Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "


Kadang aku berpikir sampai dimana level seseorang akan dikatakan berkorban demi pasangannya?
Kadang aku berpikir apakah memutuskan bersama orang lain juga merupakan pengorbanan? 
Dari sekian banyak hari, ribuan jam dan jutaan menit kebersamaan mereka bagaimana bisa dengan cepat dia simpulkan bahwa seseorang yang bersamanya sekarang bukan seseorang yang tepat  bagi dia?
Bagaimana bisa dalam hitungan bulan membakar habis semua cinta yang di tanam bersama selama jutaan menit tadi?
Dan bagaimana setelah dia membakar habis semua cinta itu kemudian dia  kembali mengumpulkan sisa-sianya? Mencoba menanamnya kembali dalam bentuk lain.
Mencoba  menegakkannya kembali walau itu usaha yang mustahil.
Seperti menegakkan benang yang basah sama dengan pekerjaan yang sia-sia.
Apakah dia tidak pernah tau betapa brengseknya dia menanamkan rasa trauma?
Setengah mati aku bunuh rasa trauma itu,
Dan sekarang dia kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa?? 
Apakah kamu pernah memikirkan aku seseorang yang pernah selalu mengkhawatirkan kehidupanmu dalam keputusan yang kamu bilang "terbaik"  itu?
Kamu memang pecundang!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Apakah dari kalian ada yang tau apa itu "earworm"??  mungkin sebagian dari kita tidak pernah mendengar istilah asing tersebut termasuk saya yang coba-coba untuk browsing istilah ini di google.
Secara etimologis, kata earworm berasal dari istilah Jerman, "Ohrwurm". Earworm adalah sebuah fenomena terperangkapnya potongan musik yang dimainkan secara berulang oleh otak kita meskipun musik tersebut tak lagi dimainkan. Ahli saraf Oliver Sack, dalam bukunya yang berjudul Musicophilia, mengungkapkan bahwa earworm merupakan tanda sensitivitas otak kita yang luar biasa  terhadap musik. Keberadaan earworm juga menunjukkan bahwa ada bagian dari pikiran kita yang jelas berada di luar kontrol kita.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Psychology of Music, peneliti menjabarkan beberapa penyebab munculnya earworm yaitu paparan musik yang berulang-ulang, ingatan (berkaitan dengan ingatan kapan atau dimana kita mendengarkan musik tersebut dimasa lalu), suasana hati (seperti ketika hujan turun). Artikel ini juga menyebutkan bahwa jika seseorang memiliki latar belakang musikal, memiliki kepribadian tertentu seperti obsesif-kompulsif, neurotik (cemas, sadar diri dan rentan) serta seseorang yang biasanya terbuka terhadap pengalaman baru maka orang tersebut lebih cenderung terkena earworm.

So, saya akan katakan bahwa saya juga memiliki "earworm". Sebenarnya saya telah lama sering mengalami earworm. Artikel ini mengatakan bahwa earworm dapat terjadi ketika kita mendengar suatu lagu berulang-ulang. Saya sering mengalami hal seperti itu, dan bahkan saya tidak mendengarnya berulang-ulang tetapi cukup satu kali saja dan lagu itu terus berputar-putar dikepala saya tanpa henti.
 
Seperti pada kejadian yang sering saya alami ketika suatu waktu saya sedang berada di suatu cafe, di angkot atau di pusat perbelanjaan saya mendengarkan satu lagu yang menurut saya asik, beruntung jika saya tau siapa penyanyi dan apa judul lagunya. Saya bisa segera mencari lagu itu dan mendengarnya lagi. Dan jika saya tidak tau apa judul lagu dan penyanyinya maka disitulah bencana  terjadi. Lagu itu terus berputar-putar dikepala saya, sehari sampai seminggu tetap bertahan sampai saya mendengarnya lagi. Argh... terkadang saya frustasi menghentikannya bernyanyi dikepala saya.
Saya bahkan pernah pada suatu tengah malam saya tidak bisa tidur karena ada satu lagu yang terus berputar dikepala saya dan saya akhirnya membangunkan teman saya hanya untuk menanyakan apa judul lagu yang kami dengarkan tadi siang. 

Sampai 2 tahun yang lalu saya menemukan solusi untuk mencegah saya terkena earworm lagi, saya menemukan sebuah aplikasi di playstore yang bernama shazam. Shazam adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu lagu atau penyanyi hanya dengan mengcapture nada dari suatu lagu, dan taraa... shazam langsung mengidentifikasi lagu serta penyanyinya hebat kan??

Saya sedikit terbantu dengan aplikasi tersebut. Ketika saya mendengar suatu lagu darimanapun itu saya cukup mengcapture nada dari lagu tersebut dan saya bisa mengetahui judul dan penyanyinya. Saya bisa segera menghentikan earworm itu sebelum dia bersarang lebih lama di kepala saya haha...

Saya tidak bisa memainkan instrumen musik, saya juga tidak bisa membaca not balok, saya juga bukan berasal dari latar belakang keluarga musikal, tapi bapak saya adalah seorang penikmat musik. Saya pernah mendengarkan suatu lagu dan tiba-tiba merasa familiar dengan lagu tersebut saya berpikir darimana saya pernah mendengarnya. Sampai suatu ketika saya menemukan kaset-kaset lama milik bapak saya dan lagu itu ada di salah satu kaset tersebut. Dugaan saya adalah saya mungkin sedari kecil banyak diperdengarkan berbagai jenis musik. Percayalah ketika saya berfokus mendengarkan satu instrumen musik pada sebuah lagu maka saya bisa menghilangkan nadanya serta suara vokalisnya dan hanya mendengarkan petikan gitarnya saja, hentakan drumnya atau dentingan pianonya. Yah bukan sesuatu yang luar biasa sih hehe...

Saya penyuka segala macam genre musik kecuali hardcore. Musik banyak membantu saya untuk rileks, untuk belajar, untuk mengingat sesuatu dan memperbaiki suasana hati. Oke saya harap post ini tidak kepanjangan so see you...

Sumber I
Sumber II
Sumber III

#ditulis dan diselesaikan dalam alunan lagu Lost Boy by Ruth B  (sebuah lagu yang saya dengar di satu pusat perbelanjaan minggu kemarin)






Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄

Sebenarnya cerita ini hanya mengingat kembali bagaimana awal mula aku menyukai dunia fotografi. Bagi sebagian orang mungkin cerita seperti ini sangat tidak penting, tapi bagiku ini adalah awal mula bagaimana aku jatuh bangun belajar menguasai sesuatu tanpa dibantu siapapun. Dan aku bangga dengan diriku sendiri.

Oke Alkisah *eaaaaa aku berada di kelas 2 SMA sekitar tahun 2008. Aku adalah seorang murid yang sangat aktif satu-satunya murid yang melakoni 3 extrakurikuler sekaligus *sombong dan ga ada sangkut pautnya sama cerita ini 😆. 

Iya kembali ke laptop, suatu hari seorang kakak kelas mengenalkanku kepada aplikasi Adobe Photoshop 7.0 dan saat itu aku mulai terhipnotis masuk ke dalam dunia manipulasi foto. Adobe Photoshop saat itu masih menjadi barang baru bagi kami murid SMA dan masih terbatas sekali orang yang mampu mengoperasikannya. Dan juga jarang menemukan cewek-cewek yang tertarik belajar aplikasi ini. Photoshop hanya mainan anak laki-laki you know. cewek-cewek disekolahku lebih suka bergosip daripada memelototi aplikasi yang banyak toolsnya ini. Keinginanku belajar photoshop sangat menggebu-gebu tetapi komputer di sekolah kami belum menginstall photoshop alhasil keinginanku stuck di tempat. Tidak ada akses apapun untuk belajar. Buku pertama yang aku punya tentang belajar Adobe Photoshop 7.0 adalah hasil mencuri di perpustakaan sekolah 😂 *maafkan aku bapak penjaga perpustakaan.

Aku sering menemui seorang abang yang mempunyai studio foto di dekat sekolah dan melihat aksinya memanipulasi foto. Aku terpesona. Jaman SMA aku belum punya laptop guys. Laptop masih menjadi barang langka yang hanya dimiliki oleh teman-teman yang berduit.  Lompat ke jaman kuliah semester 2, aku akhirnya dibolehkan memakai laptop ibuku untuk mengerjakan tugas kuliah. Dan tebak... yah aku mulai belajar Adobe Photoshop dan langsung mencoba menguasai versi Adobe Photoshop CS 2. Aku mempraktekkan semua latihan yang ada di buku belajar Adobe Photoshop yang ku curi dulu dari perpustakaan 😏 hasilnya ada yang berhasil tak sedikit pula yang gagal.

Berkali-kali gagal malah membuatku makin penasaran untuk dapat menguasai aplikasi ini. Hingga semester 5 kuliah aku adalah seorang yang sangat ketat dalam menyisihkan sebagian uang jajan  untuk membeli buku latihan Adobe Photoshop. Aku rela berlapar-lapar di kampus demi buku photoshop terbaru. Dan total aku memiliki sekitar 13 buku tentang Adobe Photoshop dan 2 buku tentang Corel Draw. Aku lebih prefer belajar menggunakan buku karena kalu belajar via tutorial di Youtube bufferingnya suka bikin kesel.

Koleksi Buku Photoshop

Ditahun ke 2 aku belajar, aku mulai mahir dalam mengingat dan menggunakan semua tool-tools dalam Adobe Photoshop. Dan aku mulai belajar mengedit foto teman-teman. Seperti beberapa foto dibawah ini adalah bukti keidiotanku dalam mengedit foto 😁





Well, hasilnya jauh dari kata bagus sodara-sodara malah kelihatan alay wkwk... *soriii untuk onni-onni yang aku pake fotonya belum minta ijin hehe
Mempelajari photoshop banyak sekali manfaatnya. Menguasai photoshop membuatku seperti dewa. Aku bisa memotong, menambah, mengurangi, merubah, memperjelek, mempercantik sebuah gambar. Keren kan?? 

Menginjak tahun ke 3 sejak aku mulai belajar photoshop tiba-tiba aku bosan. Photoshop tidak lagi menarik di mataku. Mungkin karena sudah selama itu aku berjibaku untuk mempelajarinya dan aku hampir sudah mengetahui semua tools dan kegunaannya. Daaannn... aku mulai tertarik pada fotografi. Setelah selama ini hanya mengedit foto aku mulai tertarik mengambil foto. Yah foto-foto pertamaku ku hasilkan masih memakai kamera HP dengan resolusi 5MP. Sebenarnya jauh sebelum aku memotret menggunakan kamera HP aku sudah pernah memotret menggunakan kamera analog yang dulu masih menggunakan roll film. Hasil foto-foto pertamaku akan ku post di post tersendiri. Belum seberapa mahir dan masih kelihatan membosankan. Ditahun 2014 aku mendapat kamera pertamaku sebuah hadiah dari salah satu sahabat. Sebuah kamera jenis prosumer Fujifilm Finepix S2980 menemani setiap soreku menjelajah Kota Masohi. Aku mulai motret sesuatu yang random dan ga jelas haha...


Di tahun 2018 ini aku masih senang foto-foto tapi tidak begitu intens lagi karena kesibukan dan ga sempat mbolang. Aku berharap ditahun-tahun mendatang aku masih bisa mengembangkan hobi dibidang fotografi. Sekian dulu cuap-cuap yang entah bermanfaat atau tidak ini. See you on the next post...

P.S. Sebagian hasil foto-foto dengan kamera fujifilmku bisa kalian nikmati di postku yang sebelumnya disini nih...






Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, yang artinya secara etimologis adalah melakukan perhitungan. Dalam terminologi syari, makna definisi pengertian muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya.
Baik hal tersebut adalah bersifat vertikal, hubungan manusia hamba dengan Allah. Maupun secara hubungan horisontal, yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia yang lainnya dalam kehidupan sosial. 

Mengapa saya tiba-tiba ingin bercerita tentang topik ini? yah saya merasa bahwa orang-orang disekitar saya entah mengapa banyak memiki sikap yang buruk. Dan sebenarnya saya sendiri juga membutuhkan proses Muhasabah Diri. 

Saya beruntung dilahirkan dari keluarga berkecukupan, meskipun kami juga memang banyak kekurangan tetapi orang tua saya selalu bisa memenuhi semua kebutuhan saya. Saya memang mungkin tidak pernah merasakan susahnya hidup dari bawah seperti orang tua saya tapi saya di ajarkan untuk jangan sekali-kali bersikap sombong, dengki, iri hati, tidak jujur dan egois. Saya diajarkan untuk tidak memandang rendah orang lain untuk selalu tetap menghargai orang-orang yang mungkin tidak seberuntung saya. Saya percaya roda kehidupan berputar. Kadang hidup kita akan berada di bawah dan kadang diatas. Ketika saya sedang berada dibawah itu adalah ujian bagi saya agar saya bersabar dan tetap tawakal. Dan ketika saya berada diatas itu juga tetap ujian bagi saya apakah saya akan tetap rendah hati atau malah bersikap sombong dan semena-mena terhadap orang lain. 

Entah apakah ini sebuah keluhan atau apa, saya hanya ingin berbagi cerita mengenai orang-orang yang saya temuai setiap hari. Yang mestinya harus melakukan Muhasabah Diri karena setiap hari hanya melakukan keburukan-keburukan terhadap orang lain. Saya terkadang berfikir mengapa ada orang yang setiap hari kerjanya hanya menyakiti hati orang lain? Apa hari-harinya akan terasa bahagia hanya ketika  menyakiti orang lain dengan berkata-kata kasar? 

Saya berasumsi mungkin ketika dia berada di posisi bawah sedemikian susah sehingga ketika Tuhan menaikkan dia diatas dia menjadi sombong dan semena-mena terhadap orang lain. Yah dia menggunakan sikap dan kata-kata yang kasar untuk menyakiti hati orang lain. Yah dia seakan lupa kalau dulu juga pernah berada dibawah. Dan seperti yang saya amati sekarang, makin banyak orang-orang yang bersikap seperti itu di sekeliling saya setiap hari. 

Tujuan saya menulis ini adalah sebagai Self Reminder untuk saya. Mungkin sekarang hidup saya masih berada dibawah dan ketika suatu waktu Tuhan menguji saya untuk berada diatas saya tidak menjadi seperti orang-orang tersebut. Saya harus terus bermuhasabah diri. Semoga saya akan seterusnya memiliki sifat sabar, rendah hati, tidak dengki dan jujur. Ada seorang bapak yang baik yang berkata pada saya pagi ini bahwa "Sifat seseorang ditentukan dari pergaulannya, jika dia bergaul dengan orang baik maka baiklah ia, dan jika dia bergaul dengan orang jahat maka jahatlah ia"


“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [az-Zumar/39 : 10]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3450-setiap-muslim-akan-menghadapi-ujian-dan-cobaan.html
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [az-Zumar/39 : 10]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3450-setiap-muslim-akan-menghadapi-ujian-dan-cobaan.html
" Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas " -Az-Zumar 39:10-

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [az-Zumar/39 : 10]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3450-setiap-muslim-akan-menghadapi-ujian-dan-cobaan.html
Sumber















Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Kadang ketika saya bosan bersamanya saya mengingat kembali alasan pertama kali saya menyukai dia.  Saya mengingat keputusan saya memilih dia. Saya berharap cara itu akan selalu berhasil mengingatkan saya betapa saya menyayanginya. Fakta bahwa saya terjebak dalam hubungan yang stagnan membawa saya lebih banyak berpikir.  Apakah saya ingin bersama dia selamanya?  Akankah saya bahagia? Akankah saya banyak tertawa bersamanya sekarang dan nanti?  Apakah saya bisa tetap menjadi diri saya sendiri setelah bersamanya nanti? Entahlah. Apa saya terlalu muluk mengharapkan dia menyelamatkan saya dari rasa bosan dan lelah ini?  Apa terlalu muluk saya mengharapkan dia menolong saya untuk kembali padanya lagi?  Kembali merasakan perasaan menggebu-gebu yang saya rasakan waktu pertama kali saya memutuskan menyayanginya?  

Berbulan-bulan lalu yang saya pikirkan hanya kebahagiaannya. Kebahagiaannya adalah  prioritas saya. Tapi sekarang mengapa saya mulai berpikir tentang kebahagiaan saya? Bukankah waktu itu saya berkeyakinan melihat dia bahagia adalah kebahagiaan saya juga? Belakangan  ini saya makin bertanya-tanya tapi saya tidak memiliki jawaban itu. Dan ketika saya mulai merengek lebih banyak perhatian dari dia sebagai cara saya untuk menemukan rasa sayang itu lagi, dia malah berkata saya manja,  saya tidak dewasa, saya kekanak-kanakan,  saya penuh dengan drama. Padahal saya sedang berjuang mati-matian menemukan rasa itu lagi. Saya benci menjadi dewasa versi dia. Saya terkadang jadi berpikiran kaku dan mulai seperti robot yang hanya menjalani hubungan ini tanpa ada lagi minat. Karena hubungan ini mulai seperti rutinitas harian yang mau tidak mau, senang tidak senang harus dikerjakan. Saya mulai menjalani hubungan ini tanpa gairah. Saya tidak ingin hubungan seperti ini. Saya takut akan menyerah. Tolong saya sayang?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  Maret (3)
      • Senandika Senja
      • Mozaik Cinta
      • Pare, I'm In Love
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Pare's Journal
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Sebuah Frasa
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...
  • Terima Kasih
    Untukmu; seseorang yang meninggalkanku Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bis...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose