Dua puluh dua

by - April 15, 2018


Kadang aku berpikir sampai dimana level seseorang akan dikatakan berkorban demi pasangannya?
Kadang aku berpikir apakah memutuskan bersama orang lain juga merupakan pengorbanan? 
Dari sekian banyak hari, ribuan jam dan jutaan menit kebersamaan mereka bagaimana bisa dengan cepat dia simpulkan bahwa seseorang yang bersamanya sekarang bukan seseorang yang tepat  bagi dia?
Bagaimana bisa dalam hitungan bulan membakar habis semua cinta yang di tanam bersama selama jutaan menit tadi?
Dan bagaimana setelah dia membakar habis semua cinta itu kemudian dia  kembali mengumpulkan sisa-sianya? Mencoba menanamnya kembali dalam bentuk lain.
Mencoba  menegakkannya kembali walau itu usaha yang mustahil.
Seperti menegakkan benang yang basah sama dengan pekerjaan yang sia-sia.
Apakah dia tidak pernah tau betapa brengseknya dia menanamkan rasa trauma?
Setengah mati aku bunuh rasa trauma itu,
Dan sekarang dia kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa?? 
Apakah kamu pernah memikirkan aku seseorang yang pernah selalu mengkhawatirkan kehidupanmu dalam keputusan yang kamu bilang "terbaik"  itu?
Kamu memang pecundang!

You May Also Like

0 comments