Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "

Aku bersamamu sejak kecil. Aku tau kamu bukan anak yang biasa-biasa saja ketika kita pertama kali bertemu. Aku melihat kekuatan dan tekad dalam dirimu. Aku melihatmu merasa terasing di dunia yang baru, tertatih memahami segala hal yang sulit di usia kecilmu. Diejek dan di olok, kukira kamu akan menyerah kemudian menangis dan merajuk, tapi aku salah aku melihatmu menyerap semua energi dan pengetahuan baru. Melihatmu tetap berdiri dan berlari kencang dengan kaki-kaki kecilmu mengikuti arah yang telah digariskan. Kamu tangguh aku percaya itu. Berpindah-pindah dan menyesuaikan diri berkali-kali dengan lingkungan baru bukan hal yang sulit lagi bagimu. Dalam sekejap kamu mengumpulkan teman. Kamu mengoleksi orang-orang yang kagum padamu, kagum pada kepribadianmu. Kamu membuat mereka menjadi setia padamu. Membuat tanda, membuat kesan agar orang-orang tidak mudah melupakanmu. 

Kamu beranjak remaja. Masih berpindah lagi untuk yang kesekian kalinya. Kamu mulai membuatku gelisah. Tempat yang kamu jalani sekarang bukan seperti tempat masa kecilmu dulu. Aku khawatir akan kehilangan tawamu. Tapi kamu... Sekali lagi membuktikan bahwa aku salah menilaimu. Salah karna telah meremehkanmu. Kamu bertumbuh dengan pesat. Kamu haus sekali hal-hal baru. Seakan-akan kamu ingin mengetahui segalanya tentang dunia ini. Melihatmu menjalani hari-hari dengan selalu gembira dan penuh semangat membuatku senang. Kamu adalah sosok pembuat kenangan. Kadang kutemukan kamu di antara tumpukan buku-buku di perpustakaan. Entah membaca apa. Ketika ku intip ku lihat kamu memegang karya sastra lama. Kadang aku berpikir hei... siapa yang mengenalkanmu sastra? Bukankan selama ini kamu hanya membaca gambar-gambar kartun berkolom? Kapan kamu mulai membaca karya fiksi?? kapan kamu mulai tergila-gila dengan cerita pertualangan? Ah... kamu memang selalu membuatku takjub.  

Suatu ketika aku melihatmu jatuh cinta. Hei... bagimu itu adalah saat pertama. Menurutmu itu adalah saat yang paling indah. Dan kemudian itu tidak berjalan sesuai rencanamu. Yah aku melihatmu menangis, sosok yang tangguh akhirnya menangis juga. Aku melihatmu jatuh dan terpuruk. Ah... kamu, ini belum seberapa. Sakit yang kamu rasakan ini bahkan belum apa-apa dibandingkan yang akan kamu rasakan di masa depan. Aku menyuruhmu untuk berhenti dan kembali. Kembali menjadi sosok yang aku kagumi lagi. Dan aku tau tidak akan pernah salah menilaimu, kamu kembali. Kamu kembali dengan semua kekuatan positif. Kamu mulai bisa menerbitkan tawa lagi. Dan kamu punya keahlian baru yang kamu tidak sangka-sangka sebelumnya. Hei... kamu jadi pintar menulis. Walaupun masih banyak yang menganggap tulisanmu kekanak-kanakan tapi kamu bisa menulis. Kamu membuatku bangga. Keterpurukanmu tidak membuat keinginanmu untuk belajar surut. Kamu malah menjadi seseorang yang candu belajar. Melihat matamu yang berbinar-binar jika tiba-tiba sebuah ide menyergapmu benakmu cepat. Aku sering tertawa jika mendengarmu bertanya tentang hal-hal yang konyol. 

Tapi hei... kamu menyembunyikan luka. Aku melihat luka dibalik kelopak matamu. Aku tidak menyadari kamu terluka begitu parah. Dan kamu mulai mencari perhatian pada setiap orang. Kamu mulai mempelajari sesuatu agar orang lain menaruh perhatian padamu. Kamu kesepian. Aku tau kamu sangat kesepian dibalik tawamu. Dan dia datang. Masuk kedalam kehidupanmu. Itu adalah saat yang paling berharga sepanjang aku mengamatimu sejak kamu kecil. Seseorang yang menambahkan warna hijau di duniamu yang berwarna biru. Aku belum pernah melihat kamu sebahagia itu saat kamu bersamanya. Kamu berubah menjadi pribadi yang yang lebih baik. Dia mengeluarkan segala potensi yang kamu punya. Dia mengeluarkan versi terbaik dari dalam dirimu. Dan aku kembali terpesona padamu seperti waktu kamu kecil. Diam-diam aku mendoakan agar kamu bisa bersama dia selamanya. 

Hari itu datang juga akhirnya... Dia sang warna hijau tiba-tiba memberikan warna yang tidak kamu suka. Ah... aku benci harus melihatmu jatuh lagi. Aku benci melihatmu menulis beratus-ratus halaman tulisan bodoh yang tidak punya arti. Bangun!!! Sadarlah!! Kamu itu tangguh untuk apa kamu putus asa? ini belum apa-apa, ingatlah. 

Lalu aku harus melihatmu menjalani berbagai macam tempaan yang menjadikanmu seperti sekarang. Sedih, bahagia, tawa silih berganti dalam hidupmu. Percayalah aku juga kesal hanya bisa duduk dan mengamatimu tanpa bisa berbuat apa-apa. Percayalah segala yang kamu rasakan juga ku rasa. 

Kamu... haruslah seperti dulu yang berlari kencang walaupun kamu tidak mengetahui apapun didepanmu. Kamu... haruslah tetap tangguh, tetap kuat dan tetap sabar.
Kamu... haruslah tetap memiliki sifat positif seperti yang sudah-sudah dan tidak membiarkan seseorang-pun mempengaruhi tekadmu.
Kamu... haruslah membuatku tetap terpesona seperti orang lain yang berada disekitarmu. Mencintaimu tanpa alasan.


29 Mei 2017
Disamping Lautan Biru, Waihaong
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Apa kabarmu hari ini?

Ketika saya tulis ini mungkin saya sedang mengingat kembali semua waktu yang sudah saya lalui bersamamu selama ini.

Saya tidak akan bisa menulis semua cerita kita karna akan menjadi ribuan paragraf. Saya hanya ingin menuliskan beberapa hal yang membuat saya bersyukur pernah bersamamu. 

Saya masih ingat pertama kali bertemu denganmu di bangku SMA. Pembawaanmu yang supel dan ceria membuat kita langsung menjadi akrab dan menjadi teman. Hari-hari yang saya lalui di masa SMA sangat berwarna karena saya punya kamu sebagai teman, sekaligus sahabat, partner in crime sejati saya. Kamu adalah satu-satunya orang yang membuat saya bisa tampil seperti diri saya apa adanya. Saya tidak perlu takut menceritakan semua hal padamu meskipun hal itu memalukan. Kamu tidak pernah menjudge saya, tidak pernah marah jika saya melakukan hal-hal yg kamu tidak suka. Kamu adalah tempat semua rahasia yang saya punya, begitu juga denganmu saya sangat berarti buatmu. Kamu mengubah semua kesedihan saya menjadi bahagia. 

Masa SMA berakhir dengan cepat, saya dan kamu berpisah karena saya harus kembali ke rumah dan kamu pun begitu, kita menjalani hidup yang berbeda hingga di bangku kuliah. Saya masih selalu bercerita padamu tentang apapun. Dan kamu selalu punya jawaban tentang apapun yang saya tanyakan. Bahkan pertanyaan paling konyol sekalipun. Kamu selalu mempunyai solusi jika saya memiliki masalah. Kamulah yang cerdas diantara kita. 

Pertengahan kuliah, saya dan kamu bukan hanya lebih dari sekedar teman lagi, kamu berubah menjadi segalanya untuk saya. Kamu selalu mendukung apapun keputusan saya dalam hidup. Saya dan kamu mempunyai selera musik yang sama, bacaan yang sama, film yang sama. Jika ada pepatah yang mengatakan kalau jodoh itu adalah cerminan pribadi kita, maka kamulah cerminan pribadi saya. Saya dan kamu selalu bisa menyelesaikan masalah bersama-sama. Kamu selalu ada untuk saya setiap hari meskipun kita jauh. 

Kamulah yang mengajarkan saya menulis, kamu yang mengajarkan saya menjadi wanita mandiri, kamu yang mengajarkan saya tidak takut menghadapi kehidupan ini, kamu yang selalu berkata pada saya bahwa saya berharga, bahwa saya harus selalu percaya diri, bahwa saya memiliki semua potensi, bahwa saya tidak boleh bersedih, bahwa kamu bangga memiliki saya, bahwa kamu tidak akan pernah membiarkan saya berusaha berjalan di kehidupan ini sendirian. Kamu akan selalu ada untuk saya. Kamu selalu rela berkorban apapun untuk saya. Kalau ada seseorang yang menghargai dan mendukung semua usaha yang saya lakukan sampai hari ini, maka orang itu adalah kamu. Kamu memberikan saya cinta yang luar biasa. Saya belajar semuanya dari kamu. Hingga 800 hari kemarin saya masih berpikir kamu akan terus ada selamanya untuk saya. Saya tidak pernah membayangkan akan menjalani hari-hari tidak bersamamu lagi. 

Saya bertanya-tanya apa sebenernya masalah yang kita punya? Apa masa depan yang sedang coba kita bangun sudah runtuh?? Saya tidak mengerti mengapa kamu menyerah? Mengapa kamu membiarkan saya menyerah? Mana semangat yang kamu punya? Mengapa kamu menyerah begitu saja? Mengapa kamu tega melupakan semua hari-hari yang sudah kita lalui bersama? Kamu Jahat. Kamu membiarkan saya menjalani hari-hari sendirian. Kamu membuat saya bersedih lagi. Kamu membuat saya kehilangan teman, sahabat dan pasangan. Apa yang lebih menyedihkan daripada itu??  



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ►  2026 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ▼  Mei (2)
      • Aku Untuk Aku
      • Memori
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Aku Terkena TB Kelenjar : Long Story
    So aku akan cerita awal aku terkena penyakit ini dan seperti apa kabarku sekarang. Dan ini bakal jadi cerita yang panjang guys jadi monggo ...
  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose