Muhasabah Diri

by - Februari 23, 2018



Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, yang artinya secara etimologis adalah melakukan perhitungan. Dalam terminologi syari, makna definisi pengertian muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya.
Baik hal tersebut adalah bersifat vertikal, hubungan manusia hamba dengan Allah. Maupun secara hubungan horisontal, yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia yang lainnya dalam kehidupan sosial. 

Mengapa saya tiba-tiba ingin bercerita tentang topik ini? yah saya merasa bahwa orang-orang disekitar saya entah mengapa banyak memiki sikap yang buruk. Dan sebenarnya saya sendiri juga membutuhkan proses Muhasabah Diri. 

Saya beruntung dilahirkan dari keluarga berkecukupan, meskipun kami juga memang banyak kekurangan tetapi orang tua saya selalu bisa memenuhi semua kebutuhan saya. Saya memang mungkin tidak pernah merasakan susahnya hidup dari bawah seperti orang tua saya tapi saya di ajarkan untuk jangan sekali-kali bersikap sombong, dengki, iri hati, tidak jujur dan egois. Saya diajarkan untuk tidak memandang rendah orang lain untuk selalu tetap menghargai orang-orang yang mungkin tidak seberuntung saya. Saya percaya roda kehidupan berputar. Kadang hidup kita akan berada di bawah dan kadang diatas. Ketika saya sedang berada dibawah itu adalah ujian bagi saya agar saya bersabar dan tetap tawakal. Dan ketika saya berada diatas itu juga tetap ujian bagi saya apakah saya akan tetap rendah hati atau malah bersikap sombong dan semena-mena terhadap orang lain. 

Entah apakah ini sebuah keluhan atau apa, saya hanya ingin berbagi cerita mengenai orang-orang yang saya temuai setiap hari. Yang mestinya harus melakukan Muhasabah Diri karena setiap hari hanya melakukan keburukan-keburukan terhadap orang lain. Saya terkadang berfikir mengapa ada orang yang setiap hari kerjanya hanya menyakiti hati orang lain? Apa hari-harinya akan terasa bahagia hanya ketika  menyakiti orang lain dengan berkata-kata kasar? 

Saya berasumsi mungkin ketika dia berada di posisi bawah sedemikian susah sehingga ketika Tuhan menaikkan dia diatas dia menjadi sombong dan semena-mena terhadap orang lain. Yah dia menggunakan sikap dan kata-kata yang kasar untuk menyakiti hati orang lain. Yah dia seakan lupa kalau dulu juga pernah berada dibawah. Dan seperti yang saya amati sekarang, makin banyak orang-orang yang bersikap seperti itu di sekeliling saya setiap hari. 

Tujuan saya menulis ini adalah sebagai Self Reminder untuk saya. Mungkin sekarang hidup saya masih berada dibawah dan ketika suatu waktu Tuhan menguji saya untuk berada diatas saya tidak menjadi seperti orang-orang tersebut. Saya harus terus bermuhasabah diri. Semoga saya akan seterusnya memiliki sifat sabar, rendah hati, tidak dengki dan jujur. Ada seorang bapak yang baik yang berkata pada saya pagi ini bahwa "Sifat seseorang ditentukan dari pergaulannya, jika dia bergaul dengan orang baik maka baiklah ia, dan jika dia bergaul dengan orang jahat maka jahatlah ia"


“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [az-Zumar/39 : 10]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3450-setiap-muslim-akan-menghadapi-ujian-dan-cobaan.html
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [az-Zumar/39 : 10]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3450-setiap-muslim-akan-menghadapi-ujian-dan-cobaan.html
" Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas " -Az-Zumar 39:10-

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [az-Zumar/39 : 10]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3450-setiap-muslim-akan-menghadapi-ujian-dan-cobaan.html















You May Also Like

0 comments