih online dan saya tetap mendapat waktu tes pada hari kerja. Saya memilih Ruang Administrasi lama kantor saya untuk mengerjakan tes tersebut. Suasananya tenang, lebih ke arah nyeremin sih karna ruangan kosong di lantai 2. Tapi saya ga punya pilihan lain daripada di kamar mandi ya kan?? Pada akhirnya Ruangan itu jadi saksi bisu saya mengerjakan seluruh rangkaian tes-tes tersebut. Yang jelas pada tanggal 27 Mei 2019 saya diumumkan lolos Tahap 3. 

Tes selanjutnya Tahap 4 yaitu Tes Kemampuan Bidang dan kami boleh memilih 3 Perusahaan BUMN yang sesuai dengan minat kami. Saya memilih Perum Bulog sebagai pilihan I, PT. PELNI (Persero) sebagai pilihan ke II dan PT. Jasa Raharja untuk pilihan ke III. Kami di wajibkan untuk mengisi data diri untuk di seleksi lagi perusahaan mana yang cocok untuk kami. Dan eng ing eng... tanggal 13 Juni 2019 saya di umumkan lolos dan diberi kesempatan untuk Tes Kemampuan Bidang di PT. PELNI (Persero). Pada tahap ini tes dilakukan oleh PT. PELNI (Persero). Setelah registrasi ulang pada tanggal 19 Juni 2019 saya mengikuti Tes Kemampuan Bidang pada tanggal 28 Juni 2019. Dan lagi-lagi masih di hari kerja dan ruangan yang sama. 

Tanggal 01 Juli saya di umumkan lolos tahap 4. Saya sampai lupa ini sudah tahap ke berapa. Tahap 5 adalah Interview User Online dan Psikotest. Saya dijadwalkan mengikuti Interview Online via Aplikasi Zoom pada tanggal 4 Juli. Dan alhamdulillah saya masih lolos, dan dijadwalkan mengikuti Psikotest Online pada tanggal 08 Juli 2019. As you know bahwa saya tidak belajar Buku Psikotest sama sekali karena sibuk sekali dengan pekerjaan kantor. Saya pasrah saja dengan soal-soalnya hehe..

Saya lolos Psikotest dan masuk ke Tahap 6 alias tahap terakhir yaitu Medical Check Up pada tanggal 09 Juni 2019. Pada pagi itu saya jam 8 pagi masih dirumah Bapak saya bertanya mengapa belum ke kantor saya beralasan sedang ada kegiatan kantor di hotel. Saya akan ikut pada jam 9 pagi. The fact is saya minta ijin tidak masuk kantor hari itu karena pergi ke RS. Bhayangkari untuk melaksanakan Medical Check Up. Kami yang lolos sampai tahap itu dari Kota Ambon hanya tersisa 5 Orang. Ketika bertemu teman-teman bercerita tentang betapa mereka semua berangkat dengan doa restu orang tua untuk tes tahap akhir ini. Saya sedikit sedih karena saya tidak bilang orang tua saya sama sekali ketika mengikuti rekrutmen ini. Yah saya takut mengecewakan mereka kalo saya gagal lagi kali ini. Makanya saya tidak bilang-bilang. Medical Check Up berjalan kurang lancar karena hanya saya yang matanya minus dan kalo kalian mengikuti blog ini pasti tau kalo saya baru sembuh dari sakit. Yah pokoknya stelah tes itu saya pulang dengan perasaan sangat sedih dan kecewa karena saya tau bahwa saya pasti gagal. Saya melajukan motor ke Bioskop dan memanfaatkan sisa hari itu dengan nonton film menghibur diri. Setidaknya hanya saya sendiri yang sedih bukan orang tua saya. 

Saya mulai move on dan berusaha melupakan tes itu dengan menjalani hari-hari seperti biasa lagi. Saya tidak berharap banyak. Akhirnya pada tanggal 31 Juli 2019 pukul 3 dini hari setelah gelisah, hopeless, tidak bisa tidur akhirnya pengumuman itu keluar. Nama saya ada sebagai salah satu yang lolos dan menunggu untuk Pelaksanaan Inagurasi. Saya lolos sebagai Calon Pegawai di PT. PELNI (Persero). Saya tersenyum dan tidur kembali. Esoknya saya ke kantor seperti biasa dengan perasaan campur aduk. Saya senang karena setelah sekian lam tes itu akhirnya saya menang. Saya excited menunggu waktu kapan tepatnya harus memberitahu orang tua saya yang tidak tau sama sekali bahwa anaknya selama ini ikut tes dan telah lolos. Saya sedih juga akan resign meninggalkan pekerjaan yang hampir 2,5 Tahun saya geluti. Pokoknya campur-campur. 

Pulang kantor jam 6 sore tanggal 01 Agustus 2019 saya memanggil bapak dan mama saya. Saya memberitahu bahwa saya akan resign dari kantor dan berangkat ke Jakarta. Reaksi pertama mereka heran kenapa saya resign? Kedua mereka bilang jangan-jangan saya tertipu pekerjaan palsu. Haha... harusnya waktu itu saya videokan reaksi kaget mereka. Setelah menerangkan cukup alot akhirnya mereka percaya bahwa saya lolos dan merasa senang. Mereka bertanya mengapa saya tidak pernah bilang kalo sedang ikut tes. Dan saya sudah menjawab pertanyaan itu pada cerita di atas. 

Setelah pengumuman itu saya masih pergi ke kantor dan belum memberitahu kabar itu ke teman-teman kantor. Tanggal 17 Agustus 2019 adalah hari terakhir saya bekerja di Karantina Pertanian Ambon. Setelah mengikuti Upacara gabungan di kantor BPTP saya kembali ke kantor sendirian dan kehujanan untuk membereskan berkas-berkas saya. Setelah semua beres, Saya naik ke lantai 2 dan masuk ke Ruangan Administrasi lama tempat saya melewati tes demi tes. Saya turun kembali mengelilingi bangunan kantor dan menyapukan pandangan di seluruh ruangan yang saya tempati selama bekerja disana. Saya berusaha merekam semua kenangan tempat itu. Saya tau saya tidak akan kembali lagi kesana. Sedih sih biar bagaimanapun tempat itu telah menempa saya menjadi sosok yang lebih kuat dan tabah. Saya mengambil cuti 2 minggu dan terhitung resign pada tanggal 01 September 2019. 

Saya diberitahu untuk mengikuti Inagurasi ke Jakarta pada tanggal 23 Agustus 2019 daaan.... 
Cerita Part I ini sampai disini karna Perjalanan Jauh ini baru saja di mulai bersambung ke Long Journey Start On August 2019 Part II... 

Kantor Pusat PT. Pelni (Persero)








Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ►  2026 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ▼  2020 (6)
    • ▼  Juni (2)
      • Tenun Ikat Maumere
      • Trash Hero Maumere
    • ►  Mei (1)
      • Memoar Embun Pagi
    • ►  Maret (2)
      • MOF ( Maumere Of Flores )
      • Long Journey Start On August 2019 Part II
    • ►  Januari (1)
      • Long Journey Start on August 2019 Part I
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Aku Terkena TB Kelenjar : Long Story
    So aku akan cerita awal aku terkena penyakit ini dan seperti apa kabarku sekarang. Dan ini bakal jadi cerita yang panjang guys jadi monggo ...
  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose