Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "

Sudah sejak tiga minggu yang lalu aku tiba disini untuk merampungkan mata kuliah  KKN ( Kuliah Kerja Nyata ). Aku mendapat lokasi KKN di Desa Amahai, Masohi Kab. Maluku Tengah. Negeri yang tak malu-malu memperlihatkan keindahan alamnya yang mempesona. Berbagai kendala muncul menguras tenaga dan pikiran tapi aku pantang menyerah guys ^____^

Dan keberuntungan itu pun datang, Aku di ajak ikut serta "mbolang" ke Pantai Ora bersama kakak sepupuku yang cantik itu, pantai yang terkenal sebagai salah satu "Snorkeling Spot" di Maluku. Memang aku bersama teman-teman pernah merencanakan perjalanan ini sebelumnya tapi terkendala oleh kesibukan dan dana yang begitu besar so rencana perjalanan itu mengendap di kepala tersingkir oleh tugas-tugas kuliah yang seabrek banyaknya. Dan ketika kesempatan ini datang aku langsung mengiyakan dalam 3 detik :D 

Ku ajak sohibku Al untuk menemani perjalananku kali ini... 
Persiapan sudah ku lakukan sedari malam yang di iringi hujan rintik di kota Masohi, Al melarikan motornya menebas hujan menemaniku membeli perbekalan untuk besok pagi. Kami tau bahwa perjalanan kesana tidak mudah so persiapan harus mantap. Sampai lewat tengah malam aku baru bisa terlelap karna tidak percaya dan tidak sabar menunggu esok hari.

Pagi menjelang kabut tipis menyeliputi kota Masohi. Setelah sarapan dan menegak " Antimo " aku bersama Al berkumpul bersama personil-personil yang akan ikut dalam perjalanan kali ini. Totalnya ada 8 orang beserta pak sopir siap sedia. Jam 9 tepat kami bergerak meninggalkan ibukota Masohi, Medan yang kami tempuh kali ini cukup membuat sarapan yang ku makan tadi pagi melegak-legak naik ke tenggorokan.
Jalan yang belum beraspal menyambut kami di Kilometer 70.View hutan hujan tropis menemani kami hingga hampir 3 jam. Sungguh berat kawan.

Setelah menempuh jarak kira-kira 85km, kami memasuki Desa Saleman tempat pemberhentian sebelum perjalanan kami berganti naik perahu motor. Rasa penat dan mual yang ku rasakan tadi di perjalanan terbayar dengan pemandangan alam yang luar biasa indahnya. 


Ini perahu motor yang kami naiki menuju pantai Ora. Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa perahu motor sekitar 400.000 IDR. Kalo kawan ingin menyewa Perahu yang lebih besar harga yang dikenakan bisa lebih mahal dari itu.


Tanpa membuang banyak waktu kami langsung menuju pantai Ora. Air laut yang hijau dan biru membuat mata segar. Kira-kira setengah jam inilah pemandangan pantai Ora dari kejauhan, tampak resort cantik berjejer mengelilingi pantai.


Dan sampailah kami disana, oh jangan lupa kawan untuk membayar karcis masuk seharga 25.000 IDR per orang. Begitu tiba aku langsung mengabadikan moment itu dalam gambar di bawah ini let's chek it out,


Resort-resort cantik ini berharga 700.000 IDR sampai 1.000.000 IDR semalam, Lumayan mahal untuk mahasiswa seperti saya, tapi setara lah dengan pemandangan yang ditawarkan  

Resort-resort disini terbuat dari material bambu dan kayu guys makin menambah keunikannya  resort ini terletak di atas air laut, ga kebayang betapa  indahnya bisa lihat sunset langsung dari kamar :)
Ini adalah salah satu view bawah lautnya beserta ikan-ikan cantik berwarna biru kalo kawan bersnorkeling ria

Sekian lama mengambil gambar perut sudah berteriak minta di isi. Perlu di ingat guys pengunjung tidak boleh membawa makanan dari luar. Kalo ingin makan Resort menyediakan makan seharga 200.000 IDR. Kami melanjutkan perjalanan menuju Tebing Hatu Pia perjalanan kesana memakan waktu sekitar 10 menit, tampak tebing-tebing besar menjulang ke atas langit.



Kami beristirahat sejenak dan makan sebelum melanjutkan ke Air Belanda. Air laut yang jernih disertai angin yang membelai lembut membuat suasana menjadi kantuk. 
Setengah Jam berlalu kami segera beranjak menuju Air Belanda. Terajadi keanehan disini, air laut yang sedari tadi panas terpapar sinar matahari tiba-tiba berubah sedingin Es. Air Belanda sendiri merupakan " Air Salobar " dalam bahasa ambon atau air payau yang berarti percampuran antara air laut dan air tawar, kemungkinan percampuran air itu yang mengakibatkan air menjadi dingin. Tanpa banyak kata aku bersama Al menceburkan diri ke laut. Pasir putih yang sangat halus membuat betah acara berenang kali ini. Trust me berenang di air belanda ini sensasinya kayak berenang di dalam kulkas dingin beud...


Air Belanda
Matahari semakin bergeser ke barat, rasanya enggan pulang dan masih ingin menikmati jernihnya air laut tapi kami telah di panggil untuk segera berbenah. Ku abadikan sekali lagi tempat ini dalam gambar.



Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIT. Deru perahu motor membawa kami kembali ke Desa Saleman. Lagu " Aku ingin pulang " dari Ebiet G. Ade menemani perjalanan panjang kami kembali ke Kota Masohi.
Sampai Jumpa lagi Pantai Ora, Hope to see you Again  ^___^
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
kau yang paling setia, kau yang teristimewa
kau yang aku cinta, cuma engkau saja
dari semua pria aku yang juara
dari semua wanita kau yang paling sejiwa

denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku

kau satu-satunya dan tak ada dua
apalagi tiga, cuma engkau saja

denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku

kau satu-satunya dan tak ada dua
apalagi tiga, cuma engkau saja
dari semua pria aku yang juara (aku yang juara)
dari semua wanita kau yang paling sejiwa

denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku
untukku, untukku, untukku, untukku
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Aku mengingatmu dalam benak, 

Saat ku lihat titik air hujan menghujam bumi

Lembut, cepat dan berkesan

Aku mengingatmu dalam benak,

Saat ku lihat pelangi terbias di kaca jendela

Berwarna, manis dan misterius

Aku mengingatmu dalam benak,

Saat ombak menghantam pantai yang berkarang

Kuat, terpecah dan merusak

Aku mengingatmu dalam benak,

Saat ku lihat lilin di ruang gelap

Bercahaya, terang dann meneduhkan

Dan kau adalah samudera

Aku adalah langit

Memeluk dunia kita berdua.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Pernah berpikir tuk pergi

Dan terlintas tinggalkan kau sendiri
Sempat ingin sudahi sampai di sini
Coba lari dari kenyataan

reff: 
Tapi ku tak bisa jauh jauh darimu
Ku tak bisa jauh jauh darimu...

Lalu mau apa lagi
Kalau kita sudah gak saling mengerti
Sampai kapan bertahan seperti ini
Dua hati bercampur emosi

Back to reff

Sabar sabar aku coba sadar
Sadar sadar seharusnya kita sadar
Kau dan aku tercipta
Gak boleh terpisah

Dan tak bisa jauh jauh darimu
Ku tak bisa jauh jauh darimu 
Ku tak bisa jauh jauh darimu...
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Well, minggu kemarin Indonesia baru menang ngelawan korsel dalam pra piala Asia so I want  to say Congratulation for Indonesia Good Job, pertahankan prestasimu! ^^

Ngomong-ngomong soal bola, tanggal 29 september kemarin “Boi” mengajakku untuk menonton langsung final Menpora Cup antara AREMA melawan Central Coast Marines ( CCM ) sebuah klub asal Australia. 
Aku menyambutnya dengan senang hati coz ini akan jadi pengalaman pertamaku nonton bola langsung di stadion. Pagi-pagi sekali aku langsung berburu kostum AREMA dan segala pernak-perniknya. Tawar-menawar terjadi dengan sengit tatkala kostum biru berlogo singa tersebut  ingin ku beli. 
Akhirnya berkat Boi aku berhasil membawa pulang satu kostum AREMA dan Syalnya. Aku membayangkan bakal tampil gagah dengan kostum tersebut.

Pertandingan AREMA vs CCM akan berlangsung sekitar pukul  6 sore. Untuk mengantisipasi macet dan tidak kebagian tempat duduk yang strategis boi mengajakku untuk berangkat lebih awal. 
Setelah mengisi perut kami segera tancap gas menuju Stadion Kanjuruhan yang berada di kecamatan Kepanjen Malang. 
Waktu yang di tempuh sekitar satu sampai satu setengah jam perjalanan tergantung dari tingkat kesibukan di jalan raya :D banyak calo tiket sepanjang perjalanan ke stadion bro. 
Kami tiba di stadion pada pukul 1 siang. Tiket untuk pertandingan kali ini berharga Rp. 25.000 untuk biasa dan sekitar Rp.70.000an untuk yang VIP, aku juga kurang begitu tau sih untuk tiket VIP coz aku beli tiket biasa ^^

Well, Kami harus menunggu beberapa saat sampai di ijinkan masuk di dalam stadion. Sambil menunggu pintu di buka aku browsing beberapa lagu yel-yel suporter AREMA dan mulai menghafal satu-persatu. Sekitar pukul 2 kami di perbolehkan masuk bersama para pedagang yang akan berjualan di stadion. Wow… terik matahari jam 2 siang menyambutku dan mulai menyengat ubun-ubun kepala. Aku mulai menyesal mengapa tidak membawa jaket atau topi. Aku mengambil posisi di tribun menari tepat di bawah papan score. Karena belum banyak orang yang datang aku segera mengabadikan beberapa gambar. Ini dia check it out :


Suporter


Wow… Aku berdecak kagum supporter AREMA begitu keren dan kompak ini salah satunya:

Best Suporter
Kalo haus dan lapar don’t worry karena para pedagang selalu bersiap siaga selama pertandingan berlangsung.

Matahari mulai condong ke barat, terik matahari tidak begitu menyengat lagi. Tak terasa penantian selama hampir 5 jam terbayar sudah ketika ku lihat para pemain AREMA memasuki lapangan untuk melakukan pemanasan.

Klub AREMA saat melakukan pemanasan

Tepat jam 6 sore pertandingan AREMA vs CCM resmi di mulai di tandai dengan pembentangan bendera raksasa tuan rumah.


Segera aku dan para suporter lainnya mulai meneriakkan yel-yel dengan semangat. Babak pertama berlangsung dengan seru, bola bergulir dengan cepat dari kaki-kaki pemain. Beberapa saat kemudian stadion kanjuruhan serasa bergemuruh tatkala “ Kayamba Gumbs” pemain Arema berhasil menyarangkan sebuah gol pada gawang CCM melalui tendangan pinaltinya. Score berubah menjadi 1-0 untuk AREMA. Aku semakin semangat untuk meneriakkan yel-yel mengikuti arahan konduktor.


Tapi sayangnya di penghujung babak pertama CCM berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui tendangan marcos flores, peluit di bunyikan tanda babak pertama berakhir. Aku sebagai suporter amatiran mulai kehausan gara-gara berteriak. Sambil menunggu di mulainya babak ke dua aku segera menandaskan satu botol aqua.  
Babak kedua kembali di gelar, para suporter kian bersemangat. Sekali-kali aku pun menahan nafas ketika gawang AREMA berkali-kali di serang oleh pemain CCM. 
Beberapa saat kemudian babak kedua AREMA kembali di berikan tendangan pinalti atas pelanggaran yang dilakukan tim lawan. para suporter kembali bersorak senang. lagi-lagi “ Kayamba Gumbs” berhasil mengeksekusi bola dengan mulus meluncur kedalam gawang CCM. kami berteriak-teriak kegirangan dan makin lantang lagi meneriakkan yel-yel. Skor bertahan 2-1 hingga pertandingan berakhir pertandingan dimenangkan oleh klub AREMA. Kembang api merah menghiasi langit malam, sorak-sorai riuh memenuhi stadion kanjuruhan.


 Aku mengabadikan para pemenang ketika mendapat piala Menpora.


Pertandingan telah berakhir, lampu-lampu stadion mulai dipadamkan. Aku menunggu hingga beberapa saat untuk keluar dari stadion agar tidak berdesak-desakkan. Aku pulang dengan senyum kemenangan menghiasi wajah. That's my experience guys ^^
Hingga ku tulis postingan ini masih terngiang yel-yel yang aku nyanyikan waktu itu. Semoga dapat menonton lagi di lain kesempatan. 

Kami AREMA Salam satu jiwa
Di Indonesia kan slalu ada
Slalu bersama untuk kemenangan
Kami AREMA...



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  Maret (3)
      • Senandika Senja
      • Mozaik Cinta
      • Pare, I'm In Love
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Pare's Journal
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Sebuah Frasa
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...
  • Terima Kasih
    Untukmu; seseorang yang meninggalkanku Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bis...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose