Aku, Adobe Photoshop dan Fotografi

by - Maret 10, 2018

Akhir-akhir ini blog ini lebih banyak sampah celoteh-celoteh ga jelas. Tapi sebodo kodoklah yang penting aku senang 😄

Sebenarnya cerita ini hanya mengingat kembali bagaimana awal mula aku menyukai dunia fotografi. Bagi sebagian orang mungkin cerita seperti ini sangat tidak penting, tapi bagiku ini adalah awal mula bagaimana aku jatuh bangun belajar menguasai sesuatu tanpa dibantu siapapun. Dan aku bangga dengan diriku sendiri.

Oke Alkisah *eaaaaa aku berada di kelas 2 SMA sekitar tahun 2008. Aku adalah seorang murid yang sangat aktif satu-satunya murid yang melakoni 3 extrakurikuler sekaligus *sombong dan ga ada sangkut pautnya sama cerita ini 😆. 

Iya kembali ke laptop, suatu hari seorang kakak kelas mengenalkanku kepada aplikasi Adobe Photoshop 7.0 dan saat itu aku mulai terhipnotis masuk ke dalam dunia manipulasi foto. Adobe Photoshop saat itu masih menjadi barang baru bagi kami murid SMA dan masih terbatas sekali orang yang mampu mengoperasikannya. Dan juga jarang menemukan cewek-cewek yang tertarik belajar aplikasi ini. Photoshop hanya mainan anak laki-laki you know. cewek-cewek disekolahku lebih suka bergosip daripada memelototi aplikasi yang banyak toolsnya ini. Keinginanku belajar photoshop sangat menggebu-gebu tetapi komputer di sekolah kami belum menginstall photoshop alhasil keinginanku stuck di tempat. Tidak ada akses apapun untuk belajar. Buku pertama yang aku punya tentang belajar Adobe Photoshop 7.0 adalah hasil mencuri di perpustakaan sekolah 😂 *maafkan aku bapak penjaga perpustakaan.

Aku sering menemui seorang abang yang mempunyai studio foto di dekat sekolah dan melihat aksinya memanipulasi foto. Aku terpesona. Jaman SMA aku belum punya laptop guys. Laptop masih menjadi barang langka yang hanya dimiliki oleh teman-teman yang berduit.  Lompat ke jaman kuliah semester 2, aku akhirnya dibolehkan memakai laptop ibuku untuk mengerjakan tugas kuliah. Dan tebak... yah aku mulai belajar Adobe Photoshop dan langsung mencoba menguasai versi Adobe Photoshop CS 2. Aku mempraktekkan semua latihan yang ada di buku belajar Adobe Photoshop yang ku curi dulu dari perpustakaan 😏 hasilnya ada yang berhasil tak sedikit pula yang gagal.

Berkali-kali gagal malah membuatku makin penasaran untuk dapat menguasai aplikasi ini. Hingga semester 5 kuliah aku adalah seorang yang sangat ketat dalam menyisihkan sebagian uang jajan  untuk membeli buku latihan Adobe Photoshop. Aku rela berlapar-lapar di kampus demi buku photoshop terbaru. Dan total aku memiliki sekitar 13 buku tentang Adobe Photoshop dan 2 buku tentang Corel Draw. Aku lebih prefer belajar menggunakan buku karena kalu belajar via tutorial di Youtube bufferingnya suka bikin kesel.

Koleksi Buku Photoshop

Ditahun ke 2 aku belajar, aku mulai mahir dalam mengingat dan menggunakan semua tool-tools dalam Adobe Photoshop. Dan aku mulai belajar mengedit foto teman-teman. Seperti beberapa foto dibawah ini adalah bukti keidiotanku dalam mengedit foto 😁





Well, hasilnya jauh dari kata bagus sodara-sodara malah kelihatan alay wkwk... *soriii untuk onni-onni yang aku pake fotonya belum minta ijin hehe
Mempelajari photoshop banyak sekali manfaatnya. Menguasai photoshop membuatku seperti dewa. Aku bisa memotong, menambah, mengurangi, merubah, memperjelek, mempercantik sebuah gambar. Keren kan?? 

Menginjak tahun ke 3 sejak aku mulai belajar photoshop tiba-tiba aku bosan. Photoshop tidak lagi menarik di mataku. Mungkin karena sudah selama itu aku berjibaku untuk mempelajarinya dan aku hampir sudah mengetahui semua tools dan kegunaannya. Daaannn... aku mulai tertarik pada fotografi. Setelah selama ini hanya mengedit foto aku mulai tertarik mengambil foto. Yah foto-foto pertamaku ku hasilkan masih memakai kamera HP dengan resolusi 5MP. Sebenarnya jauh sebelum aku memotret menggunakan kamera HP aku sudah pernah memotret menggunakan kamera analog yang dulu masih menggunakan roll film. Hasil foto-foto pertamaku akan ku post di post tersendiri. Belum seberapa mahir dan masih kelihatan membosankan. Ditahun 2014 aku mendapat kamera pertamaku sebuah hadiah dari salah satu sahabat. Sebuah kamera jenis prosumer Fujifilm Finepix S2980 menemani setiap soreku menjelajah Kota Masohi. Aku mulai motret sesuatu yang random dan ga jelas haha...


Di tahun 2018 ini aku masih senang foto-foto tapi tidak begitu intens lagi karena kesibukan dan ga sempat mbolang. Aku berharap ditahun-tahun mendatang aku masih bisa mengembangkan hobi dibidang fotografi. Sekian dulu cuap-cuap yang entah bermanfaat atau tidak ini. See you on the next post...

P.S. Sebagian hasil foto-foto dengan kamera fujifilmku bisa kalian nikmati di postku yang sebelumnya disini nih...






You May Also Like

0 comments