Diberdayakan oleh Blogger.

Too Sweet To Forget

" Melihat dunia dengan cara yang tidak biasa "

Kadang ketika saya bosan bersamanya saya mengingat kembali alasan pertama kali saya menyukai dia.  Saya mengingat keputusan saya memilih dia. Saya berharap cara itu akan selalu berhasil mengingatkan saya betapa saya menyayanginya. Fakta bahwa saya terjebak dalam hubungan yang stagnan membawa saya lebih banyak berpikir.  Apakah saya ingin bersama dia selamanya?  Akankah saya bahagia? Akankah saya banyak tertawa bersamanya sekarang dan nanti?  Apakah saya bisa tetap menjadi diri saya sendiri setelah bersamanya nanti? Entahlah. Apa saya terlalu muluk mengharapkan dia menyelamatkan saya dari rasa bosan dan lelah ini?  Apa terlalu muluk saya mengharapkan dia menolong saya untuk kembali padanya lagi?  Kembali merasakan perasaan menggebu-gebu yang saya rasakan waktu pertama kali saya memutuskan menyayanginya?  

Berbulan-bulan lalu yang saya pikirkan hanya kebahagiaannya. Kebahagiaannya adalah  prioritas saya. Tapi sekarang mengapa saya mulai berpikir tentang kebahagiaan saya? Bukankah waktu itu saya berkeyakinan melihat dia bahagia adalah kebahagiaan saya juga? Belakangan  ini saya makin bertanya-tanya tapi saya tidak memiliki jawaban itu. Dan ketika saya mulai merengek lebih banyak perhatian dari dia sebagai cara saya untuk menemukan rasa sayang itu lagi, dia malah berkata saya manja,  saya tidak dewasa, saya kekanak-kanakan,  saya penuh dengan drama. Padahal saya sedang berjuang mati-matian menemukan rasa itu lagi. Saya benci menjadi dewasa versi dia. Saya terkadang jadi berpikiran kaku dan mulai seperti robot yang hanya menjalani hubungan ini tanpa ada lagi minat. Karena hubungan ini mulai seperti rutinitas harian yang mau tidak mau, senang tidak senang harus dikerjakan. Saya mulai menjalani hubungan ini tanpa gairah. Saya tidak ingin hubungan seperti ini. Saya takut akan menyerah. Tolong saya sayang?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Ahh... ini baru memasuki hari ke 3 di bulan januari tahun 2018 dan saya sudah merasa galau. Ada banyak yang telah saya lalui tahun 2017 kemarin dan tulisan ini hanya sekedar refleksi dari apa yang telah saya lalui tahun kemarin. Begitu banyak cerita, pengalaman baru, kisah sedih dan bahagia. Saya bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan Tuhan untuk saya tahun kemarin. Saya memiliki begitu banyak orang-orang yang memberikan saya pelajaran hidup. Dipuji, diejek, direndahkan dan dianggap remeh memang sudah berkali-kali saya rasakan. Dan saya membanggakan diri saya karena tidak pernah terpengaruh dan ambil pusing atas semua ucapan yang telah orang-orang lontarkan pada saya. 

Saya memang merasa sedih ketika saya di jatuhkan tapi saya mengandalkan diri saya sendiri untuk bangkit. Untuk menutup telinga kuat-kuat untuk tetap berdiri pada jalan hidup saya. Saya bangga atas kemampuan saya menyembuhkan diri. Saya sadar sejak dulu bahwa jangan pernah menggantungkan hidupmu pada siapapun. Jangan pernah mengandalkan siapapun untuk hidup selain dirimu sendiri. Dan jangan percaya pada siapapun meskipun itu orang yang paling engkau sayang. Mungkin saya trauma atas kejadian di masa lalu. 

Saya mungkin begitu gembira dulu telah menemukan orang yang saya anggap bisa saya percaya untuk meletakkan hidup saya padanya. Tapi saya dikhianati. Dan itu membuat saya trauma. Saya sempat pesimis bahkan saya benci harus berkenalan dengan orang-orang baru lagi. Saya takut dan sedih karena rasanya begitu menyakitkan. Saya sempat berpikir bahwa saya ingin terus hidup sendiri supaya saya tidak akan pernah disakiti lagi. Tapi ternyata tidak, Tuhan menghadirkan seseorang yang menyembuhkan seluruh rasa sedih saya. Dia mungkin tidak pernah tau bahwa sayalah yang tertolong oleh dia. Bahwa saya memanfaatkan dia untuk membuat saya sembuh. Dia membuat saya percaya lagi bahwa setiap orang harus berjalan di kehidupannya sendiri dengan berani. 

Saya mencoba mendampinginya setiap hari hingga saat ini. Saya tanamkan pada diri saya sendiri bahwa hubungan yang saya punya bersama dia harus diperjuangkan. Bahwa saya tidak ingin melewatkan lagi seseorang yang berharga untuk saya. Saya menyalahkan diri saya sendiri atas hubungan masa lalu, itu membuat saya punya keyakinan bahwa saya tidak ingin gagal lagi dengan hubungan yang ini. Saya mencoba hingga sekarang dengan begitu banyak perbedaan saya berusaha memahaminya. Saya tidak tau apa perjuangan saya sudah berhasil atau belum. Tapi di hari ke 3 di bulan januari 2018 ini saya merasa saya telah sampai pada batasnya. Saya merasa lelah bersama dia. Entahlah saya tidak tau mengapa. 

Saya tau akan terluka lagi. Saya sekarang hanya berpura-pura bahwa itu tidak sakit. dan saya benci punya perasaan seperti ini lagi.... 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Total Visitors in This Blog

recent posts

Blog Archive

  • ►  2026 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ▼  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ▼  Januari (2)
      • Random
      • Gloomy January
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Juli (1)

Categories

  • Back to Past
  • Celoteh Suka Suka
  • celoteh suka-suka
  • Celoteh Suka-suka ( CSS )
  • Celoteh suka-suka (CSS)
  • Goresan Rasa
  • Jalan-jalan
  • Jurnal
  • Just a Motivation Story
  • Kuliner Sik Asik
  • Maumere Of Flores (MOF)
  • My Song
  • Opini
  • Satu Gambar Sejuta Makna
  • Visit Mollucas

Popular Post

  • Aku Terkena TB Kelenjar : Long Story
    So aku akan cerita awal aku terkena penyakit ini dan seperti apa kabarku sekarang. Dan ini bakal jadi cerita yang panjang guys jadi monggo ...
  • Itu kemarin
    Saya pernah menangis di tengah malam karena terlalu merindukanmu, tapi itu kemarin Saya pernah menunggu sebuah pesan darimu sampai t...
  • Morella Part II : Pantai Nitang Hahai
    Oke balik lagi ke postingan Trip to Morella. Jika kalian menemukan artikel ini duluan maka saya sarankan membaca artikel jalan-jalan Morell...
  • Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi
    Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄 Sebenarnya cerit...

Pengikut

About Me

Dian Asdarini

Create Your Badge

Created with by ThemeXpose