Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "





Mereka tidak pernah tau apakah perutnya telah terisi atau tidak ketika berangkat tadi pagi.

Mereka tidak pernah tau apa yang di rasakannya tadi pagi ketika melihat anak satu-satunya terbaring lemah di pembaringan.

Mereka tidak pernah tau seberapa keras usahanya setiap hari memenuhi setoran uang harian kepada majikannya.

Mereka tidak pernah tau apakah pendapatannya selama sehari dapat memenuhi kebutuhannya dan keluarganya.

Mereka tidak pernah tau betapa nelangsanya ia ketika berjalan pulang setelah menggadaikan sertifikat rumahnya untuk menebus obat yang harus di minum oleh anaknya.

Mereka tidak pernah tau betapa takutnya ia ketika kendaraan yang di kemudinya berhenti di setiap lampu merah dan pandangannya tertuju pada mereka yang menghalau debu menengadahkan tangan untuk mendapatkan sesuap nasi. Dalam hati ia berdoa, semoga ia dan keluarganya tak kan pernah menjadi seperti mereka.

Mereka tidak pernah tau ketika ia harus mengadu otot dengan sesama pencari hidup untuk sebuah kesalahan yang tidak ia lakukan.

Mereka tidak pernah tau betapa masygulnya ia ketika kendaraannya harus berhenti untuk mengisi ulang bahan bakar yang harganya semakin hari semakin mencekik.


“ Ahh… pemerintah tidak adil “, ujarnya dalam hati.

Mereka tidak pernah tau ketika ia harus beradu argumentasi dengan penegak hukum karena STNKnya yang telah kadaluarsa dua bulan yang lalu.

Mereka tidak pernah tau ketika malam tiba dan penat telah menguasai tubuhnya ia masih harus membantu istrinya menganyam tikar untuk di jual besok pagi di terminal belakang kota, dengan hanya berpenerang satu pelita karena listrik di rumahnya telah di putus sejak beberapa minggu yang lalu.

Mereka tidak pernah tau betapa sedihnya ia ketika datang hari lebaran dan ia belum punya cukup uang untuk membelikan anak istrinya baju baru di hari raya.

Tapi, mereka tidak perlu tau semua itu…

Karna yang hanya mereka tau, ia hanya harus mengantar mereka ke tempat tujuan yang mereka mau.

Karna yang hanya mereka tau, ia hanya harus mengantar mereka dengan selamat sampai tujuan tak kurang sesuatu apapun.

Karna yang mereka tau, ia hanya harus duduk di balik kemudi dan mengemudikan angkot ini dengan sebaik-baiknya...
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Anakku Sayang…


Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua, cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku.

Jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan, jika aku mendapat kesulitan ketika memakai pakaianku sendiri, Sabarlah…

Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu tentang segala hal yang perlu kau tau, ketika kau masih kecil.

Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali, jangan menghentikanku! Dengarlah aku!Ketika kau kecil kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang, dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur. Dan aku lakukan itu untukmu.

Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
“ Kalo kamu orang ekonomi kamu pasti pandai berdagang “ itu adalah segelintir  kalimat yang dikatakan dosenku waktu awal kami belajar ekonomi yang sungguh membuat segalanya menjadi serba hemat ini.

Ide menjual kreativitas ini sudah ada sejak bersemester-semester lalu waktu aku dan sahabat-sahabatku masih mendekam di tahun pertama perkuliahan. 
Kami menghabiskan berjam-jam untuk mendiskusikan produk apa yang akan kami ciptakan. Mulai dari jenis produk, modal, tempat hingga nama produk. 
Khusus untuk nama produk malah menghabiskan waktu yang tak terhingga untuk dipikirkan. 
Terlalu banyak ide yang muncul dari empat kepala yang berembuk, in the end ide berdagang ini mengendap di antara banyaknya tumpukan tugas-tugas kami yang menggunung setiap harinya.

Dan pada akhirnya ide tersebut menggeliat lagi dalam pikiran kami bedanya sekarang ide itu telah berwujud. 
Salah seorang sahabatku al merilis usahanya yang bertajuk “ Biru_Craft ”.
Bermodalkan skill yang mumpuni, temanku ini mencoba peruntungannya dalam membuat beberapa aksesoris berbahan kain flannel seperti bros, pouch hp, gantungan kunci, pigura hingga hiasan dinding dari bahan flanel.


Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Berbekal kamera Nikon pinjaman dari kakakku yang baik hati, aku memulai karir pertamaku sebagai fotografer pemula :D
Foto pertamaku diambil di kebun belakang rumah karna waktu itu hujan dan ga ada objek yang menarik selain memotret daun yang basah. 
Aku tertarik sangat dengan fotografi makro dan landscape. 
Menurutku orang yang sering moto makro berarti orang yang sabarrr banget karna motonya juga mesti sabar kayak aku gini hehe…:D
Yah namanya juga masi pemula banyak foto yang gagal seperti foto outdoor yang over exposure ato foto indoor yang under exposure dan banyak sekali foto-foto yang blur alias bergoyang pada saat di ambil * huft… -___-'
Berpegang teguh pada motivasi 
" Pengalaman gagal adalah satu langkah menuju keberhasilan "
Aku menghabiskan 1 jam untuk memotret daun yang sama dan ini adalah hasilnya yang lumayan bisa dilihat :
















Dari pengalaman memotret pertamaku kemarin catatan yang musti di ingat  adalah :

1.  Mestinya kemarin sebelum aku terjun ke semak-semak, aku pake autan dulu biar ga bentol-bentol digigitin nyamuk.

2. Jangan moto daun ato bunga yang pohonnya masih selutut coz trust me pegel banget nunduk-nunduk mulu, cari daun yang pohonnya udah tinggi aja contohnya : pohon mangga.


3. Belajar bahasa capung ato bahasa kepik supaya bisa nyuruh mereka jangan terbang waktu difoto. 



Ada yang berkata bahwa

 “ Seorang fotografer handal tidak dilihat darimana ia menimba ilmu, tetapi dari karya foto yang di hasilkannya “.
 Setuju-setuju :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pada suatu hari ada sekumpulan katak-katak kecil yang berlomba-lomba tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.
Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta. 
Perlombaan pun dimulai secara jujur, tak satupun penonton yang benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan dapat mencapai puncak menara. 
Terdengar ada yang berkata, “ ohhh… jalannya terlalu susah mereka tidak akan bisa sampai ke puncak”. Dan katak-katak kecil pun mulai berjatuhan satu persatu. 
Kecuali mereka yang tetap bersemangat menaiki menara perlahan-lahan semakin tinggi dan semakin tinggi. Penonton pun terus berteriak,” terlalu susah… tak seekorpun akang berhasil”.
Lebih banyak lagi katak kecil yang menyerah dan kalah.
Tapi ada satu yang tetap melangkah hingga semakin tinggi dan tinggi, dia tak kenal menyerah kalah hingga akhirnya dialah satu-satunya yang berhasil sampai ke puncak menara. 
Semua katak kecil ingin tahu bagaimana katak kecil itu bisa melakukannya? 
Dan ternyata katak yang menjadi pemenang itu Tuli.



Nasihat yang bisa di ambil dari cerita ini adalah :

Jangan sekali-kali mendengar kata-kata orang lain yang membuatmu pesimis karena mereka akan menjauhkan kita dari mimpi kita. 
Selalu ingat bahwa segala sesuatu yang kita dengar dan kita baca akan mempengaruhi pikiran kita. 
Karena itu selalu tetap Positive Thinking dan yang terpenting bersikaplah Tuli jika ada orang yang mengatakan kita tidak bisa mencapai cita-cita kita.

Selalu berpikir I CAN DO THIS!!!  
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke syurga dan seorang malaikat menemaniku serta menunjukkan padaku keadaan syurga,

Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat, malaikat yang mengantarku berhenti di ruang kerja pertama dan berkata,” ini adalah seksi penerimaan, disini semua permintaan yang di tujukan kepada ALLAH di terima”. aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang mengamati seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat tersebut berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua, malaikat-ku berkata “ ini adalah seksi pembungkusan dan pengiriman, disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia di proses dan di kirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada banyak permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil yang mengejutkanku hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun, “ ini adalah seksi pernyataan terima kasih”, kata malaikatku perlahan. Dia tampak malu. “bagaimana ini? mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?” tanyaku.
“Menyedihkan”. Malaikatku menghela nafas.” Setelah manusia menerima segala rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”. 


Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Pondokku… Sekolahku…Teman-teman seperjuangan…
Narasi yang panjang tentang tiga kata di atas. Apa kabar kalian sekarang? Mungkin telah menjadi orang yang sukses.
Masih ingatkah tembok yang bertuliskan “ Religion without knowledge is like a bird without wings “ ? atau tembok yang berbunyi “ utlubul ilma minal mahdi ilallahdi “ ? telah 5 tahun sejak aku terakhir kali memandang bangunan teduhmu, ada rasa kehilangan rasa sedih dan rasa ragu menyusup di hati.
Kehilangan, karna aku telah 6 tahun berlindung di bawah naungan bagunan kokohmu.
Sedih, karna aku tau akan meninggalkan segala rutinitas 6 tahunku yang menempaku menjadi sosok yang lebih kuat.
Ragu, apakah aku bisa menghadapi dunia setelah kau melepas tanganmu dariku. Aku baru selangkah meninggalkan pintu gerbangmu tapi rindu itu menyergapku cepat. Yah cuma hari itu yang acara kembali ke rumah tidak semenyenangkan biasanya, karna hari itu menjadi hari terakhir aku disana dan tidak tau pasti kapan bisa kembali.
Akankah aku bisa sekedar melihatmu lagi?
Teman-teman…
Masih ingatkah dengan rutinitas ngaji pagi, ngaji malam ato sekolah? English morning atau escape alias kabur? Ya semuanya kenangan indah yang terlalu manis untuk dilupakan.
Terima kasih untuk semuanya teman karna kalianlah salah satu unsur yang membuatku dewasa. Banyak kata yang tidak akan pernah habis di rajut untuk menceritakan kisah kita. Bilakah waktu akan mempertemukan kita kembali, semoga apa yang kita sering dengungkan dulu tidak akan pernah sia-sia…Amin.

“ Berotak London Berhati Masjidil Haram “  Jadilah pendukung abadi almamatermu.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments



Siapa bilang hujan itu romantis? bagiku hujan itu bagaikan paku-paku yang memukul-mukul kuat kaca jendela. 
Membuatku tidak bisa tidur. 
Musim hujan tahun ini diawali sekitar tiga bulan yang lalu. 
Ia karna sejak saat itu aku kemana-mana selalu memakai sepatu musim hujanku.
Sejak saat itu payung merupakan barang wajib yang harus ada didalam tasku.
Sejak saat itu jaket adalah barang yang maha penting dalam hidupku.
Sejak saat itu mama selalu mengomel karena cucian yang jarang kering.
Sejak saat itu setiap hari aku selalu mengepel lantai karena air yang terus menerus menetes dari genteng rumah yang bocor.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Merenung itu bisa dilakukan dimana aja termasuk di dalam angkot . ga percaya? 
Yah apalagi yang bisa kamu lakukan ketika angkot yang kamu tumpangi terjebak macet maha panjang dan kamu ga bawa headset buat dengerin musik atau HPmu lagi lobet ga bisa dibuat ngegame, so merenung adalah jalan satu-satunya membunuh waktu yang efektif !
Menurutku merenung itu beda tipis loh sama melamun, bedanya mungkin karna merenung tuh artinya lebih berbudi atau merenung itu berarti mikirin hal yang baik-baik tapi melamun itu mungkin berarti mikirin yang  jelek-jelek, cara nyopet orang misalnya. 
Tapii hati-hati merenung di dalam angkot ini tidak di sarankan bagi kamu yang tadi malam begadang coz bisa-bisa ketiduran dijamin kamu pasti ga bakalan nyampe ke tempat tujuanmu karna tujuanmu udah  terlewat waktu kamu tertidur tadi.
Kamu bisa merenung tentang hal-hal yang bermanfaaat misalnya mau masak apa hari ini atau merenungi IPKmu yang tetap konstan dari awal semester hingga sekarang ga pernah naik atau bisa juga merenungi kamu yang lupa matiin keran air kamar mandi tadi waktu berangkat * berdoa aja mudah-mudahan rumahmu ga kebanjiran*. 
Yah kamu bisa merenungi apapun yang kamu mau seperti yang sedang ku lakukan di dalam angkot saat ini, bedanya aku merenungi hal-hal yang lebih elit, misalnya ada ga ya travel yang menyediakan paket tour ke bulan? Kan seru itu bisa alan-jalan ke bulan. 
Entahlah itu termasuk merenung ato melamun. Who knows?? So merenunglah sebelum merenung itu dilarang!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ►  2026 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ▼  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ▼  Agustus (9)
      • Penakluk Jalanan
      • Surat Untukmu
      • MAGANG ( MAhasiswa daGANG )
      • 30 Days Capture
      • Kisah Katak Kecil
      • Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke syurga
      • Nostal”Gila”
      • Everyday is Rainy day
      • Merenung
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Aku Terkena TB Kelenjar : Long Story
    So aku akan cerita awal aku terkena penyakit ini dan seperti apa kabarku sekarang. Dan ini bakal jadi cerita yang panjang guys jadi monggo ...
  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose