Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "

Hello December... nothing special with this month. I just want to write about what I feel this year.

On this end december  I don't have a job, I'm not married and I'm broke. So that's a perfect combination to close this year. Yeah... I have a job but some people tell me that I have no job. People are cruel baby. Even I try to ignore them but yeah I give up.

Rencana yang sudah di susun sejak 6 bulan lalu akhirnya berantakan, as I guess. So saya tidak akan banyak berharap lagi. Jika yang terbaik seperti itu I just want to let it go.

This year was meant to me. Saya banyak mendapatkan pengalaman baru senang maupun sedih. Awal tahun pindah ke lingkungan baru. Mencoba beradaptasi. Mendapatkan teman-teman baru. Sedikit tidak percaya diri but I tried to think positive. You know that I proud of my self. Dee bisa segitu tegarnya. Bisa berusaha sekuat itu untuk memblok pikiran-pikiran negatif. You're cool dee. Lalu pertengahan tahun beradaptasi kemudian sakit. Yeah I got serious pain. 

Dee... 
Dee...
Dee...

Berapa kali harus kubilang kalau kamu jangan bodoh. Untuk apa kamu bentengi dirimu dengan dinding setinggi itu? untuk pura-pura mengerti walaupun terpaksa. Untuk tidak punya mimpi sendiri . Untuk merasa sepi. Berhenti bersikap seperti itu you know. You loose your self. Seperti bukan dee yang saya kenal. Wake up! Stand up on your own feet!!

DON'T LET ANYONE FALLING YOU DOWN!!

Kamu tu gak selemah itu. Be positive. Be your self. Be brave!

Kadang saya berpikir apa sebenarnya yang saya inginkan? mengapa saya tidak berani untuk berterus terang mengatakan apa yang saya inginkan? dan kenapa ketika saya sudah mengatakan apa yang saya inginkan people judge me?  berkata dengan jahat tanpa tau apa yang saya alami, even My own Lover!

I doubt right know. I doubt at him. I tried to forgive. I tried to understand. I tried to think from two side. I tried to become an adult. But become an adult from his version is loose my self. Is that good??

I don't think so. In the end of this year I just hope that everything is gonna be alright next year.
  
 

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Untukmu; seseorang yang meninggalkanku
Terima kasih karena telah memilih melangkahkan kaki bersama seseorang yang lain. Sekiranya itu bisa membuatku sadar bahwa kau memang bukanlah yang terbaik.

Apa kau ingat doa yang kau ucapkan sebelum pergi meninggalkaku?
" Iya, kau pernah berujar, semoga aku bisa mendapatkan seseorang yang benar-benar ikhlas mencintaiku, seseorang yang tak akan pernah meninggalkanku, seseorang yang selalu setia berdiri untuk menghadapi segalanya bersama-sama"

Sekali lagi, terima kasih kuucapkan. Karena meski aku dibuat patah olehmu, Tuhan tetap mendengar doa-doa baikmu itu.

Air mata yang tadinya senantiasa turun tak terbendung karenamu, kini telah berganti senyum bahagia bersama seseorang yang baru.

Aku sudah sembuh sebagai seseorang yang berhasil meniadakan namamu.

Sebagai seseorang yang telah ditemukan oleh seseorang yang padanya aku yakin tak akan pernah ditinggalkan.

Dan segala kesalahanmu telah aku maafkan.

Sekarang, aku sudah dengannya.
Sekarang, aku sudah bahagia.

Keputusanmu untuk pergi adalah skenario terbaik dari Tuhan agar aku dipertemukan dengan seseorang yang tulus aku cintai dan juga mencintaiku.

Terima Kasih.




Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu,
tapi itu kemarin

Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai terlelap,
tapi itu kemarin

Saya pernah melamun tentang bagaimana jika kelak kita hidup bersama,
tapi itu kemarin

Saya pernah menjadi seseorang yang selalu mendoakanmu,
tapi itu kemarin

Saya pernah menjadi bingung dan linglung ketika kamu tak ada, dan saya terus membisiki diri sendiri kalo kamu akan kembali, se-keras kepala itu saya menyayangimu,
tapi itu kemarin

Dan untuk pernah-pernah yang lainnya, Iya, saya pernah
tapi itu kemarin

Sekarang, saya menangis untuk menangisi kebodohan saya yang pernah menangisimu

Sekarang, saya bukan lagi seseorang yang peduli untuk setiap pesanmu

Terima kasih, karenamu saya berhasil menjadi sekuat-kuatnya manusia


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
So aku akan cerita awal aku terkena penyakit ini dan seperti apa kabarku sekarang. Dan ini bakal jadi cerita yang panjang guys jadi monggo kalo mau beli keripik, popcorn atau martabak untuk nemenin kalian baca postingan ini.

Oke dimulai dari bulan januari tahun 2018 tiba-tiba aku memiliki benjolan dileher. Benjolannya memiliki konsistensi yang mobile dan lunak, ketika di tekan tidak menimbulkan rasa sakit. Pertama ku biarkan saja sekitar 2 mingguan aku mulai terganggu keberadaannya semakin membesar jadi aku putuskan untuk ke dokter ahli penyakit dalam. Kata dokter aku baik-baik saja benjolan itu hanya infeksi pada kelenjar getah bening yang bisa disebabkan oleh virus, bakteri atau kuman. Aku diberikan obat *sorry aku lupa namanya. Setelah meminum obat seminggu kemudian benjolannya mengecil dan dalam waktu 2 minggu pun hilang. 

Ternyata cerita belum selesai. Di akhir bulan juli 2018 bertepatan dengan bulan ramadhan, tiba-tiba muncul lagi benjolan di tempat yang berbeda dari yang pertama. Tepatnya di leher sebelah kanan di dekat tulang belikat. Sama seperti yang pertama benjolannya juga memiliki konsistensi lunak dan mobile serta ketika ditekan tidak menimbulkan rasa sakit. Seminggu kemudian benjolan membesar dengan cepat sekitar 2cm akhirnya aku putuskan untuk segera ke dokter ahli penyakit dalam. Kali ini aku diperiksa lebih lengkap dan lama. Pertama dokter memeriksa fungsi jantung dengan Elektrokardiogram  (EKG) karena aku mengatakan memiliki keluhan nyeri dada. Hasilnya baik. Berarti nyeri yang aku keluhkan tidak ada masalah dengan jantung. Lanjut aku di anamnesa dan pemeriksaan fisik. Dokter menanyakan apakah berat badanku turun drastis? apakah aku berkeringat banyak di malam hari? apakah aku mengalami kerontokan? Apakah aku mengalami penurunan nafsu makan? Apakah aku batuk-batuk lama? Aku menjawab iya untuk 3 pertanyaan itu kecuali aku tidak berkeringat banyak malam hari dan tidak batuk-batuk.

Selanjutnya dokter memeriksa benjolan di sekitar leherku, di ketiak dan paha. Aku di tes suhu tubuh dan hasilnya 38 derajat. Memang malam itu aku agak hangat. Selanjutnya dokter mendiagnosis aku Suspect Tuberculosis (TB) Kelenjar. Berita ini membuatku shock karena setauku aku tidak batuk-batuk dan bagaimana bisa tiba-tiba aku terkena TB? aku memang mengalami penurunan berat badan hingga sekitar 10kg dari berat awal 54Kg. Di bulan Juni 2018 beratku sisa 44Kg. Tapi aku mengira karena aku aktif dalam berolahraga lari selama 2 tahun ini. Oke jadi dokter memintaku untuk melakukan rontgen thorax/dada dan pemeriksaan darah lengkap secepatnya. Biaya Rotgen Thorax adalah sebesar Rp. 150.000,- di klinik swasta.

Besoknya aku segera penuhi semua pemeriksaan itu dan kembali lagi ke dokter ahli penyakit dalam.
Setelah memeriksa hasil rotgenku dan darah maka dokter segera membuatkan surat rujukan ke dokter ahli paru untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dan karena saat itu bertepatan dengan libur hari raya idul fitri dan semua praktek dokter tutup maka aku hanya diberikan obat anti nyeri serta penurun panas sambil menunggu selesai libur lebaran.

Selama itu aku berpikir darimana bisa tertular kuman TB. Kuman TB menular melalui udara. Ketika penderita batuk atau bersin. Tebakanku dari angkutan umum dimana aku setiap hari ke kantor naik angkot. Dimana angkot sesak, banyak orang dan pengap sehingga sangat memungkinkan aku menghirup udara yang terkontaminasi kuman TB. Tapi tebakanku yang paling kuat adalah kami mempunyai seorang kakak yang pada tahun 2013 menderita TB paru dan sudah mengalami efusi pleura. Efusi Pleura adalah penumpukan cairan di paru-paru yang disebabkan oleh kuman TB. Kakakku sampai harus dioperasi untuk mengeluarkan cairan tersebut dari paru-paru. Ketika sakit kami serumah dengannya. Jadi tebakanku mungkin aku aku tertular dari dia. Setelah kuman TB masuk ke paru-paruku dia berkembang biak karena menurut dokter aku memiliki daya tahan tubuh yang bagus ditambah lagi aku berolahraga maka kuman tadi menyerah dan "tidur" (fase dormant). Kemudian disaat daya tahan tubuhku lemah dia menyerang lagi dan kali ini dia tidak menyerang di bagian paru-paru tetapi di kelenjar getah bening. Itulah yang menyebabkan aku mengalami penurunan berat badan, karena semua nutrisi makanan yang aku makan tidak semua terserap oleh tubuh melainkan dipakai menjadi energi untuk melawan kuman TB.

Oke setelah libur lebaran aku mulai berjibaku dengan antrian panjang di dokter ahli paru. Setelah melihat hasil rotgen thorax dan pemeriksaan darah serta untuk penegakan diagnosis TB Kelenjar maka aku dibuatkan rujukan lagi untuk pemeriksaan dahak pagi dan malam serta FNAB ( Fine Needle Aspirasy Biopsy ). FNAB adalah aspirasi jarum halus atau pemeriksaan langsung pada benjolan menggunakan jarum kecil, mulai ukuran 23 sampai dengan 27 tergantung pada ukuran, lokasi serta sifat benjolan. Dokter meresepkan obat pembuat dahak karena sejujurnya aku tidak berdahak sama sekali. Dan usahaku mengeluarkan dahak pagi dan malam menjadi usaha yang berat hehe... *coba dengan meminum air gula atau air teh yang sangat manis, lumayan dapat menghasilkan sedikit dahak

Setelah tertampung dahakku yang sedikit itu maka aku kemudian membawanya ke balai pengobatan paru. Disitu ada laboratorium pemeriksaan dahak dengan memakai BPJS. Keesokan harinya hasil pun didapat malamnya aku ke dokter patologi klinik untuk melakukan FNAB. Proses FNAB tidak memakan waktu lama aku disuruh memilih untuk tidur atau duduk. Aku memilih duduk dan aku diminta untuk jangan menelan dikarenakan benjolan ( lesi ) dileherku konsistensinya mobile maka agak sulit untuk dipegang. Ada seorang suster yang membantu untuk menekan leherku sementara dokter menyuntikkan jarum kecil, rasanya sama sekali tidak sakit. Cairan yang diambil itu kemudian diperiksa menggunakan miskroskop. Hasilnya bisa langsung diambil setelah 2 jam. Biayanya adalah sebesar Rp. 500.000,-.Keesokan harinya aku berkunjung lagi ke dokter ahli paru dengan membawa hasil pemeriksaan dahak dan hasil FNAB. Setelah melihat hasil akupun segera didiagnosis pasti menderita TB Extraparu (Kelenjar). Dokter membuat surat rujukan ke puskesmas untuk memulai program OAT (Obat Anti Tuberkulosis). 

Karena terkendala pekerjaan maka aku baru ke puskesmas 3 hari kemudian. Dan langsung dibuatkan program minum OAT. Jadi program ini akan berjalan sekitar 6 bulan dan bisa lebih tergantung hasil pengobatan. Aku diberikan obat kombinasi dari isoniazid, rifampicin, pyrazinamide, dan ethambutol  dan disesuaikan dengan berat badan. Karena berat badanku 44kg maka aku harus meminum 3 tablet langsung setiap hari sebelum makan malam pada jam yang sama selama 2 bulan. Efek samping yang aku alami setelah meminum OAT ini adalah aku mual dan selalu ingin muntah pada 3 minggu pertama. Karena aku ke kantor setiap hari naik angkot maka mual dan ingin muntah di dalam angkot jadi temanku setiap hari. Kemudian aku jadi kurang nafsu makan, tetapi harus dipaksa makan karena aku meminum obat yang banyak.

OAT yang harus diminum selama 2 bulan pertama
Mual dan muntah hanya kurasakan sekitar 3 minggu pertama ketika mulai mengkonsumsi OAT. Selanjutnya sampai bulan kedua mual dan muntahnya sudah jauh berkurang. Setelah selesai 2 bulan pertama maka OAT yang diberikan dikurangi dosisnya. Obatnya berwarna kuning lebih kecil dan diminum hanya seminggu 3x. Ini penampakannya.

OAT yang harus diminum selama 4 bulan selanjutnya
Sekarang di bulan september ini adalah bulan ke 3 aku mengkonsumsi OAT. Kabarku baik alhamdulillah. Benjolan di leher sudah tidak teraba. Tapi aku masih harus melanjutkan minum obat sampai bulan ke 6 dan tidak boleh terputus karena akan membuat kumannya resisten terhadap OAT. Nafsu makan mulai membaik. Berat badanku naik signifikan sekarang sampai di angka 46kg dari 44kg. Pipi tetap nyempluk tidak berubah hehe... Doakan semoga pengobatanku berjalan lancar sampai bulan terakhir.

Oke pada part ini aku ingin memberikan beberapa informasi dan saran sesuai dengan pengalamanku saat terkena penyakit ini, disimak ya :
1. TB bukan hanya TB paru TB ada banyak jenisnya tergantung dimana tempat kuman TB itu menyerang seperti di kelenjar getah bening yang dinamakan TB Kelenjar, di tulang yang dinamakan TB tulang atau bisa juga di Otak yang dinamakan Meningitis dll.
2. Dari 100% penderita TB, 80% adalah penderita TB paru yang di tandai dengan batuk-batuk selama 100 hari dan sebanyak 20% adalah penderita TB extraparu yang gejalanya berbeda jauh dari batuk-batuk tergantung dimana letak kuman TBnya.
3. Untuk kasus TB Kelenjar periksalah secepatnya jika menemukan gejal-gejala benjolan yang tiba-tiba ada di permukaan kulit leher, ketiak dan paha. Jangan tunggu hingga benjolan menjadi besar dan merah. Karena semakin cepat diperiksakan ke dokter semakin cepat mendapat penanganan dan semakin besar peluang untuk sembuh.  
4. Buatlah alarm untuk pengingat minum obat. Minta bantuan Pengawas Minum Obat untuk membantu mengingatkan minum obat. Jika alarm sudah berbunyi segeralah minum jangan ditunda karena akan menyebabkan malas dan akhirnya bisa lupa.
5. Jika lupa sehari minum obat harus tetap minum keesokan harinya jangan sampai putus
6. Mual dan Muntah bisa dikurangi dengan makan buah. Jangan biarkan perut kosong.
7. Minum susu, banyak makan buah dan tambahan vitamin. Jangan minum vitamin dengan merek *Imboost. Vitamin itu kontradiksi terhadap penyakit TB dan autoimun.
8. Disiplin dalam minum obat dan menjaga kebersihan. Waspada terhadap orang yang batuk dan bersin sembarangan. Usahakan selalu memakai masker jika berda di tempat keramaian umum.

Selesai sampai disini dulu post yang kepanjangan ini, semoga bermanfaat. ^_______^























Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morella Part I : Pantai Lubang Buaya , Spot kedua di Desa Morella yang saya kunjungi adalah Pantai Nitang Hahai yang berjarak sekitar 5 menit dari Pantai Lubang Buaya. Karcis masuk ke Pantai Nitang Hahai sebesar Rp.2000,- saja sebagai pengganti ongkos parkir. 

Dari ketiga pantai yang saya kunjungi ini mungkin Pantai Nitang Hahai adalah yang memiliki fasilitas paling lengkap. Dimulai dari tersedianya lahan parkir yang luas, musholla, kamar mandi umum, warung makan hingga bale-bale tempat istirahat.

Papan Nama Pantai Nitang Hahai di depan pintu masuk

Lahan Parkir yang luas

Bale-bale tempat istirahat pengunjung

Terdapat juga banyak spot foto yang instagramable untuk anak muda.





 


Dipantai ini juga terdapat spot diving yang tidak terlalu jauh bibir pantai. Dan jika pengunjung ingin melakukan diving diharapkan membawa sendiri saja peralatannya masing-masing karena saya tidak mengetahui apakah di pantai ini juga terdapat tempat penyewaan peralatan diving atau tidak. Saya merekomendasikan pantai ini jika anda berwisata bersama keluarga. 

Oke sekian post saya mengenai Pantai Nitang Hahai tunggu post selanjutnya ya...
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Musim hujan di Kota Ambon sudah dimulai sejak Bulan April lalu dan akan berakhir sekitar bulan Agustus. Ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu kadang hujan kadang panas ini saya bersama partner tampan saya memutuskan untuk jalan-jalan ke Desa/Negeri Morella.

Desa Morella terletak di Kabupaten Maluku Tengah, walaupun sudah berada dalam wilayah administratif Kabupaten Maluku Tengah, namun desa ini masih berada dalam satu Pulau Ambon, sehingga untuk menuju desa ini, wisatawan dapat dengan mudah berkendara menggunakan moda transportasi darat dengan waktu kurang lebih 60 sampai dengan 90 menit dari Pusat Kota Ambon.

Di Desa Morella ini ada beberapa spot objek wisata yang bisa dipilih. Antara lain Pantai Lubang Buaya, Pantai Nitang Hahai dan Pantai Halasy. Kali ini saya mengunjungi ketiga pantai tersebut. Dimulai dari Pantai Lubang Buaya. Nama Pantai Lubang buaya diambil konon menurut masyarakat sekitar di daerah pantai tersebut hidup seekor buaya putih didalam lubang karang di tepi pantai. Sehingga masyarakat sekitar menamakan daerah tersebut sebagai pantai lubang buaya.




Karcis masuk ke pantai lubang buaya adalah sebesar RP. 2.000,- per orang. Itu juga sebagai ganti biaya parkir bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan. Pengunjung harus menuruni anak tangga ke bawah untuk mencapai bibir pantai. Ada beberapa rumah yang terbuat dari papan untuk sekedar santai-santai sambil menikmati laut. Rumah-rumah tersebut juga digunakan sebagai penginapan bagi pengunjung yang ingin menginap harganya dimulai dari Rp. 150.000,- per malam.



 


Pantai lubang buaya ini juga dikenal sebagai spot snorkeling dan diving. Untuk menuju spot diving atau snorkling pengunjung dapat menyewa perahu semang tradisional tanpa mesin dengan tarif Rp. 10.000,- per orang. 

Pendayung Perahu Cilik
Ada juga beberapa spot foto yang bisa dipakai untuk selfie pengunjung termasuk saya hehe...





Credit Photo by A.A
Saya sarankan untuk datang kesini mendekati senja karena pemandangannya indah sekali duduk-duduk sambil menikmati teh dan pisang goreng.
Sekian post jalan-jalan ini...


Salah satu pengunjung yang mencoba spot selfie di Pantai Lubang Buaya


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Baru post lagi setelah sebulan lamanya...
Jangan salah guys, draftnya banyak sekali cuma belum ku selesaikan karena keterbatasan waktu, ide-ide yang stuck dan sebulan yang kemarin aku sakit. Ternyata menulis sebuah tulisan yang bermanfaat susah juga terbalik dengan menulis jurnal gampang, wong yang ditulis tanpa banyak aturan hehe 

Jadi selama bulan puasa kemarin aku sakit dan ga bisa menjalankan ibadah puasa dengan maksimal. Betapa menyesalnya harus melewatkan lagi Buka Puasa bareng Teman-teman Indorunners Ambon dan anak-anak yatim. Saat aku menulis ini kesehatanku sudah membaik sekitar 70% sudah bisa tidur lumayan nyenyak tanpa keluhan nyeri punggung seperti sebulan yang lalu. Aih... sebulan yang lalu penuh dengan penderitaan guys, tidur rasanya sakit dan ketika bangun pun sakit entah harus melakukan apa agar tidak sakit. Jadi selama sebulan kemarin praktis aku cuma pergi kerja, tidur dan bolak balik dokter. Tes laboratorium sana sini. Betapa kalau sudah sakit seperti ini baru menyadari jika sehat itu mahal harganya.

Dalam tahun 2018 berjalan ini mungkin bulan juni kemarin adalah saat dimana aku paling banyak mendapat cobaan. Mulai dari sakit dan masalah-masalah yang lainnya. Seolah dihantam langsung dengan dua kenyataan bertubi-tubi. Pahit memang, suatu malam ingin menangis dan tidak tau apa yang harus dilakukan. Seolah jalan masa depan yang sudah aku lihat ujungnya tiba-tiba hilang tidak berbekas. Dan tiba-tiba aku kehilangan arah dan tujuan. Aku berpikir apakah harus berhenti dan mundur atau terus berjuang.

Lalu aku melihat dia disana di ujung jalan sedang menungguku dengan tatapan khawatir, seolah bertanya mengapa aku malah memperlambat jalanku? Bukankah kita berjalan beriringan dan bergandengan tangan?
Melalui dia aku tau jalan itu masih ada belum hilang, mungkin aku cuma terlalu khawatir dan risau. Badai memang sudah berlalu tapi masih mendung dan mudah-mudah segera terbit matahari.




















Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Sesuai judulnya post kali ini adalah tentang rumah impian saya. Karena ini impian maka 50% mustahil dan 50% dapat dibuat tergantung kemampuan hehe.

So saya mulai dari warna kesukaan saya adalah biru, entah biru gelap biru terang pokoknya saya menyukai warna biru. Tapi yang paling saya suka adalah warna Biru Toska atau biasa juga disebut Biru pirus (Bahasa Inggris: Turquoise) adalah warna perpaduan antara biru yang sedikit kehijau-hijauan. Warna ini merupakan warna lautan atau samudera. Jadi saya bermimpi untuk punya rumah dengan warna biru toska ini. Kemudian saya bermimpi memiliki rumah dengan view lautan biru. Saya sangat menyukai laut walaupun tidak bisa berenang 😂  Master Bedroom yang menghadap ke laut supaya saya bisa tidur dengan view laut dan bisa mendengar suara ombak. Oke saya perlihatkan contoh gambarnya :

 Atau kayak gini nih :


yah tapi ga semewah ini juga sih kamar tidurnya ini cuma contoh kamar yang menghadap langsung ke laut dengan sedikit teras dan pagar di tepinya. Untuk penampakan warna dalam rumah saya menyukai kombinasi warna putih dan biru terang. Ini contoh gambarnya :



 


Bagus bukan?
Saya memiliki hobi menanam. Saya ingin memiliki sebuah pekarangan belakang rumah tempat menanam tanaman seperti sayur-sayuran. Jadi saya bisa langsung memasak sayur-sayuran yang masih fresh tanpa perlu pergi ke pasar. Seperti ini contohnya :


Ini adalah media tanam secara hidroponik mungkin suatu saat saya akan mencoba membuatnya
Dan pada tampak depan seperti ini :



Oke jadi seperti inilah kira-kira desain dan warna rumah yang saya impikan. Yah agak muluk memang namanya juga impian. Tidak ada yang salah dengan bermimpi, yang salah itu yang tidak bermimpi. Dan sekarang tinggal bagaimana saya mewujudkannya saja. Sekian post celoteh kali ini see you...

Sumber Gambar :
Google
Gambar Rumah


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Kadang aku berpikir sampai dimana level seseorang akan dikatakan berkorban demi pasangannya?
Kadang aku berpikir apakah memutuskan bersama orang lain juga merupakan pengorbanan? 
Dari sekian banyak hari, ribuan jam dan jutaan menit kebersamaan mereka bagaimana bisa dengan cepat dia simpulkan bahwa seseorang yang bersamanya sekarang bukan seseorang yang tepat  bagi dia?
Bagaimana bisa dalam hitungan bulan membakar habis semua cinta yang di tanam bersama selama jutaan menit tadi?
Dan bagaimana setelah dia membakar habis semua cinta itu kemudian dia  kembali mengumpulkan sisa-sianya? Mencoba menanamnya kembali dalam bentuk lain.
Mencoba  menegakkannya kembali walau itu usaha yang mustahil.
Seperti menegakkan benang yang basah sama dengan pekerjaan yang sia-sia.
Apakah dia tidak pernah tau betapa brengseknya dia menanamkan rasa trauma?
Setengah mati aku bunuh rasa trauma itu,
Dan sekarang dia kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa?? 
Apakah kamu pernah memikirkan aku seseorang yang pernah selalu mengkhawatirkan kehidupanmu dalam keputusan yang kamu bilang "terbaik"  itu?
Kamu memang pecundang!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Apakah dari kalian ada yang tau apa itu "earworm"??  mungkin sebagian dari kita tidak pernah mendengar istilah asing tersebut termasuk saya yang coba-coba untuk browsing istilah ini di google.
Secara etimologis, kata earworm berasal dari istilah Jerman, "Ohrwurm". Earworm adalah sebuah fenomena terperangkapnya potongan musik yang dimainkan secara berulang oleh otak kita meskipun musik tersebut tak lagi dimainkan. Ahli saraf Oliver Sack, dalam bukunya yang berjudul Musicophilia, mengungkapkan bahwa earworm merupakan tanda sensitivitas otak kita yang luar biasa  terhadap musik. Keberadaan earworm juga menunjukkan bahwa ada bagian dari pikiran kita yang jelas berada di luar kontrol kita.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Psychology of Music, peneliti menjabarkan beberapa penyebab munculnya earworm yaitu paparan musik yang berulang-ulang, ingatan (berkaitan dengan ingatan kapan atau dimana kita mendengarkan musik tersebut dimasa lalu), suasana hati (seperti ketika hujan turun). Artikel ini juga menyebutkan bahwa jika seseorang memiliki latar belakang musikal, memiliki kepribadian tertentu seperti obsesif-kompulsif, neurotik (cemas, sadar diri dan rentan) serta seseorang yang biasanya terbuka terhadap pengalaman baru maka orang tersebut lebih cenderung terkena earworm.

So, saya akan katakan bahwa saya juga memiliki "earworm". Sebenarnya saya telah lama sering mengalami earworm. Artikel ini mengatakan bahwa earworm dapat terjadi ketika kita mendengar suatu lagu berulang-ulang. Saya sering mengalami hal seperti itu, dan bahkan saya tidak mendengarnya berulang-ulang tetapi cukup satu kali saja dan lagu itu terus berputar-putar dikepala saya tanpa henti.
 
Seperti pada kejadian yang sering saya alami ketika suatu waktu saya sedang berada di suatu cafe, di angkot atau di pusat perbelanjaan saya mendengarkan satu lagu yang menurut saya asik, beruntung jika saya tau siapa penyanyi dan apa judul lagunya. Saya bisa segera mencari lagu itu dan mendengarnya lagi. Dan jika saya tidak tau apa judul lagu dan penyanyinya maka disitulah bencana  terjadi. Lagu itu terus berputar-putar dikepala saya, sehari sampai seminggu tetap bertahan sampai saya mendengarnya lagi. Argh... terkadang saya frustasi menghentikannya bernyanyi dikepala saya.
Saya bahkan pernah pada suatu tengah malam saya tidak bisa tidur karena ada satu lagu yang terus berputar dikepala saya dan saya akhirnya membangunkan teman saya hanya untuk menanyakan apa judul lagu yang kami dengarkan tadi siang. 

Sampai 2 tahun yang lalu saya menemukan solusi untuk mencegah saya terkena earworm lagi, saya menemukan sebuah aplikasi di playstore yang bernama shazam. Shazam adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu lagu atau penyanyi hanya dengan mengcapture nada dari suatu lagu, dan taraa... shazam langsung mengidentifikasi lagu serta penyanyinya hebat kan??

Saya sedikit terbantu dengan aplikasi tersebut. Ketika saya mendengar suatu lagu darimanapun itu saya cukup mengcapture nada dari lagu tersebut dan saya bisa mengetahui judul dan penyanyinya. Saya bisa segera menghentikan earworm itu sebelum dia bersarang lebih lama di kepala saya haha...

Saya tidak bisa memainkan instrumen musik, saya juga tidak bisa membaca not balok, saya juga bukan berasal dari latar belakang keluarga musikal, tapi bapak saya adalah seorang penikmat musik. Saya pernah mendengarkan suatu lagu dan tiba-tiba merasa familiar dengan lagu tersebut saya berpikir darimana saya pernah mendengarnya. Sampai suatu ketika saya menemukan kaset-kaset lama milik bapak saya dan lagu itu ada di salah satu kaset tersebut. Dugaan saya adalah saya mungkin sedari kecil banyak diperdengarkan berbagai jenis musik. Percayalah ketika saya berfokus mendengarkan satu instrumen musik pada sebuah lagu maka saya bisa menghilangkan nadanya serta suara vokalisnya dan hanya mendengarkan petikan gitarnya saja, hentakan drumnya atau dentingan pianonya. Yah bukan sesuatu yang luar biasa sih hehe...

Saya penyuka segala macam genre musik kecuali hardcore. Musik banyak membantu saya untuk rileks, untuk belajar, untuk mengingat sesuatu dan memperbaiki suasana hati. Oke saya harap post ini tidak kepanjangan so see you...

Sumber I
Sumber II
Sumber III

#ditulis dan diselesaikan dalam alunan lagu Lost Boy by Ruth B  (sebuah lagu yang saya dengar di satu pusat perbelanjaan minggu kemarin)






Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄

Sebenarnya cerita ini hanya mengingat kembali bagaimana awal mula aku menyukai dunia fotografi. Bagi sebagian orang mungkin cerita seperti ini sangat tidak penting, tapi bagiku ini adalah awal mula bagaimana aku jatuh bangun belajar menguasai sesuatu tanpa dibantu siapapun. Dan aku bangga dengan diriku sendiri.

Oke Alkisah *eaaaaa aku berada di kelas 2 SMA sekitar tahun 2008. Aku adalah seorang murid yang sangat aktif satu-satunya murid yang melakoni 3 extrakurikuler sekaligus *sombong dan ga ada sangkut pautnya sama cerita ini 😆. 

Iya kembali ke laptop, suatu hari seorang kakak kelas mengenalkanku kepada aplikasi Adobe Photoshop 7.0 dan saat itu aku mulai terhipnotis masuk ke dalam dunia manipulasi foto. Adobe Photoshop saat itu masih menjadi barang baru bagi kami murid SMA dan masih terbatas sekali orang yang mampu mengoperasikannya. Dan juga jarang menemukan cewek-cewek yang tertarik belajar aplikasi ini. Photoshop hanya mainan anak laki-laki you know. cewek-cewek disekolahku lebih suka bergosip daripada memelototi aplikasi yang banyak toolsnya ini. Keinginanku belajar photoshop sangat menggebu-gebu tetapi komputer di sekolah kami belum menginstall photoshop alhasil keinginanku stuck di tempat. Tidak ada akses apapun untuk belajar. Buku pertama yang aku punya tentang belajar Adobe Photoshop 7.0 adalah hasil mencuri di perpustakaan sekolah 😂 *maafkan aku bapak penjaga perpustakaan.

Aku sering menemui seorang abang yang mempunyai studio foto di dekat sekolah dan melihat aksinya memanipulasi foto. Aku terpesona. Jaman SMA aku belum punya laptop guys. Laptop masih menjadi barang langka yang hanya dimiliki oleh teman-teman yang berduit.  Lompat ke jaman kuliah semester 2, aku akhirnya dibolehkan memakai laptop ibuku untuk mengerjakan tugas kuliah. Dan tebak... yah aku mulai belajar Adobe Photoshop dan langsung mencoba menguasai versi Adobe Photoshop CS 2. Aku mempraktekkan semua latihan yang ada di buku belajar Adobe Photoshop yang ku curi dulu dari perpustakaan 😏 hasilnya ada yang berhasil tak sedikit pula yang gagal.

Berkali-kali gagal malah membuatku makin penasaran untuk dapat menguasai aplikasi ini. Hingga semester 5 kuliah aku adalah seorang yang sangat ketat dalam menyisihkan sebagian uang jajan  untuk membeli buku latihan Adobe Photoshop. Aku rela berlapar-lapar di kampus demi buku photoshop terbaru. Dan total aku memiliki sekitar 13 buku tentang Adobe Photoshop dan 2 buku tentang Corel Draw. Aku lebih prefer belajar menggunakan buku karena kalu belajar via tutorial di Youtube bufferingnya suka bikin kesel.

Koleksi Buku Photoshop

Ditahun ke 2 aku belajar, aku mulai mahir dalam mengingat dan menggunakan semua tool-tools dalam Adobe Photoshop. Dan aku mulai belajar mengedit foto teman-teman. Seperti beberapa foto dibawah ini adalah bukti keidiotanku dalam mengedit foto 😁





Well, hasilnya jauh dari kata bagus sodara-sodara malah kelihatan alay wkwk... *soriii untuk onni-onni yang aku pake fotonya belum minta ijin hehe
Mempelajari photoshop banyak sekali manfaatnya. Menguasai photoshop membuatku seperti dewa. Aku bisa memotong, menambah, mengurangi, merubah, memperjelek, mempercantik sebuah gambar. Keren kan?? 

Menginjak tahun ke 3 sejak aku mulai belajar photoshop tiba-tiba aku bosan. Photoshop tidak lagi menarik di mataku. Mungkin karena sudah selama itu aku berjibaku untuk mempelajarinya dan aku hampir sudah mengetahui semua tools dan kegunaannya. Daaannn... aku mulai tertarik pada fotografi. Setelah selama ini hanya mengedit foto aku mulai tertarik mengambil foto. Yah foto-foto pertamaku ku hasilkan masih memakai kamera HP dengan resolusi 5MP. Sebenarnya jauh sebelum aku memotret menggunakan kamera HP aku sudah pernah memotret menggunakan kamera analog yang dulu masih menggunakan roll film. Hasil foto-foto pertamaku akan ku post di post tersendiri. Belum seberapa mahir dan masih kelihatan membosankan. Ditahun 2014 aku mendapat kamera pertamaku sebuah hadiah dari salah satu sahabat. Sebuah kamera jenis prosumer Fujifilm Finepix S2980 menemani setiap soreku menjelajah Kota Masohi. Aku mulai motret sesuatu yang random dan ga jelas haha...


Di tahun 2018 ini aku masih senang foto-foto tapi tidak begitu intens lagi karena kesibukan dan ga sempat mbolang. Aku berharap ditahun-tahun mendatang aku masih bisa mengembangkan hobi dibidang fotografi. Sekian dulu cuap-cuap yang entah bermanfaat atau tidak ini. See you on the next post...

P.S. Sebagian hasil foto-foto dengan kamera fujifilmku bisa kalian nikmati di postku yang sebelumnya disini nih...






Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, yang artinya secara etimologis adalah melakukan perhitungan. Dalam terminologi syari, makna definisi pengertian muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya.
Baik hal tersebut adalah bersifat vertikal, hubungan manusia hamba dengan Allah. Maupun secara hubungan horisontal, yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia yang lainnya dalam kehidupan sosial. 

Mengapa saya tiba-tiba ingin bercerita tentang topik ini? yah saya merasa bahwa orang-orang disekitar saya entah mengapa banyak memiki sikap yang buruk. Dan sebenarnya saya sendiri juga membutuhkan proses Muhasabah Diri. 

Saya beruntung dilahirkan dari keluarga berkecukupan, meskipun kami juga memang banyak kekurangan tetapi orang tua saya selalu bisa memenuhi semua kebutuhan saya. Saya memang mungkin tidak pernah merasakan susahnya hidup dari bawah seperti orang tua saya tapi saya di ajarkan untuk jangan sekali-kali bersikap sombong, dengki, iri hati, tidak jujur dan egois. Saya diajarkan untuk tidak memandang rendah orang lain untuk selalu tetap menghargai orang-orang yang mungkin tidak seberuntung saya. Saya percaya roda kehidupan berputar. Kadang hidup kita akan berada di bawah dan kadang diatas. Ketika saya sedang berada dibawah itu adalah ujian bagi saya agar saya bersabar dan tetap tawakal. Dan ketika saya berada diatas itu juga tetap ujian bagi saya apakah saya akan tetap rendah hati atau malah bersikap sombong dan semena-mena terhadap orang lain. 

Entah apakah ini sebuah keluhan atau apa, saya hanya ingin berbagi cerita mengenai orang-orang yang saya temuai setiap hari. Yang mestinya harus melakukan Muhasabah Diri karena setiap hari hanya melakukan keburukan-keburukan terhadap orang lain. Saya terkadang berfikir mengapa ada orang yang setiap hari kerjanya hanya menyakiti hati orang lain? Apa hari-harinya akan terasa bahagia hanya ketika  menyakiti orang lain dengan berkata-kata kasar? 

Saya berasumsi mungkin ketika dia berada di posisi bawah sedemikian susah sehingga ketika Tuhan menaikkan dia diatas dia menjadi sombong dan semena-mena terhadap orang lain. Yah dia menggunakan sikap dan kata-kata yang kasar untuk menyakiti hati orang lain. Yah dia seakan lupa kalau dulu juga pernah berada dibawah. Dan seperti yang saya amati sekarang, makin banyak orang-orang yang bersikap seperti itu di sekeliling saya setiap hari. 

Tujuan saya menulis ini adalah sebagai Self Reminder untuk saya. Mungkin sekarang hidup saya masih berada dibawah dan ketika suatu waktu Tuhan menguji saya untuk berada diatas saya tidak menjadi seperti orang-orang tersebut. Saya harus terus bermuhasabah diri. Semoga saya akan seterusnya memiliki sifat sabar, rendah hati, tidak dengki dan jujur. Ada seorang bapak yang baik yang berkata pada saya pagi ini bahwa "Sifat seseorang ditentukan dari pergaulannya, jika dia bergaul dengan orang baik maka baiklah ia, dan jika dia bergaul dengan orang jahat maka jahatlah ia"


“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [az-Zumar/39 : 10]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3450-setiap-muslim-akan-menghadapi-ujian-dan-cobaan.html
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [az-Zumar/39 : 10]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3450-setiap-muslim-akan-menghadapi-ujian-dan-cobaan.html
" Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas " -Az-Zumar 39:10-

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [az-Zumar/39 : 10]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3450-setiap-muslim-akan-menghadapi-ujian-dan-cobaan.html
Sumber















Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Kadang ketika saya bosan bersamanya saya mengingat kembali alasan pertama kali saya menyukai dia.  Saya mengingat keputusan saya memilih dia. Saya berharap cara itu akan selalu berhasil mengingatkan saya betapa saya menyayanginya. Fakta bahwa saya terjebak dalam hubungan yang stagnan membawa saya lebih banyak berpikir.  Apakah saya ingin bersama dia selamanya?  Akankah saya bahagia? Akankah saya banyak tertawa bersamanya sekarang dan nanti?  Apakah saya bisa tetap menjadi diri saya sendiri setelah bersamanya nanti? Entahlah. Apa saya terlalu muluk mengharapkan dia menyelamatkan saya dari rasa bosan dan lelah ini?  Apa terlalu muluk saya mengharapkan dia menolong saya untuk kembali padanya lagi?  Kembali merasakan perasaan menggebu-gebu yang saya rasakan waktu pertama kali saya memutuskan menyayanginya?  

Berbulan-bulan lalu yang saya pikirkan hanya kebahagiaannya. Kebahagiaannya adalah  prioritas saya. Tapi sekarang mengapa saya mulai berpikir tentang kebahagiaan saya? Bukankah waktu itu saya berkeyakinan melihat dia bahagia adalah kebahagiaan saya juga? Belakangan  ini saya makin bertanya-tanya tapi saya tidak memiliki jawaban itu. Dan ketika saya mulai merengek lebih banyak perhatian dari dia sebagai cara saya untuk menemukan rasa sayang itu lagi, dia malah berkata saya manja,  saya tidak dewasa, saya kekanak-kanakan,  saya penuh dengan drama. Padahal saya sedang berjuang mati-matian menemukan rasa itu lagi. Saya benci menjadi dewasa versi dia. Saya terkadang jadi berpikiran kaku dan mulai seperti robot yang hanya menjalani hubungan ini tanpa ada lagi minat. Karena hubungan ini mulai seperti rutinitas harian yang mau tidak mau, senang tidak senang harus dikerjakan. Saya mulai menjalani hubungan ini tanpa gairah. Saya tidak ingin hubungan seperti ini. Saya takut akan menyerah. Tolong saya sayang?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Ahh... ini baru memasuki hari ke 3 di bulan januari tahun 2018 dan saya sudah merasa galau. Ada banyak yang telah saya lalui tahun 2017 kemarin dan tulisan ini hanya sekedar refleksi dari apa yang telah saya lalui tahun kemarin. Begitu banyak cerita, pengalaman baru, kisah sedih dan bahagia. Saya bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan Tuhan untuk saya tahun kemarin. Saya memiliki begitu banyak orang-orang yang memberikan saya pelajaran hidup. Dipuji, diejek, direndahkan dan dianggap remeh memang sudah berkali-kali saya rasakan. Dan saya membanggakan diri saya karena tidak pernah terpengaruh dan ambil pusing atas semua ucapan yang telah orang-orang lontarkan pada saya. 

Saya memang merasa sedih ketika saya di jatuhkan tapi saya mengandalkan diri saya sendiri untuk bangkit. Untuk menutup telinga kuat-kuat untuk tetap berdiri pada jalan hidup saya. Saya bangga atas kemampuan saya menyembuhkan diri. Saya sadar sejak dulu bahwa jangan pernah menggantungkan hidupmu pada siapapun. Jangan pernah mengandalkan siapapun untuk hidup selain dirimu sendiri. Dan jangan percaya pada siapapun meskipun itu orang yang paling engkau sayang. Mungkin saya trauma atas kejadian di masa lalu. 

Saya mungkin begitu gembira dulu telah menemukan orang yang saya anggap bisa saya percaya untuk meletakkan hidup saya padanya. Tapi saya dikhianati. Dan itu membuat saya trauma. Saya sempat pesimis bahkan saya benci harus berkenalan dengan orang-orang baru lagi. Saya takut dan sedih karena rasanya begitu menyakitkan. Saya sempat berpikir bahwa saya ingin terus hidup sendiri supaya saya tidak akan pernah disakiti lagi. Tapi ternyata tidak, Tuhan menghadirkan seseorang yang menyembuhkan seluruh rasa sedih saya. Dia mungkin tidak pernah tau bahwa sayalah yang tertolong oleh dia. Bahwa saya memanfaatkan dia untuk membuat saya sembuh. Dia membuat saya percaya lagi bahwa setiap orang harus berjalan di kehidupannya sendiri dengan berani. 

Saya mencoba mendampinginya setiap hari hingga saat ini. Saya tanamkan pada diri saya sendiri bahwa hubungan yang saya punya bersama dia harus diperjuangkan. Bahwa saya tidak ingin melewatkan lagi seseorang yang berharga untuk saya. Saya menyalahkan diri saya sendiri atas hubungan masa lalu, itu membuat saya punya keyakinan bahwa saya tidak ingin gagal lagi dengan hubungan yang ini. Saya mencoba hingga sekarang dengan begitu banyak perbedaan saya berusaha memahaminya. Saya tidak tau apa perjuangan saya sudah berhasil atau belum. Tapi di hari ke 3 di bulan januari 2018 ini saya merasa saya telah sampai pada batasnya. Saya merasa lelah bersama dia. Entahlah saya tidak tau mengapa. 

Saya tau akan terluka lagi. Saya sekarang hanya berpura-pura bahwa itu tidak sakit. dan saya benci punya perasaan seperti ini lagi.... 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ►  2026 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ▼  2018 (14)
    • ▼  Desember (1)
      • Feel
    • ►  September (3)
      • Terima Kasih
      • Itu kemarin
      • Aku Terkena TB Kelenjar : Long Story
    • ►  Agustus (1)
      • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    • ►  Juli (2)
      • Morella Part I : Pantai Lubang Buaya
      • Badai dan Petir
    • ►  Mei (1)
      • Dream House
    • ►  April (1)
      • Dua puluh dua
    • ►  Maret (2)
      • Apa itu Earworm??
      • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    • ►  Februari (1)
      • Muhasabah Diri
    • ►  Januari (2)
      • Random
      • Gloomy January
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Aku Terkena TB Kelenjar : Long Story
    So aku akan cerita awal aku terkena penyakit ini dan seperti apa kabarku sekarang. Dan ini bakal jadi cerita yang panjang guys jadi monggo ...
  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose